CINTA SEJATI.

CINTA SEJATI.
FOTO KELUARGA.


__ADS_3

Riko dan Mia sangat bahagia karena mereka bertemu secara tak terduga dalam ikatan perjodohan, setelah selesai acara, mereka melakukan foto keluarga, yang Riko dan Mia pamerkan di sosial media mereka masing-masing.


semua sahabatnya begitu tak percaya dengan apa yang mereka baca dengan hestek perjodohan tak sengaja.


Riska dan Rani sungguh tak sabar menunggu masuk sekolah, karena besok mereka akan libur, Rani dan Riska langsung menelpon Mia, tapi karena Mia tahu reaksi sahabatnya Mia sengaja menjahili sahabatnya tidak mau menjawab telponnya.


Rani dan Riska pun saling ber telponan, "Ris.. ayo kita ke rumah Mia, ngeselin banget sih, dia tidak mau menjawab telpon ku" gerutu Rani.


"Hem.. aku juga, sama sekali tak di jawab, aku kirim pesan whatsapp juga dibaca saja tapi tak di balas, aaa.. kesel aku" teriak Riska.


"Kamu ada acara apa besok Ris?" tanya Rani.


"Nenek Laras mengundang ku masak bersama" terang Riska dengan jujurnya.


"Hem.. kalian beruntung kedua keluarga merestui kalian" keluh Rani dengan lesu.


"Jangan sedih, aku yakin papa dan mama mu pasti merestui, hanya saja butuh proses, tak mungkin om dan abangmu melepaskan kamu pada laki-laki yang tak sesuai harapan mereka, sabarlah, aku lihat juga Beny akhir-akhir ini berlatih sangat keras" nasehat Riska.


membuat Rani diam, percakapan mereka terhenti karena mau belajar.


Sementara Reno dan Beny juga sama hebohnya, begitu kesal telepon mereka di abaikan Riko, bahkan pesan mereka juga di abaikan.


Reno dan Beny terus menggerutu saking kesalnya, saling ber telpon.


"Sialan benar sih Riko ini! dia menjawab telpon mu nggak sih?" tanya Beny, Reno mendengus mendengar pertanyaan Beny.


"Boro-boro di jawab, pesanku saja tak di balas" gerutunya.


"Hem.. aku tak sabar ingin menanyakan tentang perjodohannya itu" keluh Beny,


"Aku juga" sela Reno.


"Besok kamu ada acara apa? kita sepedaan yuk!" ajak Beny.


"Maaf bro, aku tak bisa, besok aku harus menjemput Riska, dia sudah janji pada nenek mau masak bersama" sahut Reno dengan rasa bersalah.


"Baiklah! tak apa Ren.. santai saja, mungkin aku akan habiskan waktu latihan saja" ujarnya sambil menepuk bahu Reno.


"Maaf ya, minggu depan kita main bersama, atau sorenya kita nongkrong di tempat biasa" ajak Reno.

__ADS_1


"Ok, di tempat biasa ya? nanti kamu yang telpon Riko, kita akan tanya semuanya padanya" sahut Beny.


"Ok, biar aku yang hubungi, kalau tak mau ya.. kita berdua saja"


"Yoi bro" teriak Beny dengan girangnya.


Riko tahu rasa penasaran para sahabatnya dengan foto keluarga yang Riko dan Mia kirim ke nomer semua sahabatnya dan sosial medianya mengundang banyak tanya.


"Haha! biarkan saja mereka penasaran dulu" gumamnya, sambil tertawa.


***


Besoknya Riska di jemput Reno ke rumahnya, untuk masak bersama neneknya, Bimo tentu saja senang karena bertemu dengan Anton sahabatnya.


Selena dan maminya tak di kasih pulang ke rumah utama, pak Joseph menahannya untuk hukuman Bara, sementara Bara sudah ingin membawa anak istrinya pulang ke rumah utama.


Sampainya Riska di rumah Reno di sambut hangat oleh semua anggota keluarga Reno, tak lupa jut membawa kue.


"Riska sayang.. ayo masuk, tante sudah membeli bahan-bahan untuk membuat kue, dan tolong ajarin kami" pinta buk Rima, sambil memeluknya.


