
Lia mengusap-usap dadanya dengan lembut, raut wajahnya sedikit memperlihatkan kalau perasaannya tidak dalam keadaan baik-baik saja.
"Kenapa aku merasa kesal melihat kedekatan mereka itu, ya?" tanya Lia pada dirinya sendiri.
"Apa sudah dari dulu mereka seakrab itu?" tanyanya lagi.
"Dan... apa dulu aku baik-baik saja melihat kedekatan mereka?" lanjutnya. Lia menghela nafasnya dengan kasar dan beranjak dari pintu utama rumahnya itu.
"Dina..." gumamnya.
"Di.. Na.." ejanya pelan.
"Adi.. Rina.." ucap Lia pelan. Spontan Lia langsung terdiam setelah mengucapkan hal itu. Sejenak Lia mematung di tempatnya. Perlahan jantungnya mulai berdebar kencang dan terus bertambah kencang hingga membuat dadanya terasa sesak. Perasaan Lia mulai bercampur aduk dan menjadi tak karuan, segala pemikiran buruk mulai menguasai pikirannya.
"A.. apa mungkin?" gumam Lia pelan.
...
Lia kembali membukakan pintu untuk suaminya yang sudah kembali ke rumah setelah mengantarkan Dina pulang. Raut wajah suaminya itu masih sama seperti sebelumnya, terlihat sangat lesu. Suaminya itu tersenyum padanya dan kemudian berlalu dari hadapannya menuju kamarnya.
__ADS_1
"Ee.. ada yang ingin kutanyakan padamu!" ucap Lia pelan. Langkah dokter Adi seketika terhenti begitu mendengar ucapan Lia.
"Ada yang perlu kutanyakan padamu." ulang Lia.
"Besok saja kita bicarakannya." ucap dokter Adi.
"Tapi aku ingin menanyakannya sekarang!" paksa Lia. Dokter Adi berbalik menghadap Lia.
"Ini sudah larut malam Lia!" Dokter Adi mencoba memberi penjelasan dengan lembut pada Lia.
"Aku mau membahasnya sekarang juga!" Lia tetap memaksa untuk membahas apa yang ada dalam pikirannya itu saat itu juga.
"Aku ingin segera beristirahat!" terangnya.
"Kamu tidak boleh beristirahat sebelum menjelaskannya padaku!" seru Lia. Lia mulai bertingkah kekanak-kanakkan dan itu membuat dokter Adi semakin merasa lelah. Dokter Adi menghela nafasnya dengan kasar.
"Apa yang mau kamu tanyakan?" tanya dokter Adi sambil berjalan kembali mendekati Lia.
"Aku menemukan sebuah foto..."
__ADS_1
"Apa kalau aku menjelaskan yang sebenarnya tentang foto itu, kamu akan mempercayai semua penjelasanku?" potong dokter Adi. Lia tersentak dan terdiam, jantungnya berdebar dengan sangat kencang. Reaksi dari dokter Adi sangat tidak terduga untuknya, biasanya suaminya itu akan terus mengalah padanya tapi kali ini tidak.
"Aku sudah memberi bukti kalau kita sudah menikah dan kita benar-benar saling mencintai serta sangat bahagia dengan pernikahan kita pun kamu masih saja tidak bisa mempercayainya, bahkan kamu malah menyatakan kalau kamu tidak memiliki perasaan sedikit pun yang tertinggal untukku." ucap dokter Adi.
"Sekarang kamu akan menanyakan hal yang lebih kompleks lagi." lanjutnya.
"Apa kamu yakin akan bisa mempercayai ceritaku kali ini?" tanya dokter Adi. Lia terus terdiam, ia hanya bisa menatap kedua mata dokter Adi tanpa bisa berkata apa-apa.
Dokter Adi menghela nafasnya perlahan untuk menenangkan dirinya yang mulai terbawa perasaannya. Ia memandangi wajah cantik wanita yang sangat dicintainya itu.
"Ada cerita yang sangat rumit di balik foto itu, mengapa ada fotomu bersama dengan pria lain? Mengapa foto itu ada di tempatku? Semua ada alasannya. Percayalah, kamu tidak akan mudah mempercayai ucapanku tentang foto itu!" ucap dokter Adi.
"Carilah orang yang bisa kamu percaya dan tanyakan tentang foto itu padanya!" lanjutnya. Lia tertunduk, ia memikirkan semua ucapan dokter Adi itu. Dokter Adi benar, ia mungkin tidak akan begitu saja mempercayai ucapan dokter Adi tentang cerita di balik foto itu, terlebih lagi kalau ucapan dokter Adi itu membenarkan dirinya.
"Lalu aku harus bertanya pada siapa?" tanya Lia di dalam hatinya.
"Aku sangat lelah hari ini, aku akan membersihkan diri dan pergi tidur." ucap dokter Adi tiba-tiba. Suara dokter Adi itu memecah lamunan Lia. Dokter Adi tersenyum lembut pada Lia, lalu perlahan ia membalikan badannya dan hendak meninggalkan Lia yang masih terpaku. Tapi tiba-tiba langkahnya terhenti, dokter Adi kembali membalikkan tubuhnya menghadap Lia. Sejenak ia hanya menatap wajah Lia lalu menghela nafasnya perlahan.
"Apa aku boleh tidur bersamamu malam ini?" tanya dokter Adi pelan. Meskipun ia menyampaikannya dengan suara yang pelan tapi ucapannya itu berhasil membuat Lia tersentak, ia sangat terkejut mendengarnya.
__ADS_1
...