Cinta Dokter (Dokter Cinta Season 2)

Cinta Dokter (Dokter Cinta Season 2)
#Tiga Puluh Sembilan


__ADS_3

"Tidak biasanya dokter mengajak Lia ke sini!" ucap Dimas. Dokter Adi tersenyum lembut sambil mempererat genggaman tangannya pada tangan Lia.


"Iya! Lia ingin sedikit mengenang di sini!" jawab dokter Adi. Lia tersentak mendengar ucapan dokter Adi barusan.


"Mengenang?" batinnya. Jantungnya mulai berdetak lebih cepat dari sebelumnya lagi, kali ini debarannya lebih kuat hingga membuat dadanya terasa sedikit sesak.


"Dokter kan harus mengurus pasien, kalau begitu saya saja yang menemani Lia mengenang tempat ini!" seru suster Indah. Mendengar ucapan suster Indah itu, dokter Adi langsung menatapnya dengan tatapan tajam.


"Kamu lupa kalau itu juga pekerjaanmu?" sindir dokter Adi. Ekspresi wajah suster Indah seketika berubah, ia mengerutkan bibirnya dan terlihat kesal, sementara itu Dimas dan Rio terbahak-bahak melihat peristiwa itu.


"Tapi saya kan mau menemani istri dokter!" gerutu suster Indah.


"Saya tidak mau mengorbankan pekerjaanmu demi urusan pribadi saya." tukas dokter Adi. Mendengar ucapan dokter Adi, Dimas dan Rio semakin terbahak-bahak.


"Daripada Indah, lebih baik kami yang menemani saja yang menemani Lia, dok!" celetuk Dimas.


"Iya benar, dok!" timpal Rio.


"Kami sudah menyelesaikan pekerjaan kami siang ini, jadi kami bisa sedikit bersantai-santai sambil menemani Lia menghabiskan waktu di sini!" tambahnya. Dokter Adi menatap kedua perawat itu dengan tatapan curiga.


"Kasihan Lia kalau harus menunggu dokter menyelesaikan pekerjaan di sini!" tukas Dimas.


"Kami akan menjaga dan menemani Lia dengan baik, dok!" sambung Rio.


"Saya tidak percaya pada kalian berdua!" ucap dokter Adi.

__ADS_1


"Ah dokter! Bahkan setelah berhasil menikahi wanita tercantik di sini ini pun, dokter masih tidak mempercayai kami!" canda Rio. Mendengar candaan Rio itu, Lia tersentak.


"Wanita tercantik di sini? Apa yang dia maksud adalah aku?" tanya Lia dalam hati. Perasaannya kembali tak menentu.


"Apa aku sungguh pernah tinggal di tempat ini?" batinnya.


"Iya benar!" timpal Dimas.


"Kami berjanji akan menjaga Lia dengan baik, dok!" seru Dimas. Dokter Adi menghela nafasnya.


"Baiklah! Tapi aku ingin berbicara dahulu dengan kalian berdua!" ucap dokter Adi.


Dokter Adi mengajak Dimas dan Rio sedikit menjauhi Lia dan suster Indah, sehingga apa yang akan dibicarakannya dengan kedua


"Ada yang ingin saya pesankan sedikit kepada kalian!" ucap dokter Adi.


"Apa itu, dok?" tanya Rio. Dokter Adi menghela nafasnya perlahan, ditatapnya kedua rekan kerjanya itu.


"Saat ini, ingatan Lia belum kembali." ungkap dokter Adi pelan. Dimas dan Rio menganggukkan kepala mereka pelan.


"Tapi semalam dia bermimpi tentang peristiwa buruk yang pernah menimpanya dulu, yang membuatnya bisa berada di rumah sakit ini." terang dokter Adi. Dimas dan Rio tersentak.


"Lalu bagaimana reaksinya, dok?" tanya Dimas.


"Yah begitu! Dia sangat ketakutan!" jawab dokter Adi.

__ADS_1


"Tapi hal itu malah membuatnya ingin mengembalikan semua ingatannya." ungkapnya.


"Saya bingung, jadi sebenarnya Lia sudah mengetahui kisahnya itu atau belum dok?" tanya Rio.


"Belum! Lia belum mengetahui yang sebenarnya terjadi, dia hanya mencurigai kalau mimpinya itu adalah bagian dari ingatannya." jawab dokter Adi.


"Dia memintak saya untuk membantunya mengembalikan semua ingatannya itu makanya aku membawanya ke sini." terangnya.


"Tapi saya takut kalau menceritakan semua pengalamanya itu akan membuatnya bersedih dan menderita lagi seperti dulu, saya juga tidak ingin traumanya kembali." tambah dokter Adi.


"Jadi, apa yang akan kita lakukan dok?" tanya Dimas.


"Ajak saja Lia berkeliling, ceritakan semua yang baik yang ada di sini, dan jangan mengungkit tentang keadaannya dulu ketika masih dirawat di tempat ini. Biarkan saja ingatannya tentang tempat ini kembali dengan sendirinya dan secara perlahan-lahan." ucap dokter Adi.


"Kalian bisa kan melakukan itu?" pinta dokter Adi.


"Ya dok!" jawab Dimas dan Rio bersamaan. Dokter Adi menepuk pundak kedua rekan kerjanya itu.


"Saya percaya pada kalian! Saya sangat memohon bantuan kalian!" ucap dokter Adi. Ia tersenyum lembut pada kedua rekan kerjanya itu.


"Kami akan berusaha melakukan yang terbaik untuk mantan pasien kesayangan kami itu, dok!" canda Rio.


"Hei!" gerutu dokter Adi.


...

__ADS_1


__ADS_2