Sementara Selena menyambut buah tangan Riska, dan langsung asik makan kue yang dibawa Riska.


Buk Rima yang melihatnya langsung tercengang, Selena di tinggal sebentar dia sudah menghabiskan sebagian kuenya.


"Astaga.. Selena! kenapa kau habiskan, sisain sedikit buat kakak dong" keluh buk Rima dengan lesu.


"Hehe! maaf kak, aku lupa" ujarnya polos. "Nanti ponakanku yang cantik akan buatkan kuenya, iya kan cantik?" tanya Selena tampa dosa pada Riska.


Riska hanya cengengesan dan menganggukkan kepalanya.


"Tentu! kita akan buat kuenya sama-sama dan jumlah yang banyak, biar aunty Selena bisa makan sepuasnya" sahut Riska.


"Benarkah? asyik! aunty akan makan banyak" soraknya bahagia. semua anggota keluarga yang melihat tingkah Selena tertawa karena gemas.


Riska dan buk Rima serta ibu mertuanya ikut membantu, sedangkan Selena duduk manis jadi tukang mencicipi, sementara para lelaki asyik bermain basket di lapangan khusus belakang rumah.


"Anton aku sangat senang bisa main bersama, biasanya aku main sepedaan ke taman kayak kemarin, tapi sekarang setelah berteman dengan mu aku bisa bermain basket di sini, aku sangat senang!" teriaknya.


"Aku juga sangat senang Bimo, semoga persahabatan kita sampai kita dewasa nanti" harap Anton dengan tulus.

__ADS_1


"Amin.. Anton" sahut Bimo begitu ceria.


"Lihat om Josep sangat jago, bahkan bisa mengalahkan om Bara" sorak Bimo, menyemangati.


Pak Joseph yang di puji Bimo begitu senang dan merasa bangga, "Bimo.. kamu pendukung ku, ok!" teriak pak Joseph.


"Ok om, akan Bimo dukung sampai titik darah penghabisan" teriaknya kencang.


Bagas mendelik ke arah kakaknya, lalu melihat ke arah anaknya Anton, "Kamu tak menyemangati papa?" ujarnya dengan kesal, tapi Anton menggeleng.


"Papa malu-maluin, kok bisa kalah sama om Josep, dan kak Reno yang paling keren" pujinya membuat reno tersenyum bangga.


"Itu baru namanya adikku yang sejati!" teriak Reno mengacungkan dua jempol ke arah Anton.


Bara makin kesal karena tak ada pendukung, saat melihat istrinya datang, serta para wanita membawa minuman dingin dan makanan lainya membuat Bara semangat, "Sayang kau mendukung ku menang kan? lihat mereka ada pendukung tapi aku tidak ada" keluhnya dengan sedih, sambil memegang tangan Selena, mengadu seperti anak kecil.


Semua orang yang ada di sana terheran-heran melihat tingkah Bara.


"Papa lebay banget, kenapa libatkan mama?" cibir Anton ke arah papanya.


Bara melihat ke arah Anton dan dengan sedih terisak seperti anak kecil, "Hiks hiks, kak Anton nakal, tidak sayang sama papa, Hua hua.. nangisnya histeris membuat semuanya heran.


Anton yang melihat papanya sedih, langsung menghampirinya dengan rasa bersalah. " Maaf kan Anton pa! baiklah aku mendukung papa" hiburannya, langsung memegang tangannya, untuk menenangkannya.


Dan Bara pun langsung berhenti menangis, sambil menyeka air matanya.


Semuanya tercengang melihat tingkah Bara yang begitu aneh kayak anak kecil.


"Sudahlah, ayo semuanya kesini makan dan minum" ajak Selena, dan buk Rima dan Riska menghidangkan semua yang mereka buat.


Sedangkan Reno terus melihat ke arah pamannya dengan tatapan herannya, "Paman kenapa?" tanya reno penasaran, membuat mamanya mendelik.


"Diam lah Ren..! nanti kalau Riska hamil mungkin lebih dari yang di alami paman mu" sahut mamanya.


Reno tercengang mendengar ucapan mamanya, sementara Riska tersenyum malu terus menunduk,


Reno melihat ke arah mamanya dengan cemberut.


BERSAMBUNG..

__ADS_1


__ADS_2