CINTA SEJATI.

CINTA SEJATI.
KECERIAAN BIMO.


__ADS_3

Sore yang indah, bersama sahabat-sahabatku mengelilingi taman kota, sungguh ramai dan menyenangkan. pulang ku ke rumah malah di sambut tangisan sama adikku Bimo, dia begitu marah, karena aku tidak mengajaknya sepedaan ke taman, padahal dia lagi tidak ada di rumah waktu ku pergi ke taman.


"Sudah diam lah, besok sore kita sepedaan ke taman, kita ajak Mia dan Rani lagi" ajaibnya, dia langsung diam, sambil tersenyum.


"Kak kita ajak, kak Reno, kak Beni dan kak Riko ya" ucapnya memohon, Riska hanya menatapnya malas.


"Kalau kamu ajak mereka, mending batal saja!" Aaa,hua, malah nangis tambah kencang, bikin kuping mau pecah.


"Sudah diam dong sayang, nanti kamu ajak mereka juga ya? nggak apa-apa kok nak" bujuk bunda, sambil melihat ke arah Riska.


"Iis kamu itu ya? bikin orang pusing saja, gimana caranya adek hubungi mereka hah!" ujarnya sambil, berkacak pinggang kesal.


"Adek punya nomor mereka, bunda pinjam ponselnya mau telpon kak Reno dulu ya" wele.., habis mengejek, Bimo langsung lari begitu saja.


"Bunda!"


"Udah yang sabar nak, adikmu masih kecil, dia pingin banget punya kakak cowok, makanya begitu senang dengan Reno dan teman-temannya" sela bunda.


Riska pun menghubungi Mia dan Rani, mau mengajak mereka ke taman lagi.


"Ahh, ternyata besok aku juga akan ketemu Reno, aku takut akan semakin gugup, entah ada apa dengan jantung ku setiap kali bertemu dengannya" batinnya.


Riska pun menghubungi sahabatnya.


"Halo guys, video call bareng yuk" ajaknya.


"kenapa sih tumben banget sela" Mia.


"Udah deh, cepat hubungi Rani, ada hal penting yang ingin aku sampai kan nih, buruan" hihihi, aku buat Mia makin penasaran.


"Dari tawamu itu aku tidak yakin!" dengus Mia marah, sambil menghubungi Rani.


"Hay, ada apa sih, kalian tiba-tiba ajak aku video call bareng sih? ganggu aja, aku lagi sibuk nonton yayank aku tau!" ujar Rani.


Mia yang mendengarnya, memutar bola matanya malas.


"Halu mu itu kelewatan, nggak ada obatnya buk" cibir Mia.

__ADS_1


"Sudah-sudah, kok pada ribut sih? besok sore kita sepedaan bareng lagi ya, tuh Bimo nangis-nangis pas aku pulang tadi, marah karena tidak di ajak, aku udah janji besok kita pergi bareng lagi, baru dia diem tuh bocah" jelas Riska.


"Ya udah besok kita sepedaan sama-sama lagi dah, dari pada nggak ada kerjaan, gimana Rani? ada waktu nggak?" tanya Mia. Hanya di balas anggukan kepala oleh Rani.


Pagi-pagi Bimo sudah membuat keributan mengeluarkan semua sepeda,punya ayah, bunda, kakaknya dan sepedanya. Sedangkan ayah dan bundanya tidak bisa, karena ada pekerjaan yang tidak bisa di tinggalkan dan persiapkan untuk pergi ke hajatan keluarga.


"Bimo! apa-apaan sih kamu, kita kan sudah janjian akan pergi nanti sore, kakak juga sudah kasih tau Mia dan Rani" Sambil berkacak pinggang Riska berteriak.


"Huh, sekarang saja kak, biar aku telpon kak Reno dan teman-temannya, aku tidak akan bertemu dengan Ana, dia akan pergi ke taman pagi ini, ucapnya sedih.


"Tidak bisa begitu, kita sudah janji sore ya tetap sore, kalo sekarang semuanya ditelpon lagi, pasti mereka masih tidur" ujarnya.


"Kayak nggak pernah ketemu sama Ana saja kamu ini, sana masukin sepedanya lagi! kakak mau nyiram dulu! dasar bocah" dengus Riska.


