Cinta Dokter (Dokter Cinta Season 2)

Cinta Dokter (Dokter Cinta Season 2)
#Enam Puluh


__ADS_3

"Aku mencintaimu!" bisik dokter Adi, perlahan ia melingkarkan tangannya ke pinggang istrinya itu. Lia menghela nafasnya perlahan.


"Emm.. aku penasaran bagaimana pertama kali kita bisa bertemu dan akhirnya seperti ini!" ucap Lia tiba-tiba. Dokter Adi tersentak mendengar ucapan Lia itu.


"Bagaimana pertemuan awal kita?" tanya Lia pada dokter Adi.


"Eee.." Dokter Adi bingung harus bagaimana menjelaskannya pada Lia.


"Aku sudah tahu kalau aku mantan pasienmu, ceritakan saja yang sebenarnya!" ucap Lia.


"Kamu memang tahu kalau kamu pasienku tapi kamu belum tahu kondisimu saat itu seperti apa, sayang!" batin dokter Adi. Ia tersenyum kikuk.


"Sama seperti pertemuan dengan pasien lainnya, kita bertemu saat berkonsultasi!" terang dokter Adi.


"Oh ya?!"


"Bagaimana keadaanku saat itu?" tanya Lia, ia terlihat penasaran.


"Emm..." Dokter Adi kembali merasa bingung.


"Kenapa?" tanya Lia curiga.


"Ee.. tidak apa-apa! Pertemuan itu sudah sangat lama jadi aku sedikit lupa." tukas dokter Adi. Lia mengerutkan keningnya, ia terlihat sedikit kesal.


"Yang aku tahu, kamu pasienku yang paling cantik!" ungkap dokter Adi. Ia mengecup pipi istrinya itu dengan lembut.

__ADS_1


"Apa kamu seorang dokter mesum?" ejek Lia. Dokter Adi tertawa keras.


"Kalau aku dokter yang mesum, kamu tidak akan pernah jatuh cinta padaku!" tukas dokter Adi.


"Ceritakan bagaimana caranya kita bisa menjalin hubungan sampai akhirnya menikah!" ucap Lia. Lia terlihat sangat penasaran dengan kisahnya di masa lalu itu.


"Emm.."


"Apa sekali melihatku, kamu langsung jatuh cinta?" tanya Lia. Dokter Adi tertawa kecil.


"Tapi, dulu kan kamu sedang berpacaran drngan suster Rina!" lanjut Lia. Seketika ucapan Lia itu membuat tawa dokter Adi terhenti.


"Kamu pasti dokter yang playboy! Sudah memiliki kekasih tapi masih saja bisa menggoda pasiennya!" ejek Lia. Dokter Adi menghela nafasnya.


"Bukan aku yang menggodamu, tapi kamu yang menggodaku hingga aku berpaling dari kekasihku saat itu!" canda dokter Adi.


"Apa benar seperti itu?" tanya Lia. Dokter Adi tidak menyangka kalau candaannya itu ditanggapi serius oleh istrinya.


"Tidak.. tidak! Aku hanya bercanda!" tukas dokter Adi. Lia terdiam sambil menatap kedua mata suaminya itu.


"Tapi suster Rina juga mengatakan hal yang sama!" ucap Lia. Kini berganti dokter Adi yang terkejut mendengar ucapan Lia.


"Rina berbicara seperti itu padamu?" tanya dokter Adi tak percaya. Lia menganggukkan kepalanya.


"Apa aku serendah itu sampai menggoda kekasih orang lain?" gumam Lia.

__ADS_1


"Tidak, Lia! Ucapan Rina itu tidak benar!" Dokter Adi mencoba menjelaskannya pada Lia.


"Tapi tadi kamu juga berkata seperti itu!" tukas Lia.


"Aku hanya bercanda Lia! Aku tidak berkata yang sebenarnya! Sungguh!" terang dokter Adi. Ia mulai panik karena candaannya sendiri.


"Kenapa bisa kebetulan sama seperti itu?" ucap Lia.


"Aku tidak tahu kalau Rina pernah berbicara seperti itu padamu, kalau aku tahu dia pernah berbicara seperti itu, aku tidak akan pernah bercanda seperti ini!" tukas dokter Adi. Lia terdiam, tapi matanya masih terus menatap kedua mata dokter Adi hingga membuat dokter Adi menjadi sedikit kikuk, tapi tiba-tiba saja perlahan air mata mengalir dari mata cantik itu.


"Hei! Kamu menangis?" seru dokter Adi. Mendengar seruan suaminya itu tangis Lia pecah. Lia menangis seperti seorang anak kecil.


"Sayang, kenapa kamu menangis?" tanya dokter Adi sambil mengusap pipi Lia yang basah dengan air matanya, tapi sikap dokter Adi itu membuat tangis Lia semakin kuat. Dokter Adi mendekap tubuh mungil istrinya itu dengan lembut dan mengusap punggungnya agar Lia menjadi sedikit tenang.


"Aku tidak percaya kalau aku adalah wanita serendah dan sejahat itu!" gerutu Lia.


"Tidak, sayang! Kamu tidak seperti itu!" tukas dokter Adi.


"Tidak hanya mantan orang gila, aku juga sangat jahat!" seru Lia memaki dirinya sendiri.


"Tidak, sayang!" bantah dokter Adi.


"Maafkan aku yang bercanda seperti tadi!" pintanya sambil menciumi kepala istrinya itu.


"Kamu adalah wanita terbaik untukku dan aku mencintaimu!" ungkap dokter Adi. Dokter Adi merasa sedikit heran melihat sikap istrinya yang terkadang terasa sangat membencinya tapi terkadang bisa seperti anak kecil yang menangisi hal-hal sepele. Perubahan perasaan Lia sangat drastis dan membingungkannya.

__ADS_1


...


__ADS_2