CINTA SEJATI.

CINTA SEJATI.
KEKESALAN BIMO.


__ADS_3

Bimo begitu merasa kesal, saat pulang, apa lagi, mendengar teman-temannya mau bertemu dengan Ruhi mana aku rela, Ruhi tetap jadi milik aku.


kalo sama Ana, nggak apa-apa dia sering main sama ilham dan Niko terus. kalo Ruhi tetap harus sama aku.


Bimo membawa kekesalannya, sampai rumah, wajahnya masih saja di tekuk, kayak baju kusut.


Mengucapkan salam dengan kencang, bundanya kaget sambil membalas salam anaknya.


"Adek kenapa? pulang-pulang mukanya kusut gitu?" tanya Riska.


"Aku lagi kesel kak, jangan ganggu adek" ucapnya ketus.


"Wah wah,kesel kenapa kamu?" tanya Riska.


"Niko dan ilham mau ketemu sama Ruhi, tapi aku tidak kasi" ucapnya berlalu masuk kamar.


"Nak, sini makan dulu" teriak bundanya.


"Nanti aja bunda, adek belum lapar" sahutnya, dari pintu kamarnya.Riska pun menghampiri bundanya.


"Biasa bun, dia lagi marahan sama temanya.


"Hah, itu anak ada-aja, apakah Bimo akan begitu sampai besar ya bun?" tanya Riska.


"Semoga saja tidak, bunda juga heran" ujarnya.


Di saat ibu dan anak itu lagi nimbrung, terdengar salam ayahnya yang baru pulang dari luar, habis ketemu temannya.


"Bunda sama kakak lagi buat apa ini? harum banget deh, ayah jadi lapar" bunda langsung sodorkan, air putih dan sepiring kue yang bunda buat "cicip dulu yah" ucap bunda.


"Bimo mana? kak? coba panggil adikmu sana"


"Baru saja pulang ayah, adek ada di kamarnya" jawab Riska, sambil berjalan menuju kamar Bimo.


"Enak banget kuenya, lihat ayah sampai menghabiskannya, lihat adikmu kak kenapa tidak keluar makan? "


"Ya ayah" teriaknya.


"Dek keluar makan dulu sana, ayah nyariin kamu tuh" Bimo hanya menatap kakaknya lesu.


"kakak bohong! katanya mau ajak aku ke rumah Ruhi, nyatanya tidak!" ucap Bimo marah.


"Hah kapan aku janji sama ni bocah" pikir Riska.


"Oh ya, ternyata dia masih ingat, pembicaraan pas pulang sepedaan kemarin itu ternyata" batinnya.


"ya udah, besok-besok kita kesana, sekarang keluar cepat, ayah nungguin kamu tuh" kakak janji ya? ucapnya.


"Buruan sana, nanti aku coba telpon Tara dulu deh" ucap Riska.

__ADS_1


"siapa dia?" tanya Bimo.


"Kakaknya Ruhi, buruan ahh, lelet banget sih"


"Ya ya kakak ku yang paling cantik, sela Bimo.


Bimo pun pergi menemui ayahnya, yang lagi, duduk sama bundanya di meja makan.


"Ada apa ayah, bunda, kalian panggil Bimo ya?"


"Adek ngapain tidak makan? tadi habis dari mana?" sela ayahnya.


"Dari rumah ilham bunda, terus mainnya sama Niko juga" ujarnya.


"terus tadi kenapa mukamu kesel dan marah saat pulang?


"em..itu, habisnya Niko nakal, kilah Bimo.


Riska memicingkan mata ke arah Bimo, sebagai tanda peringatan, dan Bimo langsung ciut, dengan tatapan maut kakaknya.


"Sudah pintar berbohong kamu dek? kenapa tidak jujur saja?"


"Apa sih kak" kilahnya.


"Bukankah kamu rebutan cewek sama, niko dan ilham?"


"Aku masih kecil, kak mana mungkin, aku mikirin cewek, ya kan bunda?" ujarnya cari dukungan.


"Ancaman ayah tak main-main, jika kamu tak dengar juga, siap-siap ayah kirim ke pesantren, terpencil" "Baik ayah" ujarnya sedih.


***


Sedangkan, Reno dan teman-temannya, lagi nongkrong di kafe dengan ke dua sahabatnya.


Reno gimana? ada kemajuan nggak sama Riska?" tanya Beni.


