Cinta Dokter (Dokter Cinta Season 2)

Cinta Dokter (Dokter Cinta Season 2)
#Dua Puluh Delapan


__ADS_3

"Ada satu lagi yang ingin kutanyakan!" ucap Lia.


"Apa lagi yang mau dia tanyakan? Apa dia menemukan hal lain?" batin dokter Adi. Jantungnya mulai berdebar tak karuan karena ia tidak bisa menerka apa yang akan Lia tanyakan lagi padanya.


"A.. apa itu?" tanya dokter Adi gugup.


"Aku menemukan foto lain!" ucap Lia. Ucapan Lia itu membuat dokter Adi berdebar lebih kencang lagi.


"Foto lain? Foto apa lagi?" Dokter Adi terlihat bingung, ia merasa tidak ada lagi foto yang ia sembunyikan dari Lia.


"Aku menemukan foto di laci meja kerjamu!" ungkap Lia.


"Foto di laci?" Dokter Adi berusaha untuk mengingat-ingat foto apa yang ada di dalam laci meja kerjanya itu.


"Fotomu bersama dengan suster Rina!" seru Lia kesal karena dokter Adi terlihat seperti tidak mengerti dengan foto yang dimaksud olehnya.


"Hah?!" Dokter Adi tersentak, ia terlihat sangat terkejut.


Dokter Adi beranjak dari tempat tidurnya, ia bergegas menuju meja kerjanya untuk memastikan foto apa yang dimaksud oleh istrinya itu. Dokter Adi membongkar laci kerjanya dengan cepat dan akhirnya ia menemukan sebuah foto yang berada dalam bingkai.

__ADS_1


"Foto ini yang kamu maksud?" tanya dokter Adi sambil menunjukkan foto dalam bingkai yang kini berada dalam tangannya. Lia menganggukkan kepalanya dengan cepat.


Dokter Adi membawa foto itu dan kembali ke ranjangnya.


"Apa ada yang aneh dengan foto ini sampai-sampai menimbulkan pertanyaan di otakmu?" tanya dokter Adi. Lia menatap dokter Adi dengan tajam.


"Apa kalian mempunyai hubungan khusus?" tanya Lia to the point.


"HAH?!" Pertanyaan Lia itu membuat dokter Adi sangat terkejut.


"Ini hanya foto bersama dengan semua rekan kerja di rumah sakit, Lia! Bagaimana mungkin kamu bisa menilai kami memiliki hubungan khusus hanya karena foto ini?" protes dokter Adi. Meskipun dokter Adi sudah mencoba menjelaskannya pada Lia, tapi Lia masih tetap menatapnya dengan curiga.


Lia merebut foto itu dari tangan dokter Adi, sejenak ia memperhatikan foto itu dan sesaat kemudian kembali menatap suaminya.


"Kalian berdua tampak sangat bahagia di foto ini!" lanjutnya. Dokter Adi tersentak, memang foto itu diambil saat dirinya masih memiliki perasaan pada suster Rina dan dia pun memilih untuk berdiri di dekat suster Rina.


"Apa senampak itu?" tanya dokter Adi dalam hatinya.


"Apa kalian harus berdekatan seperti ini?" tanya Lia curiga.

__ADS_1


"Itu hanya kebetulan, Lia!" tukas dokter Adi. Lia kembali menatap kedua mata dokter Adi.


"Kebetulan yang sangat kebetulan!" ucapnya.


"Sama seperti nama itu!" gumam Lia.


"Nama? Nama apa?" tanya dokter Adi bingung. Jantungnya berdebar tak karuan. Lia bangkit dari ranjang dan duduk dengan menyandarkan punggungnya pada kepala ranjangnya itu.


"Dina!" ucap Lia pelan. Dokter Adi sangat terkejut mendengar ucapan Lia barusan.


"Di.. na...! Adi dan Rina!" lanjut Lia. Ia kembali menatap suaminya itu denga tatapan tajam dan penuh rasa curiga.


"Cocok sekali bukan?! Apa ini juga sebuah kebetulan?" tanya Lia. Dokter Adi terdiam terpaku, ia tidak menyangka kalau Lia akan mengatakan hal seperti itu.


"Kamu dan suster Rina di foto itu tampak sangat bahagia berdekatan, lalu sekarang, kamu dan Dina pun terlihat sangat akrab. Apa kedekatan kalian itu juga sebuah kebetulan? Atau memang ada sesuatu dibalik semuanya itu?" tukas Lia.


"Bicaramu sudah mulai melantur, Lia!" ucap dokter Adi.


"Kalau ucapanku tidak benar, coba ceritakan yang sebenarnya padaku!" seru Lia. Dokter Adi menghela nafasnya, sesungguhnya ia merasa sangat bingung akan menceritakan kisah di antara dirinya dengan suster Rina dan Dina mulai dari mana, kalaupun ia menceritakan yang sebenar-benarnya, itu malah akan membenarkan pemikiran-pemikiran Lia.

__ADS_1


"Ayo jelaskan yang sebenarnya!" cecar Lia, ia memutar tubuhnya menghadap dokter Adi.


...


__ADS_2