
"Ayo jelaskan yang sebenarnya!" cecar Lia, ia memutar tubuhnya menghadap dokter Adi. Dokter Adi yang masih bingung akan menjelaskan seperti apa pada Lia, mencoba untuk bangkit dan duduk berhadapan dengan Lia di ranjang.
Sejenak dokter Adi hanya menatap Lia tanpa berkata apa-apa dan itu membuat Lia semakin curiga dengannya.
"Aku sudah mengenal Rina jauh sebelum aku mengenalmu." ucap dokter Adi pelan. Seketika jantung Lia berdebar dengan kencang dan tak beraturan, ia teringat dengan ucapan suster Rina padanya waktu itu.
"Kami saling mengenal sejak kami masih bersekolah di SMA." lanjut dokter Adi.
"Berarti benar yang dikatakan suster Rina waktu itu!" gumam Lia pelan. Dokter Adi tersentak.
"Apa yang dikatakan Rina padamu?" tanyanya penasaran.
"Tidak! Dia tidak mengatakan apa pun!" tukas Lia.
"Aku mendengar ucapanmu tadi, Lia!" ucap dokter Adi.
"Kamu belum berhak bertanya padaku tentang apa yang suster Rina katakan karena kamu belum menjawab pertanyaanku dan belum menjelaskan semuanya!" seru Lia. Dokter Adi terdiam.
"Cepat ceritakan semuanya padaku!" paksa Lia.
__ADS_1
"Apa lagi yang mau kamu tahu tentang kami berdua?" tanya dokter Adi.
"Semuanya!" seru Lia.
"Kalian mempunyai hubungan khusus kan?!" terka Lia.
"Atau kalian saling memiliki perasaan saat SMA?" cecarnya.
"Dan Dina... apa dia adalah anak kalian?" tanya Lia, suaranya terdengar bergetar. Dokter Adi sangat terkejut mendengar pertanyaan Lia yang terakhir. Ditatapnya kedua mata Lia itu dengan seksama, perlahan mata Lia mulai memerah dan terlihat berair.
"Aku benar-benar terkejut dengan pertanyaan terakhirmu itu." ucap dokter Adi.
"Ya! Aku dan Rina memang pernah menjalin hubungan ketika kami masih SMA..." ungkap dokter Adi. Pengakuan dokter Adi itu membuat Lia sangat terkejut, ia tidak percaya kalau ucapan suster Rina ternyata memang benar.
"Tapi hubungan kami sudah lama berakhir, aku sudah tidak memiliki perasaan sama sekali padanya!" aku dokter Adi. Jantung Lia berdebar dengan lebih kencang lagi hingga membuat dadanya terasa sesak.
"Dan Dina bukan anakku! Bahkan kami tidak memiliki hubungan darah sama sekali!" terang dokter Adi. Tanpa disadari, Lia mulai meneteskan air matanya dan itu membuat dokter Adi terkejut serta merasa bersalah.
"Apa dulu aku mengetahui semuanya ini?" tanya Lia. Dokter Adi menganggukkan kepalanya pelan.
__ADS_1
"Perasaanku dulu pasti sangat sakit melihat kalian!" ucap Lia pelan. Ia mengusap kedua pipinya yang mulai basah karena air mata.
"Kenapa kamu harus merasa sakit?" tanya dokter Adi.
"Aku sangat mencintaimu dan kamu sangat mencintaiku, apa yang salah? Apa yang membuatmu harus merasa sakit?" lanjutnya. Lia menatap dokter Adi dengan tajam.
"Berada di tengah-tengah orang yang pernah saling mencintai pasti terasa sangat sakit!" seru Lia kesal. Dokter Adi menghela nafasnya dengan kasar, ia terlihat bingung akan menjelaskan pada Lia seperti apa lagi.
"Suster Rina sudah menceritakan semuanya tentang kalian!" ucap Lia tiba-tiba. Dokter Adi tersentak.
"Menceritakan semuanya? Apa yang diceritakannya?" tanya dokter Adi penasaran.
"SEMUANYA!" seru Lia marah.
"Aku mencoba mencari sesuatu di dalam rumah ini untuk membuktikan kalau ucapan dan ceritanya itu tidak benar..." terang Lia di sela-sela tangisnya.
"Tapi ternyata semuanya benar!" sesalnya. Lia menutupi wajahnya dengan kedua tangannya.
...
__ADS_1