"Seperti biasa, kan nggak boleh sama ayahnya, aku tidak mau menyusahkan dia, apalagi sampai di marahi ayah bundanya" ucap Reno.


"Wih, perhatian banget kamu bro" sahut Riko.


"Aku akan menunggunya sampai lulus sekolah, aku sudah memberikan tanda keseriusan ku, di saatnya tiba, aku akan mengikatnya"


"Hah Reno, beneran?" tanya Beni, Reno langsung menganggukkan kepala.


"Terus kamu Riko, gimana? ada kemajuan nggak? sama Mia?" Riko hanya cengengesan.


"Aku sudah jadian, setelah pulang dari taman itu" ucapnya malu-malu.


"Kalo kamu Beny?"

__ADS_1


"Ahh..jagan lah tanya, aku baru pendekatan kayak kamu, Rani itu nggak sembarangan, sama kayak Riska, ayahnya Rani apalagi seorang tentara, salah dikit aku pasti di tembak, ujarnya lesu.


Hahaha..


Sedangkan kedua sahabatnya tertawa terbahak-bahak.


"Sabar bro, kan papamu seorang Jaksa, pasti akan di bela sama papamu" bener itu sahut Riko.


"kalian kayak nggak tau watak papa ku saja sih, boro-boro aku di bela, di tendang mah iya"


"Sabar-sabar" bela Reno.


"Aku sudah kangen sama cantik, Riko, suruh Mia ajak Riska nongkrong di taman lagi dong, kita sepedaan bareng"


"Ide yang bagus tuh" sahut Riko.


"Baiklah, aku chat yayank ku, suruh ajak ke dua sahabatnya, nanti aku kabari kalo mereka semua setuju"


"Moga aja mereka nggak ada halangan, biar kita bareng-bareng sepedaan" timpal Riko.


"Bro, terus, gimana tuh, kabarnya jessica, setelah orang suruhanmu mendapatkan semua bukti yang membuat pertunangan mu batal? " tanya riko.


"Aku nggak tau sekarang, yang jelas jessica juga terusir dari rumahnya, dan parahnya dia dimanfaatkan sama sahabat dan pacarnya. bahkan untuk mereka hidup mewah, semua uangnya dari jessica" jawab Reno.


Sedangkan di sebuah kos-kosan elit, karena sudah melewati waktu yang di janjikan, johan dan sherly di usir, oleh pemilik kos, detik itu juga mereka mengemas semua barangnya. mereka saling menyalahkan satu sama lain.


"Gara-gara kamu hidupku sengsara begini, andai kamu tidak datang menggoda ku, aku mungkin masih bersama jessica yang kaya raya dan hidup enak, dari pada kamu hanya orang miskin, cibir johan, sherly yang mendengarnya sangat sakit hati.


"Dasar kamu saja yang mata keranjang, tidak bisa lihat yang lebih kinclong"


"Benarkah? bukannya kamu kinclong numpang cosmetic sama jessica juga?" hahaha, cibirnya.


"Hey cepatlah jagan saling menyalahkan, intinya kalian sama-sama kere, benalu bagi jessica itu, orang kere cepat keluar!" ujarnya pemilik kos.


"Buk, saya mohon berilah kami kelonggaran lagi buk" memohonnya.


"Aku tidak butuh janji kalian, apa yang kalian harapkan? wanita yang kalian porot sudah tidak ada lagi" cibir nya pemilik kos-kosan.


Johan dan sherly sangat malu, di tonton oleh semua penghuni kos-kosan, mereka tidak tau harus kemana.


"Pergi sana, jangan ikuti aku lagi, kamu hanya pembawa sial dalam hidup ku" sherly kaget, dan menangis di hina begitu.


"Tapi aku tidak tau harus kemana, ucapnya sedih"


"Terserah yang penting jangan ikut aku' tegasnya.


mungkin inilah rasanya, saat Jessica terusir kemaren, maafkan aku jes, batinnya.


Johan sudah membawa semua barangnya, dia memesan taksi, dia akan pergi ke kos temanya, untuk menumpang sementara, hingga sampai dapat kerjaan.

__ADS_1


Sementara di taman kota yang indah, rombongan Riska dan Reno, lagi mengelilingi taman dengan sepeda mereka, Bimo pun tak pernah absen, dia berharap bisa bertemu dengan Ruhi di taman ini lagi, matanya menoleh kanan kiri, untuk mencari keberadaan Ruhi.


BERSAMBUNG..


__ADS_2