CINTA SEJATI.

CINTA SEJATI.
MENGHALU BERSAMA.


__ADS_3

         Riska hanya tersenyum melihat tingkah sahabatnya, dengan terus memamer kan pacar khayalannya.


"Ayo bangun lah dari mimpi mu, jangan mengkhayal lagi, nanti lama-lama kamu bisa gila" sindirnya.


"Huh! kamu ini payah! tak bisa di ajak seneng-seneng, ayolah meng halu bersama" ajak Rani.


"Ogah aku, kan aku sudah punya" sela Riska.


"Cie.. cie! yang sudah mengakui sang kekasih ye!" godanya.


"Apaan sih" sahut Riska dengan malu.


"Haha! lihat wajah mu sudah memerah seperti tomat, sepertinya sekarang kamu benar-benar sayang ya!" tebaknya.


"Sudah lah, tak usah di bahas lagi" sela Riska.


"Ok deh, ngomong-ngomong ada apa gerangan kamu menelpon?" tanya Rani.


"Memangnya tak boleh?" sela Riska.

__ADS_1


"Ya elah.. bukan tak boleh buk, tapi aku kan lagi sibuk" ujarnya.


"Ya sibuk menghayal cowok orang, laki orang, capek deh! di kenal saja tidak" ledek Riska.


"Biarin, dari pada kamu tak mau berpaling, ya belum tentu juga kita jodoh" sahutnya.


"Ish.. jangan lah bilang begitu, apa pun itu niat baik, lebih baik di do'ain saja, apa harapan mu sama Beny juga begitu?" tegur Riska.


"Tidak! tapi di buat enjoy saja lah, jangan terlalu di bawa ke hati, kita masih muda Ris!' ujarnya.


"Terserah kamu saja, apa pun menurut mu baik, lakukan saja, begitu juga dengan ku! balas Riska sedikit kesal. " Baiklah, kamu lanjutkan saja menonton, maaf aku menganggu" dengus Riska.


"Ya terserah kamu saja, nggak apa kok!" sela Riska.


"Hey! jangan marah dong! aku kan cuma bercanda" bujuk Rani.


"Ya udah, nggak apa-apa juga, aku juga lagi mumet nih, aku tutup ya" sela Riska, tapi langsung di tahan oleh Rani.


"Stop Ris! maafin aku soal tadi, aku cuma bercanda kok, ya udah ayo kamu mau cerita apa biar tak mumet lagi" hibur Rani.

__ADS_1


"Tidak, terima kasih, aku nggak bisa cerita ama siapa-siapa dulu, karena ini terlalu pribadi, maaf ya! lain kali aku pasti akan cerita kok!"


"Hem.. sebegitu rahasia kah? baiklah itu privasi kamu dan aku nggak masa kok, tapi lain kali bila ingin cerita aku siap jadi pendengar mu" ucap Rani sedikit penasaran.


"Oh iya, kamu tahu nggak kenapa Mia tak bisa menjawab telpon mu?" tanya Rani.


"Nggak tau, memang ada apa?" tanya Riska penasaran.


"Dia di ajak jalan-jalan sama calon camer alias calon mertua, gila benar kan tuh anak, kayak udah ngebet nikah deh, nggak kebayang aku nanti sendirian, kamu juga pasti akan nikah muda, begitu juga dengan Mia" keluhnya.


"Memang kamu tak ada niat?" tanya Riska balik.


"Mana di kasih aku sama papa, aku sudah di wanti-wanti dari sekarang, selesai kuliah baru aku boleh nikah, nggak tau juga sama Beny kuat apa nggak menunggu ku, tapi kayaknya dia juga akan menyelesaikan pendidikannya baru di boleh kan, aaa..galau aku sama kalian" teriaknya sambil terus membayangkan nasibnya di masa depan.


"Belum tentu juga kan! kita kan belum tahu nasib kita kedepannya, kalau pun rencana, itu kan baru rencana saja"


"Sama saja buk, betapa menyedihkan nasib ku nanti, sendiri tampa teman, sedangkan kalian berdua sibuk dengan anak suami" ujarnya dengan sendu.


BERSAMBUNG..

__ADS_1


__ADS_2