
Papa, RENO mau tanaya,pakah aku harus mencari istri dari kalangan yang berada seperti mama dan papa?"kenapa kau bertanya seperti itu? sejujurnya iya, tapi tergantung jodohmu pada siapa dan di mana, kita hanya berencana dan Tuhan yang menentukan, kalo memang jodohmu pada gadis biasa, papa mau bilang papa? selagi dia dari keturunan keluarga yang baik, berakhlak, dan tidak dari keluarga kriminal, papa setuju saja, asal dia mencintaimu, bisa menemanimu sampai akhir hidupmu, dalam susah senang, dan jatuh bangunnya kamu nanti, maka papa akan merestui mu, ujarnya, papanya dengan tegas.
Reno dan mamanya begitu terharu sampai menitik kan air mata, mereka langsung memeluk pak Josep dengan sayang.
"Papa tidak mau menjodohkan mu lagi, sekarang tugasmu, mencari, memilih wanita-wanita yang baik untuk kamu jadikan istrimu, untuk pertama dan terakhir, tentunya bisa menyayangi kami juga saat tua renta nanti" terima kasih papa ucapnya.
"Aku akan pastikan papa dan mama mendapatkan menantu yang baik tentunya tulus menyayangi kalian" Pak Josep menepuk bahu putranya dengan gembira, perubahan anaknya dia yakin dari wanita yang dia sukai, dan yakin wanita itu yang terbaik untuk Reno.
"Aku akan masuk sekolah lagi dia minggu pah, aku akan belajar dengan giat, walau pun sudah masuk sekolah nanti, pulang sekolah aku akan tetap belajar" ucapnya mantap.
"Papa bangga padamu, ini semua untuk kebaikan mu dan kelangsungan keturunan mu kelak, semua ini dari turunan keluarga kita, jadi kau harus menjaganya dengan baik dan membuatnya makin jaya,agar keluargamu nanti bahagia dan sejahtera" terima kasih pah, atas semua ini, aku benar-benar tidak tahu di untung, ucapnya lirih.
"Tidak apa, kamu masih muda belum mau mengerti, tapi sekarang papa bangga padamu, kau sudah mau berusaha membahagiakan anak orang, dengan kemampuan masih nol, kau merasa rendah diri, hahaha, kapan papa bisa mengenal gadis itu? pasti dia sangat cerewet dan sedikit bar-bar" papa kenapa bisa menebaknya? sahut Reno.
__ADS_1
"Karena wanita seperti itulah yang pantas untuk mu, apakah aku benar mah?" tanya istrinya, dan di iya kan juga oleh istrinya.
"Kapan kau akan bawa untuk mengenalkan pada papa dan mama nak" tanya buk Rima, tak sabar.
"Hehe, ayahnya begitu ketat pah, mah, ayah dan bundanya sudah beri ijin kita bersama tapi harus lulus sekolah, sekarang belum boleh sama ayahnya" Reno kikuk, sambil garuk kepalanya yang tidak gatal.
"Hebat didikan orang tuanya" puji pak Josep.
"Apa pekerjaan orang tuanya" tanya pak Josep.
"Tentu pah" buk Rima memandang suami dan anaknya degan bahagia, sekarang mereka satu hati tidak akan ada perselisihan lagi, batinnya.
ke esok kan paginya sesuai keputusan Reno, dia mulai masuk belajar ke kantor papahnya, dia di bimbing oleh sekertaris papahnya pak Hasan, Reno belajar begitu cepat dia bisa memahami apa pun yang di jelaskan, dan dia selalu melakukan pekerjaannya dengan benar dan hati-hati.
__ADS_1
Minggu ke dua masuk kerja, papahnya mempercayakannya, memimpin rapat dengan klien terbesar dari luar negri.
"Pak Hasan, pertemuan kita jam berapa? lusa aku sudah masuk sekolah lagi, tapi atur jadwal ku dari siang sampai sore saja" baik tuan muda, pertemuan kita jam sembilan ucap pak Hasan, walau pun bos keduanya masih sangat muda namun dia tetap menghormatinya seperti bos besarnya, karena dia tahu, bos muda ini nantinya akan menggantikan bos besarnya.
Meeting nya dengan kliennya berjalan lancar, dan langsung menanda tangan kontrak kerja sama.
Pak Josep menunggu kedatangan anaknya, di ruangannya dengan perasaan gelisah, apakah meeting nya berjalan lancar atau justru di tolak, pak Josep mondar mandir di ruangannya, pak Josep ter lonjak kaget karena suara ketukan pintu.
"Hasan, Reno mana?" ucapnya, celingukan , mencari keberadaan anaknya.
"Habis meeting katanya ada urusan tuan, dan meeting berjalan lancar, ini surat kontrak kerja sama kita" Pak Hasan begitu kaget, dan bangga atas keberhasilan anaknya.
sedangkan Reno setelah selesai meeting dia langsung pergi bertemu teman-temanya.
__ADS_1
BERSAMBUNG..