CINTA SEJATI.

CINTA SEJATI.
KEBAHAGIAAN BERSAMA SAHABAT.


__ADS_3

Lama Reno dan teman-temannya ngumpul dan makan di kafe tersebut, sambil bersenda gurau, merayakan ke bahagiakan Reno, mereka banyak memesan makanan.


sedangkan jessica, sangat marah dengan semua ucapan Reno, hanya mampu mengepalkan tangannya sebagai pelampiasan, sambil menatap Reno dari mejanya, bersama teman-temannya.


"Ayolah jes, biarkan saja, jangan di lihat terus, bukankah sudah ada johan yang selalu mengejar mu?"


"Betul jes,apa yang di katakan sherly" hibur luna.


"kalian tidak paham, aku pun tidak menginginkan semua ini, aku hanya menjalani apa yang di inginkan papa ku" ucapnya, menunduk sedih.


Sherly dan luna memeluk jessica.


"Maafkan kami tidak tau apa yang kamu rasakan jessica, tapi ikutilah kata hatimu, walupun orang tuamu menentang" ujar luna.


"Tak semudah itu guys, kalo bisa aku tidak mau menjadi anak orang tuaku, aku hanya menjadi alat bagi mereka"hiks hiks.


"Ayo kita jalan-jalan saja" sherly memecah suasana sedih itu, mencoba menghibur sahabatnya.


"Reno, lihat itu jessica sama teman-temannya, apa dia baik-baik sja? apa tadi kalian adu mulut lagi?" tanya Beni, sambil melihat jessica keluar bersama temanya.


"Ya, aku sudah memperingatkannya, jangan ganggu aku lagi, aku muak melihatnya" tutur Reno santai.


"Sebenarnya anak itu cantik, kenapa kamu tidak mau sama dia Ren? atau, buat aku saja" goda Riko tersenyum lebar.


"Hahaha ternyata ada yang diam-diam suka, ambil saja aku malah bersyukur bro, tapi sebelum itu sediakan harta dan uang melimpah dulu biar kamu di terima, kamu kira dia mengejar ku hanya tampang aku saja? papanya berteman lama dengan papaku, jadi dia tau apa yang orang tuaku miliki dan memanfaatkan putrinya untuk mengambil keuntungan" Reno hanya tertawa, sambil menjelaskan panjang lebar pada sahabatnya.


"Ahh kamu buat aku takut saja, apa lah aku, hanya lelaki biasa" Riko menggaruk tengkuknya.


Hahaha..


Reno dan Beni hanya tertawa terbahak-bahak melihat kelakuan Riko.


"Belum apa-apa sudah takut duluan kamu" dasar payah umpat Beni.


Riska baru saja selesai, dari taman bunganya, seperti biasa setiap sore selalu merawat bunga-bunganya, begitu senang mendapat bunga baru dari orang tuanya. setelah di rasa cukup, barulah dia istirahat.


"Ahh, senangnya melihat bunga ku yang indah, begitu memanjakan mata" berbicara sendiri sambil tersenyum bahagia.


Ayah dan bundanya hanya saling lirik dan tersenyum melihat putrinya bahagia, merasa bersyukur memiliki anak yang baik dan penurut.


"Assalamu'alaikum, Ayah, Bunda, kakak" ucap Bimo sambil mencium tangan kedua orang tuanya dan kakaknya.

__ADS_1


"Dari mana saja kamu dek? jam segini baru pulang?" tanya Riska sambil berkacak pinggang.


"Biasa, pergi mencari adik ipar kakak" bisiknya pelan pada kakaknya.


"Huh dasar aku adukan kamu, kamu lupa kata ayah tadi pagi di taman itu? kamu hanya perusuh, nanti ayah marah, kakak juga kena ceramah lagi!" keluhnya, kesal pada adiknya.


"Kalian kenapa bisik-bisik begitu? tanya bundanya.


Bimo melirik kakaknya, agar tidak berterus terang pada bundanya, tapi terlambat.


"Dia bilang habis cari adik ipar ku bun" Bimo hanya menepuk jidatnya atas kelakuan kakaknya.


"Bimo!" ayah dan bundanya teriak bersamaan.


"Maaf ayah, aku hanya bercanda " kilahnya nyengir.


"Masuk mandi sana!" titah budanya, Bimo langsung lari terbirit-birit menuju kamarnya.


"Anakmu itu yah, menurun pada siapa itu? perasaan sejak kita pacaran, ayah sama bunda tak pernah genit" ledek buk salmah pada suaminya.


