Cinta Dokter (Dokter Cinta Season 2)

Cinta Dokter (Dokter Cinta Season 2)
#Delapan Belas


__ADS_3

"Adi!" seru suster Rina yang baru saja memasuki ruang kunjungan, ia terlihat sangat terkejut melihat mantan kekasihnya datang mengunjunginya setelah sekian lama sejak terakhir kali mereka bertemu. Dokter Adi tersenyum lembut pada suster Rina.


Suster Rina duduk di kursi yang ada di hadapan dokter Adi, sejenak ia hanya memandangi wajah dokter Adi dari balik kaca pembatas. Ia masih tidak percaya kalau dokter Adi yang datang mengunjunginya pagi itu.


"Bagaimana kabarmu, Rin?" tanya dokter Adi pelan.


"Seperti yang kamu lihat saat ini." jawab suster Rina. Sejenak suasana di antara mereka menjadi sangat hening karena mereka sama-sama tidak saling mengeluarkan kata-kata, mereka pun terlihat canggung satu sama lain.


"Aku ingin memohon bantuanmu!" ucap dokter Adi akhirnya. Suster Rina terlihat sangat terkejut mendengar permintaan mantan kekasihnya itu.


"Saat ini keadaan aku dan Lia sedang tidak baik-baik saja..." ucap dokter Adi pelan.


"Ma.. maksudmu?" Suster Rina terlihat bingung. Dokter Adi menatap suster Rina dengan seksama dan sesaat kemudian ia menghela nafasnya perlahan.


"Beberapa waktu yang lalu Lia mengalami kecelakaan." ungkap dokter Adi, suster Rina tersentak mendengar ucapan dokter Adi itu.


"Kami harus merelakan putra kami yang masih berada dalam kandungan Lia dan..." lanjut dokter Adi.


"Lia saat ini kehilangan ingatannya!" tambahnya. Sekali lagi dokter Adi membuat mantan kekasihnya itu sangat terkejut.

__ADS_1


"Kamu serius?" tanya suster Rina tidak percaya.


"Apa aku terlihat seperti sedang bercanda?" ucap dokter Adi balik bertanya. Suster Rina terdiam sambil terus menatap kedua mata dokter Adi seakan mencari kebenaran dari ucapan dokter Adi itu. Dokter Adi menghela nafasnya perlahan.


"Lia tidak dapat mengingat apa pun saat ini, dia tidak bisa mengingat apa yang terjadi sebelumnya, dia juga tidak bisa mengenali keluarganya, dan bahkan sampai saat ini pun dia tidak bisa mempercayai kalau aku adalah suaminya." terang dokter Adi.


"Kalau Lia tidak bisa mengingat apa-apa, lalu apa yang bisa kulakukan?" tanya suster Rina. Sejenak dokter Adi menatap kedua mata suster Rina dengan seksama.


"Hanya kamu yang tersisa dalam ingatannya." ungkap dokter Adi.


"Hah?!" Suster Rina terlihat sangat bingung.


"Aku bersungguh-sungguh, Rin!" Seakan mengerti dengan maksud dari tatapan suster Rina itu, dokter Adi berusaha untuk meyakinkan mantan kekasihnya itu.


"Dia tidak mengingat apa-apa di masa lalunya, dia tidak mengingat perawat lainnya di rumah sakit, dia hanya mengingatmu tapi sebatas apa dia mengingatmu, aku juga tidak mengerti makanya saat ini aku ingin mempertemukan kalian untuk melihat sejauh apa dia mengingatmu." lanjut dokter Adi. Sejenak dokter Adi kembali menatap wajah mantan kekasihnya itu dengan seksama.


"Maukah kamu membantuku?" tanya dokter Adi pelan.


"Apa tidak salah kamu meminta bantuanku?" ucap suster Rina balik bertanya. Dokter Adi tersentak mendengar pertanyaan suster Rina barusan.

__ADS_1


"Kamu tidak kehilangan ingatanmu juga kan?!" lanjut suster Rina. Dokter Adi menatapnya dengan seksama seakan mencari tahu maksud yang sebenarnya dari pertanyaan-pertanyaan mantan kekasihnya itu.


"Kamu tidak lupa alasan mengapa aku harus mendekam di tempat ini, kan?!" ucap suster Rina. Akhirnya dokter Adi mengerti apa yang di maksud oleh mantan kekasihnya itu.


"Aku pernah mencelakai istrimu itu sampai akhirnya aku harus berada di tempat ini sekarang." terang suster Rina. Dokter Adi menghela nafasnya perlahan.


"Apa mungkin kamu mempercayaiku untuk membantu memulihkan ingatan Lia?" tanya suster Rina.


"Aku tidak tahu harus meminta bantuan kepada siapa lagi. Yang tersisa dalam ingatan Lia hanya dirimu, tidak ada orang lain, bahkan dia tidak mempercayai kalau aku adalah suaminya!" ungkap dokter Adi. Ia tidak bisa menyembunyikan rasa sedihnya itu. Suster Rina menatap wajah dokter Adi dengan seksama. Sejenak suasana di ruang kunjungan itu menjadi sangat hening.


"Apa bisa kamu mempercayaiku lagi sepenuhnya setelah apa yang terjadi di antara kita?" tanya suster Rina pelan. Dokter Adi terdiam.


"Apa bisa aku mempercayainya? Apa masih mungkin dia untuk dipercaya kembali?" batin dokter Adi.


"Lia hanya mengingat dan mempercayaimu saat ini. Meskipun aku takut untuk mempercayaimu lagi tapi aku tidak bisa berbuat apa-apa karena Lia hanya percaya padamu." ucap dokter Adi akhirnya.


"Mungkin saja ketika aku berusaha untuk membantunya mengembalikan ingatannya, dia malah semakin membencimu karena kamu juga pernah melakukan hal-hal yang menyakitkan untuknya. Apa kamu sudah siap dengan hal itu?" tanya suster Rina. Dokter Adi menganggukkan kepalanya dengan kuat.


"Aku siap! Aku siap kalau hal itu terjadi! Aku hanya ingin dia memiliki kembali ingatannya agar dia bisa mengingat perasaannya pada anak yang pernah berada dalam kandungannya itu." tegas dokter Adi. Sejenak suster Rina dan dokter Adi hanya saling menatap tanpa berkata apa-apa.

__ADS_1


...


__ADS_2