
Dina bergegas menuju kamar tempatnya menginap selama di rumah dokter Adi untuk mengambilkan ponsel ibunya yang tertinggal.
"Loh, kamu kok kembali ke kamar, Din?" tanya bu Elisa yang kebetulan melihat Dina yang hendak memasuki kamar lagi.
"Iya oma, ponsel mama tertinggal!" jawab Dina. Lia yang mendengar pembicaraan mertuanya dengan anak dari rivalnya itu segera bergegas keluar dari kamarnya.
"Mana ya?" gumam Dina sambil mencari-cari di mana keberadaan ponsel milik ibunya itu.
"Kamu sedang apa di sini, Din?" tanya Lia pelan begitu berada di dekat Dina.
"Aku mencari ponsel mama, tan! Katanya tertinggal di kamar, tapi aku belum bisa menemukannya." terang Dina. Lia terdiam sejenak.
"Kalau kamu di sini, berarti yang di mobil..." ucap Lia pelan.
"Mama dan om dokter, tan!" sambung Dina. Mendengar ucapan Dina itu seketika hati Lia memanas, ia bergegas keluar dari kamar dan menuju mobil suaminya berada dengan tergesa-gesa.
"Tan.. tee.." ucap Dina pelan.
__ADS_1
Lia berjalan cepat menuju mobil suaminya, ia tidak pernah suka memberikan waktu kepada suaminya dan mantan kekasihnya itu untuk berduaan, meskipun mereka hanya sekedar mengobrol bersama. Lia mencoba melihat dari kejauhan apa yang ada di dalam mobil suaminya, tapi kaca mobil dokter Adi terlalu gelap untuk diintip dari kejauhan.
Dengan cepat Lia membuka pintu mobil milik dokter Adi dan ia merasa sangat terkejut melihat apa yang sedang terjadi di dalam mobil itu.
"Apa yang kalian lakukan?" seru Lia marah. Seketika jantungnya berdebar kencang dan amarahnya memuncak ketika melihat mantan pacar dari suaminya itu sedang mengusap pakaian suaminya dengan mesra. Lia langsung menarik tangan suster Rina dengan kasar dan mencengkramnya kuat.
"Aduh!" pekik suster Rina.
"Apa yang kamu lakukan?" tanya Lia marah sambil memperkuat cengkramannya pada tangan suster Rina.
"Sa.. sayang.." ucap dokter Adi pelan. Ia terlihat sedikit ketakutan melihat ekspresi wajah dari istri cantiknya yang sedang marah.
"Kami tidak melakukan..."
"Memangnya kamu melihat kami sedang melakukan apa?" tanya suster Rina. Lia menghempaskan tangan suster Rina dengan kasar.
"Aww!" pekik suster Rina.
__ADS_1
"Kami tidak melakukan apa-apa, sayang!" terang dokter Adi sambil meraih tangan Lia dan menggenggamnya erat tapi Lia langsung menghempaskannya dan menatap tajam ke arah dokter Adi.
"Masuklah dulu ke dalam mobil!" ajak dokter Adi.
"Tidak!" tolak Lia.
"Sayang, aku akan menjelaskan semuanya!" bujuk dokter Adi sambil menarik lembut tangan Lia agar Lia mau masuk ke dalam mobil dan beruntung saja, Lia akhirnya mau masuk ke dalam mobil.
"Kami tidak melakukan apa-apa, sayang! Sungguh!" ucap dokter Adi lembut.
"Rina hanya membantu membersihkan kotoran dari bajuku." tambahnya. Lia menatap suaminya itu dengan tatapan tajam, sementara itu suster Rina menutup mulutnya dengan kedua tangan untuk menahan tawanya dan bersembunyi di belakang kursi yang diduduki Lia. Ia membiarkan dokter Adi kesusahan karena ulahnya.
Dokter Adi mengusap-usap tangan istrinya itu dengan lembut dan terus berusaha membujuk Lia.
"Percayalah padaku, sayang!"
"Setelah apa yang kita lakukan semalam dan tadi pagi, sekarang kamu malah bermesraan dengan mantan kekasihmu di mobil?!" seru Lia tiba-tiba. Dokter Adi dan suster Rina tersentak, dokter Adi tidak menyangka kalau Lia akan mengungkapkan hal yang sangat pribadi itu di hadapan suster Rina dan suster Rina sangat tidak menyangka akan mendengar hal itu keluar dari mulut Lia. Emosi Lia yang sudah ditahannya sedari tadi akhirnya pecah, ia menangis sejadi-jadinya hingga terlihat seperti seorang anak kecil.
__ADS_1
...