
"Terima kasih kalian sudah mengantarkan kami!" ucap suster Rina pada dokter Adi dan Lia.
"Terima kasih tante dan om!" sambung Dina. Lia hanya membalas ucapan terima kasih itu dengan sebuah senyuman, tapi senyuman itu hanya ditujukan untuk Dina.
Lia dan dokter Adi kembali masuk ke dalam mobil mereka. Seperti biasanya, dokter Adi memasangkan seat belt pada tubuh Lia, ketika ia mengangkat kepalanya menghadap wajah Lia, ternyata Lia pun sedang memperhatikannya.
"Kenapa?" tanya dokter Adi. Lia tidak menjawab pertanyaan suaminya itu, ia hanya terus menatapnya.
"Lia!" panggil dokter Adi lembut.
"Bolehkah aku meminta sesuatu?" tanya Lia tiba-tiba.
"Apa itu?" ucap dokter Adi balik bertanya sambil membenarkan posisi duduknya.
"Bisakah kamu tidak lagi berhubungan dengan mantan kekasihmu itu?" pinta Lia pelan. Matanya menatap lekat ke mata dokter Adi. Dokter Adi sedikit terkejut mendengar permintaan istrinya itu. Sejenak suasana di dalam mobil terasa sangat hening.
"Apa sangat berat bagimu untuk tidak berhubungan lagi dengan mantan kekasihmu itu?" tuduh Lia.
"Kalau memang berat, bagaimana kalau tidak berhubungan lagi denganku?" lanjut Lia.
"Aku tidak bisa melihat kalian terus berhubungan di hadapanku! Aku sudah terlalu muak!" tambahnya. Dokter Adi menghela nafasnya, lalu ia tersenyum lembut pada wanita cantik yang duduk di hadapannya itu.
__ADS_1
"Bisa!" ucapnya tegas. Lia tampak sedikit terkejut dengan jawaban dari suaminya itu, ia mengira suaminya itu akan sedikit melakukan perlawanan untuk bisa tetap menjalin hubungan dengan suster Rina, tapi ternyata tidak!
"Sekarang kamu terlihat benar-benar seperti manusia biasa." ucap dokter Adi pelan. Ucapan dokter Adi itu membuat Lia tersadar dari lamunannya.
"Maksudmu?" ucapnya bingung.
"Dulu, sikapmu sangat berbeda dengan orang kebanyakan." ungkap dokter Adi. Kening Lia berkerut, ia masih bingung dengan ucapan suaminya barusan.
"Bagiku, kamu terlalu baik, sikapmu itu tidak seperti manusia biasa melainkan seperti seorang malaikat!" lanjut dokter Adi.
"Jadi menurutmu sekarang aku tidak baik lagi?" tukas Lia.
"Bukan begitu!" bantah dokter Adi.
"Dulu, kamu bahkan bisa memaafkan orang yang berbuat jahat padamu, kamu jarang sekali marah, dan kamu tidak pernah mencemburuiku." lanjut dokter Adi.
"Dan sekarang, sifat dan sikapmu berkebalikan dari semua itu." tambahnya. Lia memalingkan wajahnya dari dokter Adi sambil menghela nafasnya dengan kasar.
"Tapi... aku akan menuruti apa yang kamu minta itu!" seru dokter Adi.
"Karena aku menyukainya!" lanjutnya.
__ADS_1
"Aku bahagia bisa merasakan dicemburui olehmu!" ungkap dokter Adi.
"Kalau begitu mulai sekarang kamu tidak boleh berhubungan dengan mantanmu itu!" ucap Lia.
"Baiklah, tapi kamu juga harus memperlakukanku selayaknya seorang suami!" tukas dokter Adi. Lia terdiam sambil menatap kedua mata suaminya itu.
"Kamu harus melakukan apa yang menjadi kewajiban dari seorang istri dan aku akan memberikan hakmu sebagai seorang istri." lanjut dokter Adi.
"Oh iya, kamu juga tidak boleh jatuh cinta lagi pada pria mana pun!" tambahnya.
"Bagaimana? Apa kamu sepakat?" tanya dokter Adi. Lia masih saja terdiam, tapi kali ini ia menatap lurus ke arah jalan yang ada di hadapannya.
"Kalau kamu tidak sepakat, aku akan terus berhubungan dekat dengan Rina." ancam dokter Adi.
"Karena kamu pasti mengerti, aku seorang pria dewasa, aku butuh sosok perempuan yang bisa menyayangiku, berada di sisiku." akunya. Lia tersentak mendengar ucapan suaminya itu. Ia memang tidak ingin dokter Adi kembali dekat dengan suster Rina, tapi dia juga masih merasa canggung dengan suaminya itu apalagi harus melakukan semua hal yang biasa dilakukan pasangan suami istri.
"Aku tidak akan memaksamu..."
"Baiklah! Asalkan kamu tidak kembali menjalin hubungan dengan wanita itu, aku akan memperlakukanmu dengan baik!" ucap Lia akhirnya.
Dokter Adi menatap setiap sisi wajah Lia, ia merasa sangat bahagia karena akhirnya Lia mau memperlakukannya selayaknya seorang suami dan ia juga berharap perlahan cinta Lia untuknya akan kembali. Dengan cepat ia mengecup lembut pipi istri cantiknya itu dan kecupannya itu membuat Lia sangat terkejut.
__ADS_1
"Hei!" seru Lia marah. Dokter Adi tertawa kecil sambil mulai menjalankan mesin mobilnya.
...