Cinta Dokter (Dokter Cinta Season 2)

Cinta Dokter (Dokter Cinta Season 2)
#Tiga Puluh Lima


__ADS_3

Dokter Adi tidak bisa melanjutkan tidurnya meskipun Lia sudah tenang dan bisa kembali tidur. Dokter Adi hanya bisa terus mendekap tubuh mungil Lia sambil memikirkan apa yang membuat Lia menangis seperti itu. Tanpa disadari, matahari sudah terbit dan cahayanya mulai menerobos cela-cela jendela kamar itu.


Dokter Adi melepaskan dekapannya dari tubuh Lia begitu tubuh Lia mulai menggeliat dan tak lama kemudian Lia terbangun dari tidurnya. Lia tersentak, ia tidak menyadari kalau ia masih berada dalam dekapan dokter Adi. Lia segera bangkit dan duduk di ranjangnya, sejenak ia memperhatikan keadaan di kamarnya.


"Jam berapa ini?" tanya Lia. Dokter Adi menjawab pertanyaan Lia itu sambil menunjuk ke arah jam dinding yang ada di dalam kamarnya.


Lia terkejut begitu mengetahui kalau jam dinding sudah menunjukkan pukul 10.15.


"Kamu tidak berangkat kerja?" tanya Lia panik.


"Ini aku mau bersiap-siap!" jawab dokter Adi.


"Tapi kamu sudah terlambat!" tukas Lia.


"Tidak apa-apa." ucap dokter Adi, ia tersenyum lembut pada istrinya itu sambil beranjak dari ranjangnya.


"Maaf.." ucap Lia pelan. Ucapan Lia itu membuat dokter Adi yang sudah hendak melangkah menuju kamar mandi, seketika menghentikan langkahnya dan berbalik menghadap Lia.


"Gara-gara aku, kamu jadi harus terlambat masuk kerja." lanjut Lia. Dokter Adi melangkah kembali ke ranjangnya dan duduk di salah satu sisinya. Ia menatap Lia dengan seksama, tatapannya itu membuat Lia gugup.


"Apa aku boleh bertanya?" tanya dokter Adi. Lia menganggukkan kepalanya pelan.

__ADS_1


"Kenapa kamu menangis semalam?" taanya dokter Adi to the point.


"Ee..."


"Apa kamu bermimpi buruk?" terka dokter Adi. Lia menatap dokter Adi sejenak dan perlahan ia menganggukkan kepalanya.


"Boleh aku tahu kamu bermimpi tentang apa?" tanya dokter Adi lagi. Lia terdiam sejenak, ia terlihat sedikit ragu akan menceritakan mimpinya semalam itu atau tidak.


"Ceritakan padaku!" desak dokter Adi.


"Aku dua kali bermimpi hal yang sama!" ucap Lia pelan.


"Rasanya seperti nyata sekali! Aku merasa kaki dan tanganku benar-benar tidak bisa digerakkan!" aku Lia.


"Itu memang nyata, Lia!" batin dokter Adi. Dokter Adi menganggukkan kepalanya pelan.


"Lalu ada seorang pria yang tiba-tiba muncul sambil memanggil namaku, 'kak Lia' seperti itu!" lanjut Lia.


"Dan tiba-tiba saja wajahnya sudah berada di dekatku.. terus mendekat hingga menyentuh wajahku!" ungkap Lia, suaranya mulai terdengar bergetar.


"Semua terasa seperti sangat nyata! Aku seperti bisa merasakan kulitnya menyentuhku!" ucap Lia untuk meyakinkan dokter Adi. Dokter Adi kembali menganggu kepalanya pelan sebagai pertanda kalau ia mempercayai setiap ucapan istrinya itu.

__ADS_1


"Lalu bagaimana dengan mimpi yang kedua?" tanya dokter Adi. Lia menganggukkan kepalanya.


"Tempat dan orang-orang itu muncul lagi dalam mimpiku, tapi kali ini aku merasakan sesuatu yang lebih menakutkan dari sebelumnya!" ungkap Lia.


"Apa itu?" tanya dokter Adi penasaran. Kepala Lia tertunduk, ia kembali terlihat ragu untuk menceritakannya.


"Ada apa, Lia?" tanya dokter Adi. Lia masih terdiam ragu.


"Ceritakan saja padaku semuanya!" bujuk dokter Adi.


"Ee..." Lia masih terlihat ragu.


"Aku merasakan salah satu dari tangan orang-orang itu masuk ke dalam pakaianku dan menyentuh bagian yang seharusnya tidak disentuh!" ungkap Lia. Kepalanya tertunduk lebih dalam dan ia terlihat malu menceritakan hal itu. Perlahan tangan dokter Adi meraih tangan Lia dan menggenggamnya dengan lembut. Lia tersentak dengan sikap suaminya itu tapi ia membiarkan dokter Adi menggenggam tangannya.


"Kamu tidak perlu takut, semuanya hanya sebuah mimpi!" Dokter Adi mencoba menghibur Lia.


"Tapi rasanya seperti nyata sekali!" tukas Lia. Lia menatap kedua mata dokter Adi dengan seksama.


"Apa aku pernah mengalami peristiwa seperti itu di masa lalu?" tanya Lia tiba-tiba. Pertanyaan Lia itu membuat dokter Adi tersentak, ia tidak menyangka Lia akan menerka seperti itu. Jantung dokter Adi kembali berdebar kencang, ia bimbang akan menceritakan semuanya pada Lia atau tetap menyembunyikan yang sebenarnya terjadi.


...

__ADS_1


__ADS_2