Cinta Dokter (Dokter Cinta Season 2)

Cinta Dokter (Dokter Cinta Season 2)
#Tiga Puluh Satu


__ADS_3

"Apa aku perlu membantu dokter untuk meluruskan cerita ini pada Lia?" tanya suster Indah.


"Percuma!" ucap dokter Adi pelan.


"Kamu adalah orang yang bekerja bersamaku, sudah pasti Lia akan menilai kita dekat dan mungkin saja dia akan mengira kita bekerja sama untuk menipunya." terang dokter Adi.


"Aku sudah mencoba untuk menjelaskan pada Lia tapi dia sudah terlanjur mempercayai semua yang Rina ceritakan padanya." tambahnya. Suster Indah menganggukkan kepalanya pelan.


"Karakter Lia yang sekarang sangat berbeda jauh dengan karater Lia yang dulu." ungkap dokter Adi.


"Kenapa bisa begitu, dok?" tanya suster Indah.


"Entahlah, aku juga belum bisa mengertinya!" jawab dokter Adi.


"Dokter kan seorang psikiater yang berpengalaman, seharusnya dokter bisa mengerti dengan mudah dong!" tukas suster Indah.


"Terkadang, lebih mudah mempelajari karakter orang lain dibandingkan dengan karakter pasangan kita sendiri!" terang dokter Adi.


"Kita sudah terbiasa dengan karater pasangan kita yang sebelumnya dan begitu terjadi hal seperti ini, kita akan mengalami shock tersendiri dan menjadi lebih sulit lagi untuk mengertinya." jelasnya.


"Ya, dok!" Suster Indah menganggukkan kepalanya pelan.


"Terlebih lagi sekarang, Lia benar-benar menolakku." ungkap dokter Adi.


"Maksud dokter?" tanya suster Indah bingung.


"Lia sudah tidak memiliki kepercayaan sedikitpun padaku." jawab dokter Adi.


"Dia tidak mempercayai semua penjelasan dan ceritaku, bahkan dia tidak percaya kalau kami adalah sepasang suami-istri!" lanjutnya.


"Hah?! Yang benar dok?!" seru suster Indah tak percaya.


"Tapi sewaktu di rumah sakit, dia terlihat seperti baik-baik saja pada dokter dan bisa menerima dokter." lanjutnya. Dokter Adi menggelengkan kepalanya.


"Dia tidak baik-baik saja!" tegasnya.

__ADS_1


"Dia terus memprotes kalau aku melakukan kontak fisik dengannya, bahkan dia menolak untuk tidur satu ranjang denganku!" lanjut dokter Adi. Suster Indah terkejut mendengar cerita atasannya itu.


"Kalau begitu..." ucapnya pelan.


"Berarti dokter sangat kesepian selama ini!" seru suster Indah. Dokter Adi tersentak.


"Kalian kan selalu mengumbar kemesraan di rumah sakit ini tapi sekarang dokter sama sekali tidak bisa menyentuhnya!" sindri suster Indah.


"Kamu terlihat bahagia sekali!" protes dokter Adi. Suster Indah tertawa terbahak-bahak karena berhasil menggoda dokter Adi.


"Bagaimana rasanya tidak bisa menyentuh istri sendiri dok?" goda suster Indah. Dokter Adi melengos dan berlalu dari hadapan suster Indah dengan ekspresi wajah kesal.


"Dokter pasti kedinginan setiap malam!" lanjut suster Indah sambil melangkah cepat mengikuti langkah dokter Adi.


"Diam kamu!" seru dokter Adi kesal. Melihat atasannya yang semakin kesal itu, suster Indah malah bertambah senang menggodanya.


"Apa perlu Dimas dan Rio menemani dokter setiap malam? Kan perasaan kalian sekarang sama, sama-sama kesepian!" ejeknya. Suster Indah terbahak-bahak hingga meneteskan air mata dari sudut matanya.


...


"Wah, aku terharu! Sekarang kamu jadi sering mengunjungiku di sini!" ucap suster Rina begitu melihat kalau yang mengunjunginya adalah dokter Adi.


"Ada hal penting yang harus kutanyakan padamu!" terang dokter Adi.


