Cinta Dokter (Dokter Cinta Season 2)

Cinta Dokter (Dokter Cinta Season 2)
#Tujuh Puluh Tujuh


__ADS_3

Lia membuka lemari pakaiannya dan menarik salah satu baju tidurnya yang berada di bagian bawah dengan sembarang, kemudian ia bergegas ke kamar mandi yang ada di dalam kamarnya hendak membersihkan diri, mengganti pakaian, dan kemudian pergi tidur. Selesai membersihkan tubuhnya, Lia melepaskan pakaiannya dan menggantinya dengan pakaian tidur yang ia ambil secara sembarang tadi, tapi ia sangat terkejut melihat baju tidur itu, ternyata baju tidur yang diambilnya secara acak itu adalah sebuah lingerie sexy berwarna hitam yang berbahan sutera.


"Baju model apa ini?" ucapnya pelan.


"Hei Lia! Apa kamu dulu sangat mencintai suamimu sampai kamu memanjakannya dengan pakaian seperti ini?" tanyanya pada dirinya sendiri.


"Dasar wanita murahan!" makinya. Meskipun begitu, Via tetap mengenakan lingerie sexy itu karena pakaian sebelumnya sudah ia masukkan pada keranjang pakaian kotor.


Lia membuka pintu kamar mandi itu perlahan, ia mengintip dari balik pintu untuk melihat apa yang sedang suaminya lakukan karena ia malu menggunakan pakaian seperti itu di hadapan suaminya. Kosong! Kamar tidurnya terlihat kosong. Dokter Adi sudah tidak berada di dalam kamar, padahal ia sudah melarangnya untuk keluar dari kamar.


"Di mana dia?" gerutu Lia kesal. Ia keluar dari kamar mandi dan langsung menyambar ponselnya yang tergeletak di ranjang.


"Di mana kamu?" gumamnya pelan sambil mengetikkan kata-kata itu ke layar ponselnya dan mengirimkan ke ponsel suaminya. Tak lama kemudian masuk pesan balasan dari dokter Adi.


"Di dapur."


"Sedang apa?"

__ADS_1


"Aku sedang minum, aku haus!"


"Aku sudah bilang kalau kamu tidak boleh keluar dari kamar ini kan?!"


"Aku haus sayang, aku hanya mengambil air minum." Dokter Adi mencoba menjelaskan pada Lia, tapi istrinya itu sepertinya tidak percaya.


"Bohong! Kamu pasti sengaja menemui mantan kekasihmu itu selagi aku mandi!" Lia terlihat kesal, pemikiran-pemikiran negatif menguasai seluruh pikirannya.


"Kenapa dia tidak membalas chatku lagi?" gumam Lia pelan. Tiba-tiba pintu kamarnya terbuka dan muncul sosok suaminya itu dari balik pintu.


Lia terkejut melihat dokter Adi yang tiba-tiba saja muncul, begitu juga dokter Adi, ia bahkan sangat terkejut melihat istrinya itu dalam balutan lingerie sexy berwarna hitam.


"Kamu mengejutkanku!" seru Lia sambil membalikkan tubuhnya karena ia menyadari kalau dokter Adi memperhatikan pakaiannya itu dan ia merasa sangat malu. Perlahan dokter Adi menyelipkan tangannya ke sela-sela antara tangan dan pinggang Lia. Ia mendekap tubuh Lia dari belakang. Lia yang terkejut langsung menghempaskan kedua tangan itu dan berlari ke ranjangnya. Ia menjatuhkan tubuhnya di ranjang dan menutupi tubuhnya itu dengan selimut.


Dokter Adi mengikuti istrinya, ia juga naik ke ranjangnya dan masuk ke dalam selimut.


"Baju itu pertama kali kamu pakai saat malam pertama!" bisiknya tepat di telinga Lia. Hembusan nafas dokter Adi yang mengenai telinga Lia membuatnya bergetar geli. Dokter Adi kembali menyusupkan tangannya ke celah antara tangan Lia dan pinggangnya lalu menarik tubuh Lia agar mendekat pada tubuhnya. Lia tersentak, seketika wajahnya memerah.

__ADS_1


"Kamu sengaja mengenakan pakaian ini lagi untuk menggodaku, kan?!" terka dokter Adi dengan nada bicara yang menggoda.


"Tidak!" bantah Lia.


"Aku hanya salah menarik pakaian dari dalam lemari!" terangnya.


"Bohong!" tukas dokter Adi.


"Sungguh!" seru Lia. Dokter Adi menghela nafasnya pelan. Lia membalikkan tubuhnya menghadap dokter Adi.


"Kalaupun aku mengenakan pakaian ini untuk menggodamu, memangnya kenapa?" ucap Lia tiba-tiba.


"Setidaknya aku menggoda suamiku sendiri bukan seperti mantan kekasihmu itu yang mencoba menggoda suami orang lain!" lanjutnya.


"Dia tidak mencoba menggodaku Lia, dia..." Belum sempat dokter Adi menyelesaikan kata-katanya, Lia sudah bangkit dan duduk di ranjang lalu ia menurunkan salah satu tali lingerie yang dikenakannya itu.


"Bagaimana menurutmu, lebih cantik aku atau dia?" tanya Lia tiba-tiba dengan nada bicara dan pose yang menggoda. Seketika dokter Adi terdiam, terpaku, dan terpesona dengan apa yang terlihat dihadapannya itu.

__ADS_1


...


__ADS_2