Cinta Dokter (Dokter Cinta Season 2)

Cinta Dokter (Dokter Cinta Season 2)
#Tujuh Puluh Sembilan


__ADS_3

"Tok.. tok.. tok.."


"Eegh!" Lia meregangkan tubuhnya yang terasa pegal tanpa membuka matanya. Suara ketukan pintu kamarnya membuatnya terbangun dari tidur nyenyaknya.


"Tok.. tok.. tok.." Suara ketukan di pintu kamarnya kembali terdengar, bukannya beranjak dari tempat tidurnya, Lia hanya membalikkan tubuhnya.


"Adi..." Lia membuka matanya begitu mendengar suara lembut mertuanya memanggil nama suaminya dan ketika ia membuka matanya, ia lebih terkejut lagi dengan apa yang ada di hadapannya.


Sebuah dada bidang terpampang di hadapannya tanpa tertutup sehelai benang pun, dan jaraknya sangat dekat dengan wajahnya. Lia mendongakkan kepalanya dan tampak di matanya wajah dokter Adi yang masih terlelap. Seketika jantung Lia berdegup kencang dan perlahan wajahnya memerah.


Lia kembali membalikkan tubuhnya membelakangi tubuh suaminya itu dan tanpa sengaja selimut yang menutupi tubuhnya itu sedikit tersingkap dan di situlah ia baru menyadari kalau tubuhnya pun tidak tertutup pakaian.


"Hegh?!" Dengan cepat Lia kembali menutupi tubuhnya dengan selimut.


"A.. apa yang terjadi?" tanya Lia dalam hati.


"Apa aku melakukannya bersama dia?" batinnya.


"Adi..." Terdengar kembali suara bu Elisa memanggil nama anak satu-satunya itu yang kemudian diikuti oleh suara ketukan pintu.


"Eegh! Ya maa.." Tiba-tiba terdengar suara dokter Adi menyahuti panggilan ibunya dari balik tubuh Lia. Lia tersentak, ia menarik selimutnya lebih tinggi dari sebelumnya dan hampir menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut itu. Ia merasa sangat malu kalau dokter Adi melihatnya tanpa pakaian seperti itu.

__ADS_1


"Ini sudah hampir jam 10, kamu tidak bekerja?" tanya bu Elisa dari balik pintu.


"Hah?! Jam 10?!" seru dokter Adi terkejut, ia langsung terduduk di ranjangnya. Sementara itu, mengetahui suaminya sudah terbangun, jantung Lia berdebar semakin kencang. Ia menyusup ke balik selimut dan bersembunyi di sana. Karena terlalu gugup, Lia sampai menahan nafasnya.


"Ya, ma! Aku sedang bersiap!" seru dokter Adi menjawab pertanyaan ibunya. Dokter Adi mengusap wajahnya dengan kedua tangannya, lalu tiba-tiba ia menyadari sesuatu.


"Lia?" panggil dokter Adi pelan. Ia mencoba membuka selimut yang menutupi seluruh tubuh Lia tapi dari balik selimut Lia menahannya.


"Hei, kamu kenapa?" tanya dokter Adi, akhirnya ia mengikuti Lia masuk ke dalam selimut.


"Aaaa!!!" jerit Lia sambil menarik selimut dan menutupi tubuhnya dari pandangan suaminya.


"Jangan lihat aku!" seru Lia.


"Kenapa aku tidak boleh melihat istriku sendiri?" tanya dokter Adi. Lia terdiam, ia bingung akan menjawab apa, matanya bergerak ke seluruh penjuru karena kebingungan sampai tiba-tiba ia tersadar kalau tubuh suaminya itu tidak tertutup selimut ataupun sehelai benang pun.


"Aaaa!!!" Lia kembali menjerit dengan keras sambil menutupi matanya dengan kedua tangannya.


"Adi! Lia! Kalian kenapa?" Tiba-tiba terdengar lagi suara bu Elisa dari balik pintu kamar, dengan cepat dokter Adi membungkam mulut Lia agar ibunya tidak khawatir atau menduga yang tidak-tidak.


"Tidak apa-apa, ma! Lia hanya melihat serangga!" sahut dokter Adi.

__ADS_1


"Oh!" ucap bu Elisa.


Lia berusaha menjaga jarak dengan tubuh suaminya itu.


"Kamu kenapa?" tanya dokter Adi lembut. Lia membagi selimut yang menutupi tubuhnya kepada dokter Adi.


"Tutupi tubuhmu!" pinta Lia. Dokter Adi mengikuti permintaan istrinya itu, ia memasukkan tubuhnya ke dalam selimut.


"Ee.. apa kita melakukannya?" tanya Lia pelan.


"Melakukan? melakukan apa?" ucap dokter Adi balik bertanya.


"Itu!" seru Lia.


"Itu apa?" tanya dokter Adi lagi.


"Ish!" seru Lia kesal karena suaminya itu tidak mengerti apa yang dimaksudnya. Dokter Adi menatap Lia sejenak.


"Maksudmu melakukan ini?" tanya dokter Adi, dengan cepat ia memposisikan tubuhnya di atas tubuh Lia. Sikapnya itu membuat Lia sangat terkejut, tapi ketika hendak berteriak, dokter Adi membungkam mulut istrinya itu dengan sebuah ciuman mesra.


...

__ADS_1


__ADS_2