"Apa kita masih memiliki urusan penting berdua?" tanya suster Rina. Dokter Adi terdiam sejenak, ia hanya menatap kedua mata suster Rina dengan seksama.


"Apa Lia juga ikut mengunjungiku lagi hari ini?" tanya suster Rina. Dokter Adi menggeleng pelan.


"Sayang sekali!" sesal suster Rina.


"Kupikir dia akan sangat penasaran dengan apa yang sudah kuceritakan padanya!" tambahnya. Dokter Adi tersentak.


"Sebenarnya apa yang sudah kamu ceritakan pada Lia?" tanya dokter Adi akhirnya. Suster Rina tersenyum lembut.


"Hmm.. ada banyak hal yang sudah kuceritakan padanya!" jawab suster Rina.

__ADS_1


"Jawab yang jelas Rin!" seru dokter Adi. Suster Rina terdiam sejenak, ia menatap mantan kekasihnya itu dengan seksama.


"Kamu memintaku untuk membantunya mengembalikan ingatannya, jadi aku ceritakan semuanya yang kupikir akan membantunya mengembalikan kenangan di masa lalunya!" ungkap suster Rina.


"Kamu juga menceritakan kalau kita pernah memiliki hubungan khusus?" tanya dokter Adi lagi.


"Sudah kubilang kalau aku menceritakan semuanya!" terang suster Rina.


"Seharusnya kamu bisa memilah mana yang lebih dulu untuk diungkapkan padanya dan mana yang seharusnya bisa kamu tunda untuk dia ketahui, Rina!" ucap dokter Adi. Ia terlihat sedikit terbawa perasaannya.


"Kamu meminta aku untuk mengembalikan ingatannya kan?! Kenapa kamu sekarang menyalahkan aku setelah aku melakukan apa yang kamu inginkan?" tukas suster Rina.


"Apa kamu sudah menceritakan padanya kalau hubungan kita itu sudah lama berakhir? Apa kamu juga sudah menceritakan kalau aku dan Lia saling mencintai?" cecar dokter Adi.


"Aku belum sempat menceritakan akhirnya tapi Lia sudah terlebih dahulu meninggalkan ruang kunjungan saat itu." jawab suster Rina.


"Hassh!" Dokter Adi mengacak-acak rambutnya, ia terlihat sedikit frustasi dengan apa yang baru saja diketahuinya.


"Kupikir kamu sudah berubah, Rin!" ucap dokter Adi pelan. Suster Rina menatap kedua mata dokter Adi dengan intens.


"Aku sudah menaruh kepercayaan padamu karena kupikir kamu sudah belajar dari apa yang sudah terjadi pada kita sebelumnya." lanjutnya. Dokter Adi terlihat sangat menyesal telah mempercayai mantan kekasihnya itu.


"Aku sudah bertanya sebelumnya kan padamu, apa aku bisa kembali dipercaya olehmu?" ucap suster Rina pelan.


"RINA!" seru dokter Adi marah, ia memukul meja yang ada di hadapannya dengan kuat.


"Kamu satu-satunya orang yang tertinggal diingatan Lia! Kamu satu-satunya orang yag dipercaya Lia saat ini! Seharusnya kamu bisa membantunya mengembalikan kenangan yang baik padanya bukan kembali membuat luka untuknya!" tukas dokter Adi.


"Aku benar-benar kecewa padamu, Rin! Kamu sudah keterlaluan!" ucap dokter Adi. Ia beranjak dari tempat duduknya dan hendak meninggalkan suster Rina dengan perasaan kesal yang masih memenuhi hatinya.


"Apa kamu yakin kalau ingatan Lia akan kembali?" ucap suster Rina pelan sesaat sebelum dokter Adi membuka pintu ruang kunjungan itu. Dokter Adi yang mendengar ucapan suster Rina itu, spontan menghentikan langkahnya.


"Kalau terlalu sulit untuk mengembalikan cinta yang lama, kenapa tidak kamu coba untuk memulai cinta yang baru?" tanya suster Rina. Dokter Adi tersentak, ia membalikan tubuhnya kembali menghadap suster Rina.


"Ma.. maksudmu?" tanya dokter Adi bingung.

__ADS_1


...


__ADS_2