CINTA SEJATI.

CINTA SEJATI.
SENJATA MAKAN TUAN.


__ADS_3

Di ruang keluarga milik pak Josep, semuanya memandang Bara dengan tatapan permusuhan, karena dialah biang kerok dari semua kebohongan.


Dengan tatapan memelas Bara meminta maaf pada semua anggota keluarganya.


"Kak, aku mohon, maaf kan aku" mohon nya sambil memelas.


Dengan tatapan garangnya pak Josep memandang adiknya, "Kau pun tega mengancam mami, gara-gara kau takut aku menyuruh mu pulang" cibirnya.


"Ya aku tahu, aku salah kak, maka mohon maaf kan aku" ujarnya dengan tulus, lalu beralih ke arah istrinya, meminta maaf tapi tetap di acuh kan.


Selena malah makin mendekat ke kakak iparnya lalu bersandar di pundak buk Rima, dengan sayang buk Rima mengelus kepala Selena, sambil menatap Bara dengan sinis nya, "Lebih baik jangan ganggu dulu, kekesalan Selena karena kebohongan mu sangat besar, biarkan hatinya tenang dulu baru kau dekati" ujarnya pada Bara yang terus memandang istrinya yang marah.


"Sudah malam, ayo mami istirahat lah, kau juga Selena, kamar kalian ada di atas" ajaknya pada mertua dan iparnya.


Dengan sigap Bara bangun dan membawa koper istrinya, menuju kamar atas, dengan langkah cepat Selena meniggalkan suaminya, sedang kan maminya tidur


di kamar lantai satu.


Sampainya di kamar, Selena langsung menuju kamar mandi, mengisi bat tab dengan air hangat untuk berendam, dan sambil menggerutu, "Keterlaluan sekali memang suamiku ini, lihat saja akan aku balas malam ini, kau tak akan mendapat jatah sedikit pun, kau tak kan tahan melihatku" seringainya.


Bara sudah menunggu lama duduk di sopa yang ada di kamar itu sambil membuka ponselnya, tapi hingga dua puluh menit pun istrinya belum juga keluar, Bara pun jadi panik, dengan langkah cepat mengetuk pintu kamar mandi.


"Sayang! sayang? apa kau baik-baik saja? maafkan aku sayang, ayo keluarlah" teriaknya, tapi tak ada jawaban, lalu dengan perlahan Bara membuka pintu itu, terlihat istrinya lagi membersihkan diri di bawah shower tampa mengenakan apa pun.


"Hah! istriku" gumamnya, dengan susah payah menelan air liurnya sendiri melihat pemandangan indah di depannya, dengan cepat-cepat Bara membuka semua pakaiannya dan ikut bergabung mandi.


Tapi baru saja Bara mendekati istrinya dan ingin menyentuhnya, Selena langsung berhenti mandi.


"Sayang..!" tangan Bara memegang tangan istrinya, tapi di tepis oleh istrinya. "Aku sudah selesai, kau mandi saja sendiri" ketusnya, sambil sengaja berjalan meliuk-liuk dan mengeringkan tubuhnya dengan handuk.

__ADS_1


Bara begitu frustasi sambil mengacak rambutnya sendiri, Selena meliriknya sambil tersenyum jahil.


Bara yang tak tahan langsung menyerang istrinya, Selena memberontak tapi kalah tenaga, sudah tahu kelemahan istrinya, akhirnya malam itu pertempuran di kamar mandi dan berganti di tempat tidur pun terjadi, hingga menjelang tengah malam belum juga selesai, karena sudah beberapa minggu tak bertemu.


"Ah.. sial! tadinya aku mau menyiksa mu dengan mendiamkan mu, tapi mengapa malah aku yang di kerjain? ini namanya senjata makan tuan!" gumamnya, sambil menikmati permainan suaminya, Bara yang mendengar ucapan istrinya hanya tersenyum dalam hati, karena sibuk dengan mainan favoritnya.


Dengan pasrah Selena membiarkan suaminya melakukan apa pun, karena mau marah pun tak bisa, kalau sudah terlanjur.


"Sayang.. aku lelah" keluhnya di sela permainannya.


Bara melihat jam dinding, dan benar saja sudah menjelang pagi mereka bermain, "Baiklah! habis ini ya? aku sangat merindukan mu istriku!" mohonnya dengan suara parau nya, di sela permainannya.


