
Hari yang cerah, harum bunga mawar putih dan merah, serta bunga melati kesayangan Riska, tercium sampai ke dalam rumah, Bimo menjalani tugasnya dengan baik sebelum dia pergi bermain, dia juga selalu membersihan kamar dan tempat tidurnya. benar-benar anak yang patuh. setelah selesai menyapu dan menyiram, baru dia akan main ke rumah ilham.
Sedangkan di tempat lain, jessica benar-benar kesulitan beradaptasi dengan lingkungan barunya, biasanya serba dengan kemewahan dan makanan lezat, sekarang dia hanya mampu beli nasi bungkus, dengan sisa uangnya yang ada.
Jessica ingin sekali menelpon mamanya tapi tidak berani, masalah yang dia lakukan pada ke dua orang tuanya sangat besar hingga papanya begitu murka.
Saham papanya Reno tanam pun di perusahaan papanya jessica, semuanya langsung di tarik, sehingga berdampak buruk juga pada perusahaan papanya jessica.
"Buk, nasi bungkusnya satu yang pedas ya" ujarnya jessica pada penjual.
"Di bungkus atau makan sini neng? kelihatannya neng penghuni baru ya?" sapanya ramah, jessica hanya menanggapi dengan senyuman, dan menjawab, di bungkus saja.
Dia malu akan di tanya banyak hal, sama ibu-ibu kos yang lain, jessica memilih untuk di bungkus, dan memakannya di kosnya.
jessica makan dengan perasaan aneh, sambil meneteskan air matanya, dia tidak pernah makan seperti itu tapi apa boleh buat, untuk bertahan hidup, dan masih bersyukur ada uang tunai di dompetnya, awalnya uang itu mau di berikan pada johan untuk bayar kos dan biaya hidup mewahnya, untung saja aku belum memberikannya, kalo tidak, pasti aku sudah tidur di jalanan, sementara dia langsung memutuskan aku, batinnya,sedih.
Sedangkan di kosan Johan dan sherly, lagi di tagih pemilik kos.
" Johan! bangun! mana uangnya? ibu kos sudah teriak itu!" Johan menggeliat malas, dan sedikit kaget, dengan teriakan kekasihnya.
"Uang apa? kamu berisik! Jessica belum kasih uang seperti biasanya, kamu pakai uang mu dulu untuk bayar kos, gumamnya pelan sambil mata masih terpejam.
"Apa? jessica sialan itu belum memberikan mu? terus aku dapat uang dari mana? uangku habis buat makan dan jalan-jalan kita dari kemaren, ibu kos sudah menunggu di depan, cepat kamu bangun!" teriaknya.
"Bilang saja belum ada uang, dan kamu usaha kan sediri, sana pergi! aku ngantuk!" usirnya, membuat sherly geram.
Akhirnya sherly menemui pemilik kos, dan meminta keringanan karena uangnya belum ada.
"Bagaimana? apa kamu sudah beri tau?" Sherly hanya mengangguk saja.
"Biasanya jessica sialan itu selalu kasi kamu tepat waktu, kenapa sekarang sampai telat?" kesalnya.
"Dia sekarang terusir dari rumahnya, bagaimana aku bisa minta uang? sialan!" makinya kesal.
"Sekarang kita benar-benar sial, tidak ada sumber uang lagi, aku tidak mau tau, sekarang kamu yang atasi semuanya, dari kos dan sehari-hari" ucap Johan dengan entengnya.
"Hah, apa? aku yang menanggung semuanya? aku dapat uang dari mana? kerja aja aku tak ada" jawabnya.
"Aku tidak mau tau, kamu usaha lah, cepat belikan sarapan aku lapar!" dengan entengnya memerintah dan melanjutkan tidurnya.
__ADS_1
"Tapi aku tidak punya uang Jo" ucapnya lesu, johan langsung membuka matanya.
"Aku tidak perduli! cepat belikan sarapan!" teriaknya, membuat sherly kaget.
Sherly terdiam, dan bingung, semalam uangnya dia habiskan untuk ber poya-poya bersama dan tidak punya uang sama sekali, dia membuka dompetnya hanya tersisa tiga puluh ribu.
Hem, menghela napas panjang dan keluar mencari makanan.
