
Dokter Adi membawa Lia pergi ke Mall tempat pertama kalinya mereka bertemu Andre dan Bima setelah sekian lama Lia berada di rumah sakit. Mereka berjalan beriringan, ketika langkah kaki mereka memasuki pintu utama Mall itu, tiba-tiba sebuah perasaan familiar merasuk dalam benak Lia. Ia bisa merasakan kalau ia sudah pernah mengunjungi Mall itu sebelumnya.
"Saya calon suaminya Lia!" Lia menghentikan langkah kakinya begitu tiba-tiba di telinganya terdengar suara seorang pria. Lia menoleh ke kanan dan kirinya tetapi tidak ada satupun pria yang berada sangat dekat dengannya sehingga suaranya bisa masuk ke dalam pendengaran Lia dan terdengar begitu jelas. Lia memperhatikan dokter Adi, tapi suaminya itu terlihat sedang sibuk memperhatikan toko yang menjual ponsel dan tidak terlihat kalau suara itu berasal darinya.
"Saya calon suami Lia!" Suara itu kembali terdengar di teoinga Lia tapi kali ini dibarengi dengan sebuah ingatan yang terlintas dibenak Lia.
Lia tersentak, dihadapannya berdiri pria yang ada di foto waktu itu bersamanya, tapi pria itu menggendeng seorang anak perempuan.
"A.. apa ini?" tanya Lia dalam hatinya. Tiba-tiba Lia merasakan seseorang meraih tangannya dan menggandengnya dengan lembut dan mesra. Lia menoleh ke arah orang yang menggenggam tangannya itu dan ia terkejut ternyata orang itu adalah dokter Adi. Lia tidak mengerti dengan apa yang terjadi di hadapannya ini.
"Anda siapanya Lia ya?" tanya dokter Adi pelan.
"Saya temannya Lia." jawab pria yang ada di foto itu, ia terlihat salah tingkah.
"Oh temannya, saya pikir mantan pacarnya Lia karna tadi menatap saya dengan pandangan tidak suka seperti itu." tukas dokter Adi santai. Lia mengalihkan pandangannya dari pria itu ke dokter Adi.
__ADS_1
"Bu.. bukan, saya bukan tidak suka." bantah pria itu terbata-bata.
"Ha.. ha.. ha... Ya sudah tidak apa-apa!" ucap dokter Adi. Dokter Adi menatap Lia yang tidak berkata apa-apa.
"Kamu kenapa sayang, kok diam saja?" tanya dokter Adi.
"Hah?!" Lia tersentak.
"Kamu kenapa Lia?" Tiba-tiba terdengar suara dokter Adi yang berhasil menyadarkan Lia dari bayangan-bayangan masa lalunya itu. Lia terlihat sangat kikuk.
"A.. aku.." Lia terlihat kikuk tapi ia membiarkan suami yang tidak dikenalnya itu menggenggam mesra jari-jarinya.
"Kamu baik-baik saja kan?!" tanya dokter Adi lagi. Lia menganggukkan kepalanya.
"Iya, aku baik-baik saja!" jawab Lia.
__ADS_1
"Itu tokonya di sebelah sana!" ucap dokter Adi sambil menunjukkan toko ponsel yang akan dituju mereka.
"Ayo!" ajak dokter Adi. Lia menganggukkan kepalanya. Mereka kembali berjalan beriringan menuju toko ponsel itu tapi kali ini tangan mereka saling terpaut. Tanpa sepengetahuan dokter Adi, Lia terus menatapi wajah tampan suaminya itu.
"Apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Lia dalam hati.
"Apa bayangan tadi juga merupakan masa laluku?" lanjutnya.
"Terkadang dia muncul di dalam bayanganku sebagai sosok yang sangat jahat tapi tadi dia memperlakukan dengan sangat baik!" tambah Lia.
"Apa memang sebenarnya dia orang yang baik padaku?" batin Lia. Memikirkan hal itu membuat jantung Lia berdebar dengan lebih kencang dari sebelumnya.
"Dia juga cukup tampan!" puji Lia dalam hati. Sesaat setelah kata-kata itu terucap di hatinya, seketika wajah Lia memerah. Ia segera memalingkan pandangannya dari suami tampan yang tidak dikenalnya itu.
...
__ADS_1