"Sudahlah dek, kakak benar, kalo kakak udah janji nanti sore mana bisa di rubah, siapa tau teman-temannya kakak pasti ada kerjaan masing-masing pagi ini" ucap bunda menenangkan.


Bimo pasrah, kalo bunda sudah turun tangan dengan rayuannya Bimo pasti akan luluh.


"Baiklah, bunda" ucapnya lesu.


Bunda mengusap kepalanya, sambil memeluknya.


Keluarga Riska penuh kasih sayang, perdebatan kecil Riska dan Bimo selalu menghiasi rumah itu, benar-benar tak pernah akur, tapi mereka saling menyayangi, setelah berdebat pasti akan baikan lagi.


hingga sorenya tiba, acara Riska dan Bimo ke taman.Sedangkan ayah dan bundanya, pergi ke hajatan saudara jauh mereka.


Mia dan Rani sudah tiba di depan rumah Riska.


"Hai Bimo, ganteng banget kamu dengan kaos itu, sapa Rani" Bimo yang di puji tersenyum malu, pipinya merona, sehingga membuat Mia dan Rani senang menggodanya.


"Ayo kita jalan, ajak Riska" Dari arah dalam bundanya, menyodorkan bekal makanan dan minuman pada mereka semua dengan cukup banyak, karena Reno dan teman-temannya juga akan ikut.


"Banyak sekali bunda" keluhnya.


"kakak bawa saja biar semua kebagian sela bundanya.


Riska hanya menganggukkan kepala, sambil pamit dan mencium tangan bundanya, begitu pun Bimo dan teman-teman Riska, sedangkan ayah masih di dalam rumah, bersiap-siap mau ke acara hajatan.

__ADS_1


"Kak sebentar ya, aku ajak Ana ikut" "mending kita batalin saja, teman-teman" sela Riska. Bimo hanya mendelik kesal.


Akhirnya Bimo pun menurut pada kakaknya, tingkah bocah itu benar-benar buat orang kesal, masih kecil tapi sudah tau cewek cantik.


Sampainya di taman mereka cari tempat parkir sepeda mereka, suasana di taman saat libur sekolah memang selalu ramai. dan beberapa menit akhirnya rombongan Reno pun tiba juga.


"Hay kak Reno, kak Riko, kak Beni" sapanya, sambil ber tos dan menyebut nama mereka satu per satu.


"Sekalian saja bawa buku untuk absen" cibir Mia cemberut.


"Iss, kak Mia jangan cemburu dong" bujuk Bimo.


Hahaha mereka semua tertawa, mendengar ucapan Mia dan Bimo, yang terdengar lucu.


"Hay Riska, bagaimana kabarmu selama liburan ini?"


"Baik"ujarnya malu.


Mia dan Rani memicing kan mata, melihat Riska yang salah tingkah, Riska yang di tatap sahabatnya jadi gugup.


"A ada apa? Mia, Rani?" ucapnya.


"Kamu itu yang ada apa? kalo sampai kalian berdua bohong pada kami, tentang hubungan kalian, awas ya!"


"Sabar Mia, Rani, aku dan Riska belum pacaran kok, kan kalian tau sendiri, sama ayahnya tidak boleh sebelum lulus sekolah, sela Reno menjelaskan, Mia hanya merotasi bola matanya.


"Ya kalian selalu bilang tidak pacaran, tapi cara kalian saat bertemu buat kita-kita heran tauk" sembur Rani, betul itu, timpal Beni dan Riko.


"Sungguh beneran kami belum jadian, kami akan tunggu lulus sekolah, baru aku akan minta ijin sama ayah dan bundanya Riska" ucap Reno, mereka semua melongo mendengar penjelasan Reno, yang begitu berani.


"Oke kita percaya" jawab mereka, sedangkan Riska tersenyum lega.


Sore itu Riska dan teman-temannya menikmati sore dengan bercengkrama sambil memakan bekal dari bundanya Riska, mereka semua sudah berbaikan, antara teman Riska dan Reno sekarang menjadi teman.


Sedangkan Bimo dia lagi asik melihat anak kecil seusianya yang begitu cantik. anak itu berlarian kesana kemari, sesekali sambil main ayunan.


"Cantik banget' pujinya.

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2