CINTA SEJATI.

CINTA SEJATI.
NGOMELNYA CALON IBU NEGARA.


__ADS_3

Riska berjalan meninggal kan dua lelaki yang membuatnya kesal, sambil berjalan terus mengomel tampa hentinya.


Reno yang mendengar Bimo katakan cinta membuatnya frustasi, dia tahu Bimo hanya cinta monyet dan hanya sebatas bicara saja, tapi Riska menanggapinya dengan serius.


"Dek! jangan begitu, itu tidak baik, adek masih kecil tidak boleh main cinta-cintaan, adek harus fokus sekolah dulu" bisik Reno.


Dengan resah Bimo memandang Reno. "Aku serius kak, aku mencintainya, aku tidak pernah merasakan perasaan ini, tolong jangan bilang pada kak Riska atau sama ayah" mohonnya penuh harap.


Reno berhenti berjalan mendengar ucapan Bimo.


"Bimo! kakak lelah menasehati kamu yang seperti ini, cinta cinta terus! kalau kamu tidak mau dengarkan nasehat kakak dan kak Riska lagi, ya sudah! kalau ayah marah sama kamu lagi itu resiko kamu yah! dan tanggung sendiri! tuh.. lihat! ngomelnya calon ibu negara tak selesai-selesai karena kamu, kakak juga kena semprot karena kamu!" ucap Reno dengan tegas.


Riska menoleh ke belakang dan lihat Reno marah-marah langsung berteriak, "Ren.. cepat lah, biarin saja anak itu kalau tak juga mau mengerti, cepat antar aku pulang, aju capek!" teriak Riska.


Reno pun langsung berlari sambil menenteng belanjaan Riska, dan sambil menggandeng tangan Bimo.

__ADS_1


"Cepatlah! ibu negara sudah marah!" bisik Reno.


Bimo pun langsung mengikuti Reno dengan pasrah, tapi tidak berani bicara apa pun. "Maura sayang, tunggu aku, suatu saat kita pasti bersama" gumamnya, tapi Reno masih mendengarnya.


Reno langsung mendelik, ke arah Bimo, dengan perasaan kesal.


"Ini terakhir kali aku menasehati mu dek!" dengus Reno.


Sampainya Reno di dekat Riska langsung tersenyum hangat, "Ayo cantik, jangan marah lagi" hibur Reno sambil membuka kan pintu mobilnya, tampa meperduli kan Bimo lagi.


Bimo merasa sedih karena perlakuan kakaknya dan juga Reno, dengan lesu membuka pintu mobil sendiri di belakang kemudi, dengan menunduk sedih.


Riska menoleh dan tersenyum kecil.


"Aku baik-baik saja" ujarnya sambil menyentuh tangan Reno yang masih di pundaknya. "Fokuslah menyetir" ucap Riska dengan senyum.

__ADS_1


Reno membalas dengan senyum manisnya dan merasa lega, "Aku sangat menghawatirkan mu, anggap saja kita belajar menjadi orang tua, agar di masa depan nanti kita bisa mengatasi anak-anak kita nanti" nasehat Reno.


Riska pun mengangguk dengan patuh, dan tak memperdulikan Bimo.


Dengan takut Bimo memberanikan dirinya menyapa kakaknya.


"Kak, Bimo minta maaf!" ujarnya dengan pelan.


"Adek salah apa? tidak ada kan? kalau mau mengejar pacarmu, silahkan saja, kakak tak perduli lagi, yang rugi siapa yang untung siapa, terserah!" sela Riska dengan kesal lagi.


Reno mengusap pucuk kepala Riska untuk menenangkan amarahnya.


"Istighfar cantik! tahan emosi mu" nasehat Reno.


Riska menghirup nafasnya dengan dalam, dan menghembuskan dengan perlahan-lahan, dan sambil berucap istighfar dengan pelan beberapa kali.

__ADS_1


Reno melirik Bimo, "Diam lah dek, jangan membuat kakak mu sedih lagi, apalagi memperlihatkan wajah sedih mu di depan ayah dan bunda nanti, itu sama saja menyiapkan diri mu langsung di kirim jauh ke Afrika sana, apa kamu sudah siap!" sindir Reno dengan kesal.


BERSAMBUNG..


__ADS_2