
Anton tetap cuek hingga keluar main, terus membiarkan Bimo resah sendiri. "Maaf aku tak mau berteman dengan mu, apa lagi bertemu adik-adik ku saat lahir, aku takut kamu mengajarkan mereka hal-hal yang buruk" sindir Anton membuat Bimo ketar ketir karena ucapan Anton.
Anton lalu keluar kelas dan menuju kantin sekolah, sementara Bimo terus mengikuti langkah Anton. Anton yang sadar di ikuti langsung menoleh dengan tatapan datarnya.
"Ngapain kamu mengikuti aku? aku tak mau dengan mu!" ketusnya, lalu melanjutkan langkahnya.
"Maaf kan aku, aku janji tidak akan mengulanginya lagi, tolong jangan seperti ini" mohonnya.
Sementara Anton tetap melanjutkan langkahnya, tampa menoleh ke arah
Bimo, dan terus melanjutkan langkahnya.
Bimo tetap mengikuti Anton meski di marahi dan duduk di sebelahnya.
Anton mendelik ke arah Bimo, tapi Bimo pura-pura tak melihatnya.
Anton mendengus karena tingkah Bimo yang benar-benar tak tahu malu. "Dasar muka tembok" cibirnya, tapi Bimo hanya tersenyum. "Maafin aku Anton" mohonnya dengan tulus, tapi Anton tetap jual mahal, agar Bimo jera, dia terus acuh.
Bimo terus mengikuti Anton, tapi lama Anton biasa saja dengan tingkah Bimo.
__ADS_1
sampainya di kantin Anton langsung duduk, Bimo langsung membelikan Anton es krim kesukaannya, Anton pun langsung menerimanya dengan muka datarnya. "Ayo katakan lagi kamu mau apa?" tanya Bimo antusias.
Anton melirik Bimo dengan senyum jahilnya dan masih pura-pura marah.
"Hem.. aku mau kue saja" ujarnya.
"Tapi tak ada kue di sini, bagaimana kalau besok aku bawain, ok!" rayu Bimo, tapi Anton tetap dengan muka datarnya.
"Kamu mau kan? aku akan minta sama bunda, berbagai macam kue" rayunya lagi.
Anton yang menjahili Bimo langsung menyerah mendengar akan di bawakan banyak kue.
"Ok, aku janji tidak lagi" sela Bimo senang.
mereka pun tertawa dan berlari bersama ke dalam kelas setelah Bimo membayar eskrim yang mereka makan.
***
Sementara Reno dan teman-temannya fokus dengan pelajaran tampa bermain, keluarnya bermain mereka langsung menuju kantin untuk makan siang.
__ADS_1
Setibanya Reno dan teman-temannya di sambut langsung oleh bikin ijah pengurus kantin dengan senyum manisnya.
"Selamat datang den Reno, ayo pada pesan apa?" tanya bik ijah dengan sopan.
Reno pun membalasnya dengan senyum juga, "Sebentar bik! cantik kamu pesan apa?" tanya Reno pada Riska, yang masih sibuk dengan pelajaran yang dia bawa ke kantin.
"Ayo lah cantik! nanti lagi belajarnya" bujuk Reno sambil merebut buku yang Riska baca.
Dengan kesal Riska pun mengikuti Reno, "Baiklah! baiklah.. aku pesan mi rebus campur telor dan sosis saja, minumnya jus mangga saja" pintanya, dan langsung di catat oleh bik ijah, "Samain saja bik sama pesanan Riska" sahut Reno, dan di iyakan oleh bik ijah.
Sementara teman-teman yang lain sudah memesan makanan dan minuman yang mereka inginkan.
"Sebentar ya, kalian tunggu pesanannya" ujarnya bik ijah berlalu pergi.
Den Reno serasi banget sama non Riska, sama-sama cakep banget, begitu juga dengan pasangan sen Beny dan Riko" ujarnya penuh kagum sambil berjalan menuju dapurnya, dan langsung membuat pesanan mereka.
sambil menunggu makanan mereka asyik bercengkrama bersama membahas pelajaran.
BERSAMBUNG..
__ADS_1