CINTA SEJATI.

CINTA SEJATI.
SINDIRAN.


__ADS_3

Masuknya Reno ke dalam kelasnya membuat dia merasa lucu melihat Tara yang membaca buku terbalik.


"Apa ada yang bisa membaca dengan buku terbalik guys! itu seperti Tara!" sindirnya, dengan menunjuk Tara dengan mengangkat sedikit dagunya.


Tara yang merasa sindiran Reno tertuju padanya, dengan cepat membalik buku yang dia baca, dengan salah tingkah, sambil tersenyum kecil merasa malu pada semua teman sekelasnya.


"Hehe! aku hanya bercanda" kilahnya.


Reno tersenyum miring, mendengar alasan Tara karena gugupnya.


"Oh iya! benarkah hanya bercanda!" tegas Reno.


"Iya Reno, sesekali belajar membaca terbalik" kilahnya, sambil membolak balik bukunya.


"Ok, selamat mencoba membaca terbalik" dengus Reno lalu berjalan menuju bangkunya.


Riko dan Beny merasa heran melihat tingkah Reno yang tak seperti biasanya.


"Kamu kenapa sih bro! perasaan kamu tak pernah begitu deh!" tegur Riko.

__ADS_1


"Ya, kamu kenapa sih Ren.. " timpal Beny, penasaran.


Dengan kesal Reno duduk di bangkunya, sambil menghembuskan nafasnya dengan kasar.


"Kampret itu masih terus memperhatikan Riska dari jauh, hingga ingin aku colok saja tuh mata agar tak bisa melihat wanita ku!" gerutu Reno sambil terus memperhatikan Tara.


"Sumpah! gila benar, tuh orang, awas jangan sampai kamu benar-benar kalah dalam persaingan cinta mu dengannya" sahut Beny.


Sehingga membuat Reno terus meliriknya dengan tajam.


"Hehe! maaf bro, aku cuma bercanda saja!" ralat Beny salah tingkah, sehingga membuat Riko tersenyum melihat dua sahabatnya.


"Aku sih iya iya saja, sekarang juga aku siap, tapi Riska sepertinya tidak mau nikah muda!" keluh Reno sambil bersandar resah.


"Bicarakan lah dengan Riska dari hati ke hati, sebentar lagi kita semua lulus sekolah, aku pun siap nikah muda, tapi balik lagi sama pasangan kita!" sela Beny.


Riko tersenyum mengejek pada Beny yang terlihat berpikir keras.


"Kayak sanggup saja, bicara langsung sana pada Rani! dan papanya" dengusnya.

__ADS_1


"Hehe! pasti enaknya, bisa berdua terus, apa lagi saat bobok, aku tidak akan butuh guling lagi" khayalnya, Beny sambil cengengesan.


"Hey! otakmu itu di kondisi kan, ini jam pelajaran" sindir Reno.


"Haha! ya nih anak, kita masih jadi beban orang tua kok sudah pikir nikah sih! tentu beda dari Reno, dia sudah mapan luar dalam" timpal Riko.


"Huh.. tidak juga Rik.. kamu salah kalau aku sudah mapan, justru aku juga bekerja sama seperti karyawan lainnya, aku makan gaji, tidak gratis loh, uang yang semua aku pakai, itu semua dari gajiku, ya seandainya nanti aku menikah, aku jadi terbiasa dengan bekerja menghidupi anak istri ku" sahut Reno membenarkan.


"Kok gitu sih! bukannya harta orang tua mu milik mu seorang saja!" timpal Beny.


"Tak semudah itu, semua harus kerja keras, tak ada istilah mapan tampa bekerja"


"Mantap kamu bro!" puji Riko sambil mengangkat kedua jempol tangannya.


percakapan mereka pun terhenti kala guru masuk untuk memulai pelajaran.


Tara melirik Reno sekilas dengan tatapan kesal, " ternyata kamu tahu saja aku memperhatikan Riska" batin Tara. "Aku harus mencari cara agar Riska berpaling pada ku" batinnya dengan licik.


BERSAMBUNG..

__ADS_1


__ADS_2