Uang segini hanya dapat membeli nasi campur itu, uang ku benar-benar habis, jessica sialan itu, sebelum pergi kenapa tidak meniggalkan uang sih, batinnya frustasi.
***
"Ah, lama sekali terasa liburan sekolah kali ini, biasanya aku akan sangat senang libur panjang, tetapi sekarang, kenapa terasa beda ya? seperti ada yang tertinggal di tempat sekolah batin Reno.
Sedangkan Riska, untuk mengusir kegalauan hatinya, membuat kue bersama bundanya, dia belajar sama bundanya yang pintar membuat aneka kue.
"Kak, adikmu kemana? habis menyiram, kenapa dia tak terlihat" buk Salmah bertanya.
"Paling ke rumah ilham bun" ujarnya.
"Adikmu sekarang benar-benar penurut sama kamu.
"Apa nanti Bimo akan begin sampai besar ya, bun? dasar itu bocah, tidak bisa lihat cewek cantik, kemaren dia bertanya, kapan dia bisa nikah seperti ayah dan bunda" ceritanya, Riska pada bundanya.
"Apa? terus, kakak jawab apa?" buk Salmah kaget.
"kakak jawab dua puluh tahun lagi" "hahaha lucu banget adikmu itu, ucap buk Salmah.
Setelah kue yang Riska dan bundanya buat, tak lupa mem fotonya, dan dia unggah di sosial medianya, beberapa menit, teman-temannya berkomentar banyak hal, kemudian Reno diam-diam mengikuti sosmed Riska, dan melihat unggahannya.
"Kue cantik dan manis ini,resep dari bunda, untuk mengisi ke kegalauan ku" tak lupa di akhirnya Riska sematkan emo tanda cinta.
Setelah Reno membacanya, langsung dia chat lewat nomor pribadinya.
Reno (selamat siang cantik, kuenya cantik dan manis seperti yang buat, apakah aku boleh mencicipinya? aku juga sangat rindu, liburan kali ini terasa panjang, biasanya, tiap pagi aku akan melihat senyum indah itu, sambil menunggumu di depan gerbang sekolah kita).
Tak lupa pula Reno sematkan emo sedih di akhir kata.
ting.
__ADS_1
Riska begitu kaget, baru saja dia unggah, sudah ada notifikasi pesan yang masuk, dia berdebar ternyata nomornya Reno.Riska lari ke kamarnya untuk membuka chat Reno, takut di lihat bundanya.
Sedangkan buk Salmah melihat anaknya yang lari masuk kamarnya, hanya heran, tanpa menegurnya, dan melanjutkan membuat adonan selanjutnya.
Sampai kamarnya, Riska langsung membuka pesan itu, perasaan berdebar dan pipi merona merah setelah membacanya.
Riska memegang dadanya "perasaan apa ini ya Tuhan kenapa aku begitu bahagia, dan jantung ku selalu berdebar setiap dekat dengannya apalagi ini hanya sebuah pesan" batinnya.
Riska (Terima kasih pujiannya). balasnya, dengan jantung masih deg deg gan. Riska langsung mematikan ponselnya, dan menenangkan perasaannya sendiri.
Sedangkan Bimo sampai jam sebelas belum juga pulang, masih asik bermain mobil-mobilan bersama ilham dan Niko.
"Kemaren aku sepedaan sama kakak ku dan teman-temannya seru banget, terus aku kenalan juga sama gadis cantik di taman" cerita Bimo.
"Siapa namanya?" tanya ilham.
"Apa dia benar-benar cantik? apa lebih cantik dari Ana?" sahut Niko polos.
"Hem, beda tipis lah, tapi lebih cantik Ruhi, rambutnya panjang dan indah, dan kulitnya putih" ujarnya.
membuat ilham dan Niko penasaran.
"Kapan kita boleh melihatnya?" tanya ilham, dan membuat Bimo takut.
"Tidak boleh! nanti kalian suka!" ucapnya ketus.
"Kamu pelit Bimo" kata mama ku tidak boleh pelit.
"Biarin, Ruhi punyaku" ujarnya.
"kamu kan sudah punya Ana, Bimo" sahut Niko.
"Ana jadi yang ke dua"
"Hah!" ilham dan Niko bengong.
"Ingat ini rahasia kita, kalian jangan bilang pada Ana" ucap Bimo langsung pulang. meninggalkan kedua temannya.
BERSAMBUNG...
__ADS_1