Setelah selesai, Bara menyelimuti istrinya yang kelelahan akibat ulahnya, "Maafkan aku sayang, kau datang dari perjalanan jauh, aku malah menggempur mu sampai pagi begini" sesalnya, sambil membelai dan memeluk istrinya yang tertidur pulas, Bara pun ikut tertidur menyusul istrinya ke alam mimpi.


***


"Bro, kemarin kamu kenapa sih? pulangnya buru-buru amat, kayak di kejar hantu saja" ledek Beny.


Reno tersenyum menanggapi guyonan sahabatnya, "Maaf, kemarin nenekku dan aunty ku datang, jadi aku buru-buru pulang menyiapkan acara penyambutan sebelum menjemputnya" ceritanya sambil tersenyum.


"Haha, kirain acara pernikahan mu? siapa tahu nikah diam-diam saking kebelet kawin" gurau Riko.


Riska langsung memukul bahu Riko beberapa kali, yang kebetulan pas di sebelahnya. Bug bug bug.. "Aaa..sakit Ris!" teriaknya sambil mengusap bahunya.


"Kau kayak ayahku saja, belum apa-apa sudah bahas nikah muda" sungutnya, langsung mendelik ke arah Riko.


Reno yang mendengarnya langsung berbinar, "Cantik! benarkah? ayah kasih kita nikah muda?" tanya Reno antusias, membuat Riska mengerutkan keningnya.


"Ya, malah menyuruhku lulus sekolah langsung nikah" keluhnya, sedangkan Reno makin berbinar.

__ADS_1


"Nggak kebayang aku, andai nikah muda, dan langsung punya anak banyak seperti kata bunda, ih.. aku pasti akan kesusahan" khayalnya, sambil terlihat berpikir.


Reno terus tersenyum dan salah tingkah mendengar cerita Riska tentang ucapan ayah bundanya.


"Kalau kita jodoh nantinya, aku tak akan membiarkan mu kesusahan cantik" celetuknya sambil cengengesan.


Semua sahabatnya melihat Reno begitu, jadi tertawa, hanya Riska yang cemberut.


"Haha! kau sungguh tak sabar bro?" tanya Riko, membuat Reno mengangguk malu.


"Huh.. itu gara-gara ayah tahu kamu cemburu karena foto itu" sungutnya, langsung jalan menuju kelasnya.


Reno malah bengong dengan ucapan Riska, dia ingin mengejarnya tapi langsung di tahan Mia, "Stop Reno ini sudah mau bel, Riska lagi kesal dengan mu, gara-gara kamu suruh hapus foto itu, aku juga kesal dengan mu" omel Mia, lalu mereka berdua menyusul Riska.


"Haha! jika cewek sudah marah, kuncinya kita cukup diam, biarkan dia baik sendiri" sahut Riko mengajarinya, Reno pun mengurungkan niatnya menyusul, lalu mereka pun masuk ke kelasnya.


Sampai pelajaran usai Reno masih memikirkan ucapan Riska, "Menikah muda kayaknya tak masalah, dan punya anak banyak, mulai sekarang aku harus kerja keras" batinnya sambil tersenyum.


Beny yang melihatnya tersenyum hanya geleng-geleng kepala, karena tahu apa yang sahabatnya pikiran kan. "Melamun saja kamu bro, ayo cepat kita ke kantin, aku lapar nih" ujarnya sambil menarik tangan Reno dan Riko bersamaan.


Sampainya di kantin Riska dan teman-temannya tak kelihatan, sehingga membuat Reno tak semangat. "Ais.. kamu ini, tadi di kelas senyum-senyum, sekarang malah murung, kayak cewek lagi datang bulan saja sih kamu" gurau Beny.


"Sialan, bilang saja kamu iri, karena papanya Rani belum merestui mu" cibir Reno, membuat Beny mendengus.


"Tau ah, papanya galak amat, baru dekati anaknya saja tak boleh, apalagi langsung aku minta jadi temen hidup ku sampai aku tua!" keluhnya, sambil mengaduk makanannya.


"Haha! sabar bro.. kamu harus berjuang lebih keras lagi deh" sahut Riko, dan di iyakan Reno juga.


BERSAMBUNG..

__ADS_1


__ADS_2