Cinta Dokter (Dokter Cinta Season 2)

Cinta Dokter (Dokter Cinta Season 2)
#Enam Puluh Dua


__ADS_3

"Maaf! Maaf kalau aku terlalu memaksamu!" ucap dokter Adi pelan. Jantungnya berdebar kencang, ia merasa sangat takut kalau trauma istrinya itu kembali karena Lia terlihat sama seperti ketika ia pertama kali melihat orang-orang jahat yang melecehkannya itu.


Dokter Adi mengusap-usap punggung Lia agar istrinya itu bisa merasa lebih baik dan lebih tenang. Lia memeluk tubuh suaminya itu dengan sangat erat.


"Maafkan aku ya, sayang!" bisiknya setelah Lia terlihat sudah stabil. Lia menggelengkan kepalanya.


"Bukan karena itu!" tukas Lia. Dokter Adi mengerutkan keningnya.


"Lalu?" tanyanya. Lia melepaskan pelukannya dan tubuhnya dari dekapan dokter Adi. Ia mengangkat kepalanya dan menatap wajah suaminya itu dengan seksama. Dokter Adi terpaku, sejenak ia seperti melihat Lia yang dikenalnya dulu.


"Apa ingatannya sudah kembali?" tanya dokter Adi dalam hatinya.


"A.. apa kamu mengingat sesuatu?" tanya dokter Adi pada Lia. Lia menggelengkan kepalanya pelan dan menghela nafasnya.


"Pria menyeramkan yang ada di mimpiku waktu itu muncul lagi!" ungkap Lia akhirnya, suaranya terdengar sangat pelan dan bergetar, dan dokter Adi merasa sangat sedih melihat pujaan hatinya itu terlihat menyedihkan seperti itu.

__ADS_1


Dokter Adi kembali membelai lembut rambut lurus Lia dan dengan lembut mencium kening istrinya itu.


"Kamu tidak perlu takut dengan apapun juga, aku akan selalu menjagamu!" ucapnya dengan suara berbisik. Lia menatap kedua mata suaminya itu dengan seksama.


"Sebenarnya siapa dia? Kenapa dia terus muncul di benakku?" tanya Lia. Matanya mulai terlihat berkaca-kaca. Dokter Adi terdiam, Lia terus saja menatapnya seakan memohon penjelasan dari suaminya itu.


"Sepahit apapun itu kumohon ceritakan yang sebenarnya padaku!" pinta Lia.


"Aku tidak sanggup menceritakannya lagi, Lia!" batin dokter Adi.


"Pria itu bagian dari masa lalumu." jawab dokter Adi akhirnya. Lia terdiam terpaku, ia terlihat sangat terkejut dengan ucapan suaminya itu. Lia tidak benar-benar menginginkan kalau pria kekar dan bayangan menyeramkan yang sering menghantuinya itu menjadi bagian dari kehidupannya meskipun hanya sebagai masa lalunya.


"Peristiwa itu pernah terjadi di masa lalumu!" ungkap dokter Adi lagi. Perlahan air mata Lia mengalir ke pipinya.


"Mereka yang menyebabkan kamu bisa mengalami gangguan jiwa." tambah dokter Adi. Jantung Lia terasa seperti beehenti berdetak. Dokter Adi menatap kedua mata cantik istrinya itu dengan seksama, ia memperhatikan bagaimana reaksi Lia.

__ADS_1


"Apa yang terjadi padaku saat itu?" tanya Lia, suaranya terdengar sangat pelan dan nyaris saja tidak terdengar oleh dokter Adi.


"Apa yang mereka lakukan padaku?" cecar Lia. Dokter Adi menghela nafasnya, ia merasa tidak sanggup untuk menceritakannya pada istrinya itu.


"Apa yang terjadi?" desak Lia.


"Mereka melecehkanmu secara bergilir." jawab dokter Adi pelan. Tepat seperti dugaan dokter Adi, Lia terlihat sangat shock mengetahuinya, bahkan Lia menangis tanpa suara.


"Maafkan aku!" ucap dokter Adi pelan.


"Sebenarnya aku tidak ingin menceritakan ini padamu, aku malah bersyukur kamu melupakan kenangan itu!" ungkapnya. Air mata Lia semakin deras mengalir, nafasnya pun tampak tersengal-sengal.


"Tapi kamu sudah melalui semuanya, sayang!" hibur dokter Adi. Ia kembali membelai rambut istrinya yang cantik itu.


"Kamu wanita yang kuat dan hebat!" pujinya. Mendengar ucapan suaminya itu akhirnya tangis Lia pun pecah, dengan lembut dokter Adi kembali mendekap tubuh mungil istrinya itu.

__ADS_1


...


__ADS_2