
Reno dengan para sahabatnya asyik bercengkrama sambil menyantap makanan yang mereka pesan di bik ijah.
Sementara Riska dengan lahapnya memakan pesanan yang di pesan kan Reno, tampa banyak bicara semua makanannya sudah habis dalam beberapa menit, sehingga semua sahabatnya dan Reno melongo melihat Riska makan.
"Cantik! pelan-pelan saja, jangan buru-buru, nanti kamu tersedak" tegur Reno, sambil mengelus kepala Riska.
Dengan senyum Riska menoleh pada Reno, dan menanggapi dengan menganggukkan kepalanya saja.
dengan sigap Reno pun menyodorkan minuman pada Riska, agar tak tersedak. "Minum lah sedikit biar tenggorokan mu tak sakit" tawar Reno sambil menyodorkan minuman pada Riska.
Dengan senang hati Riska pun menerimanya, "Terima kasih" ujarnya sambil menerima gelas minuman dan menghabiskannya, sehingga membuat Reno dan para sahabat melongo di buatnya.
"Ris.. pelan-pelan, apa kami ada yang minta? tidak kan! bel juga masih lumayan, nanti tersedak kan tenggorokan mu bisa sakit!" tegur Mia, "Ya benar, pelan-pelan lah" sahut Rani mengingat kan.
__ADS_1
setelah menelan semua makanannya Riska tersenyum. "Hehe! maaf kan aku guys, aku lapar banget, tadi pagi aku hanya sarapan minum susu dan beberapa potong kue kering saja" akuinya, membuat Reno menaikkan sebelah alisnya dengan kesal.
Riska yang menyadari Reno marah langsung diam menunduk menghabiskan semua makanannya.
"Maaf kan aku" cicitnya sambil melirik sekilas ke arah Reno.
"Apa kamu tak paham akan artinya kesehatan? apa makan bagimu tak penting?" sindir Reno, lalu menyantap makanannya.
Riska yang mendengar Reno marah langsung meminta maaf lagi, "Aku tidak akan mengulanginya lagi, aku minta maaf" gumamnya pelan hanya di dengar Reno saja, lalu melanjutkan makannya.
Reno lalu melirik Riska yang sedih dan menunduk mengaduk sisa makanannya, dengan sayang Reno mengusap kepala Riska karena tak tega melihatnya sedih.
"Aku tak mau kamu sakit, belajar extra boleh saja, tapi jangan lupa sarapan yang benar, makan siang juga harus tepat waktu" ujarnya pelan, membuat Riska tersenyum lagi sambil mengangguk, Maaf kan aku"ujarnya, "Hem.. cepat habis kan makanan mu, mubazir kalau di sisakan, sebentar lagi bel masuk" ucap Reno mengingat kan.
__ADS_1
Dengan cepat Riska pun menghabiskan sisa makanannya, serta minumannya, setelah selesai Reno pun membayar makanan mereka berdua, begitu pula dengan Riko dan Beny, bik Ijah yang tak enak hati menerima uang Reno menjadi kikuk, "Aduh den Reno, tak usah bayar, aden sama non Riska dan para sahabatnya makan tak usah bayar saja"
"Tidak bisa bik! jangan karena saya menolong paman ujang bik Ijah jadi tak enak hati" sela Reno, lalu membayar makanan dia berdua
Mereka pun langsung masuk kelas beriringan, sambil bercanda Ria.
Tampa Mereka sadari ada pemuda di sudut taman terus memperhatikan Riska, yang tak bisa melupakan Riska, cinta pertamanya.
"Kamu makin cantik Ris.. seperti nama mu, cantika" gumamnya.
Reno yang peka dengan perasaannya, langsung mengedarkan pandangannya.
Tara yang tahu Reno curiga langsung bersembunyi, tapi sayangnya Reno melihatnya sebelum dia bersembunyi. "Ternyata kamu belum menyerah" batin Reno, sambil tersenyum miring, ke arah bayang Tara.
__ADS_1
Reno pun dengan cepat mengantarkan Riska ke dalam kelasnya, baru lah Reno kembali ke dalam kelasnya, sampainya di sana, langsung melirik Tara yang menunduk sengaja membaca buku, tampa dia sadari buku yang dia baca terbalik.
BERSAMBUNG..