"Begitu-begitu anak bunda juga,


pas kita buat, bunda paling nakal kan?" ucapnya sambil mengerlingkan mata.


ting.


Reno (Hay cantik, kamu lagi ngapain? )


Riska ( kamu mau aku adukan pada ayah? kalo kamu chat lagi?)


Reno (Jangan dong, aku tidak bermaksud jahat, tak lebih dari teman seperti kata ayahmu, aku akan menunggu mu sampai lulus sekolah, baru berani mengajakmu pacaran).


Di sebrang sana, Reno deg deg gan, sambil tersenyum manis.


Riska (Dasar playboy, mana tahan kamu menunggu ku lama, karena sekarang saja kamu punya banyak cewek aku tidak akan mempan dengan gombalan mu itu) balas Riska ketus.


Reno (Akan aku buktikan ucapan ku, lihat saja nanti, asal kau tak pernah berhubungan dengan cowok lain seperti kata ayahmu) tantang Reno


Riska (Ok, aku mau lihat apakah ucapan playboy bisa di pegang) entah sengaja atau tidak, tapi kata-kata itu dari hatinya.


Reno ( Apakah ini artinya, kau beri aku kesempatan?) ucap Reno sumringah.

__ADS_1


Riska (Jika ada yang melabrak aku lagi, maka kepercayaan itu akan aku hapus, ingat itu ) ancam Riska.


Reno (Papaku dan papanya Jessica berteman lama, mereka berniat menjodohkan aku, tapi aku tau keluarga jessica hanaya mengincar harta kami, bukan diriku, sungguh Riska! dan aku tidak menginginkan perjodohan itu juga) tuturnya panjang lebar.


Riska (Baik, aku pegang ucapanmu).


Yes yes, terdengar teriakan Reno di sebarang sana begitu bahagia, dan Riska tanpa sadar tersenyum simpul. Riska langsung mematikan ponselnya.


Entah rasa apa yang Riska rasakan, sejak perdebatan kecil mereka, semua terasa manis.


"Apa aku sudah tak waras? kenapa aku seakan memberi harapan? dan aku berharap? ahh, ini tidak lah benar, aku harus konsentrasi untuk belajar, aku tidak mau ayah dan bunda marah" batinnya.


Ke esok kan paginya, di gerbang sekolah tak biasanya, pagi-pagi sudah ada pemuda tampan, masih bertengger duduk di atas motor besarnya, seperti menunggu seseorang, sambil bermain ponsel.


"Wah wah, mimpi apa kamu semalam bro, kenapa sepagi ini kamu sudah di sekolah, biasanya paling belakang nyampe sekolah" goda Beni.


"Sialan kalian, aku rajin salah, aku telat juga salah" ucapnya ketus.


"Ini benar-benar langka bro, bagaimana aku tidak heran" hahaha ledek sahabatnya.


Dari arah jauh, terlihat orang yang di tunggu-tunggu, bercanda sambil mengayuh sepedanya, bersama kedua sahabat


senyuman manis Reno, membuat ke dua sahabatnya heran. setelah melihat arah pandang sahabatnya baru mereka paham, apa yang di tunggu sahabatnya itu. Benar-benar perubahan besar.


Beni dan Riko saling lirik tapi tidak untuk menganggu atau meledek sahabatnya, mereka membiarkan Reno menikmati kebahagiaannya. sampai tibalah sang gadis di dekat mereka.


Riska kaget melihat Reno dan teman-temannya di depan gerbang, dengan perasaan deg deg gan, melirik Reno yang menatapnya manis.


"Selamat pagi cantik" ucap Reno.


"Hem, pagi juga" lirihnya pelan, Riska kik kuk sambil menunduk malu.


Kedua sahabatnya melongo, melihat sikap Riska yang tak biasa bagi mereka. Riska yang bar-bar bila bertemu Reno, sekarang malah bersikap manis seperti kucing anggora.


Riska turun dari sepedanya menunduk malu, sambil menuntun sepedanya masuk ke halaman sekolah.


Sedangkan, Rani dan Mia saling melirik heran, baru menyusul Riska masuk.


"Apa ada yang momen yang kami lewatkan bro? coba jelaskan! todong Beni. Reno hanya menggeleng kan kepala, sambil tersenyum manis.


"Ahh tidak seru, apa kalian, sudah jadian?" ujar Riko.

__ADS_1


"Belum, Riska hanya memegang ucapan ku, untuk menunggunya, sampai lulus sekolah, seperti kemauan ayahnya, dan aku sudah menyetujuinya" tutur Reno tersenyum bahagia.


BERSAMBUNG..


__ADS_2