CINTA SEJATI.

CINTA SEJATI.
NENEK MERESTUI KALIAN.


__ADS_3

Saat buk Laras melihat Riska dari jauh, beliau langsung tersenyum, langsung bisa melihat bahwa Riska anak baik-baik.


Reno yang melihat reaksi neneknya, langsung was-was, takut neneknya menyinggung Riska.


"Nenek! sungguh bila nenek tak suka, tolong jangan singgung Riska, Reno tidak mau melihat dia sedih" mohonnya sambil menyatukan kedua tangannya.


Dengan kesal buk Laras menatap cucu tersayangnya, "Dasar anak bodoh, kau kira nenek sejahat itu" semburnya, lalu meninggalkan Reno, menuju anak dan menantunya yang lagi asyik mencicipi kue yang dibawa Riska.


"Hem.. kalian bila makan enak sama sekali tak mengigat ku, tega sekali kalian! padahal kekasihnya cucu pertamaku, aku juga yang mengundangnya, malahan oleh-olehnya pun kalian tak bagi mami" rajuk nya, dengan pura-pura kesal.


"Maafkan kami mami, ayo ini coba cicipi, ternyata yang punya toko kue ini bundanya Riska mi" ujarnya sambil menyodorkan kue kedalam mulut mertuanya, "Bagaimana? enak tidak?" dengan antusias buk Rima melihat reaksi mertuanya.


"Hem.. lezat dan gurih, manisnya juga pas" dengan manggut-manggut meresapi rasa kue itu, sambil tersenyum kearah Riska.


Riska yang melihat neneknya Reno tersenyum, dia langsung mengucapkan salam dan mencium tangannya dek takzim. "Apa, apa kabar nek, perkenalkan saya Riska cantika" ulasnya dengan rasa gugupnya tapi sopan.


Buk Laras melihatnya yang tak nyaman langsung menenangkannya, buk Laras merangkulnya duduk di dekatnya. "Santai saja, jangan tegang, nenek tidak akan memakan mu" guraunya dengan senyum, sambil menepuk lembut tangan Riska.


Sementara Reno yang melihat reaksi neneknya jadi bernafas lega, bersyukur bahwa neneknya menerima kehadiran Riska.


Buk Rima dan Selena asyik mencicipi kue-kue, sambil minum teh dengan para suaminya, membiarkan maminya dan Riska mengobrol bersama.


Buk Rima yang melihat Reno mematung langsung di tegur mamanya, "Reno! ngapain kamu di situ? ayo kesini!" teriaknya.


Reno pun langsung menghampiri mamanya. "Hehe! mama aku sangat gugup kalau nenek akan menyinggung Riska, karena tadi ayahnya sudah berpesan padaku, dan membuatku was-was dengan reaksi nenek" ujarnya dengan rasa lega, sambil memeluk mamanya, buk Rima pun mengelus punggung anaknya untuk menenangkan.


"Mama tidak perduli sekalipun nenek tak menyukainya yang penting papa dan mama merestui mu, apa alasannya kita tidak menyukai gadis sebaik dan sepintar Riska, cantik dan jago memasak, sudah paket komplit" buk Rima menegaskan.


Pak josep yang mendengar keluhan anaknya, ikut tersenyum.


"Baiklah, Reno ke ruang kerja dulu, ada yang harus aku selesaikan, nanti kalau Riska sudah mau pulang, tolong panggil aku ma" pamitnya dan di iya kan mamanya.


"Reno!" teriak pamannya.


Reno langsung menoleh, "Ada apa paman?"

__ADS_1


"Bagaimana sih? pacar datang malah di tinggal, jangan terlalu keras dalam bekerja, santai saja" cibirnya dengan senyum, sambil merangkul bahu istrinya.


Reno menanggapi dengan senyum, tampa menjawab sedikit pun.


Pak Josep yang mendengar adiknya memprovokasi Reno langsung mendelik, "Hey adik tengil, kau mau mengajarkan anakku seperti mu hah! takut dengan kerjaan dan pemalas, lihat saja aku akan mengajari Anton agar melebihi sepertimu dulu, agar kau merasakan apa yang aku rasa" ancamnya, membuat Bagas langsung diam dan ciut.


"Masuklah Reno, jangan meniru orang pemalas ini" cibir kakaknya, membuat Bagas mencebikkan bibirnya.


"Ya maafkan aku kak, aku mengaku kalah, tolong jangan mengajarkan Anton yang tidak-tidak" mohonnya, pak josep hanya tersenyum mengejek.


"Terserah aku mau bagaimana, Anton juga anak ku, sekarang Reno sudah besar tidak bisa aku manja-manja lagi, giliran Anton akan aku manjakan" dengusnya.


"Kakak!" rengeknya.


"Apa? kau yang mulai" semburnya.


"Maafkan aku, mohonnya memelas, karena tahu kalau kakaknya sudah bertekad pasti dia akan jalankan.


"Tidak! agar kau merasakan juga, seperti aku dulu mendidik dirimu sangat berat" lirihnya, Bagas langsung bangun dan memeluk kakaknya dengan sayang.


***


Bimo dan Anton asyik bermain sampai lupa waktu, main balapan mobil remote dan beberapa mainan lainnya milik Reno waktu kecil.


"Bimo! aku akan punya adik kembar!" dengan antusias bercerita.


"Apa? benarkah? boleh tidak akau bermain dengan mereka jika mereka sudah lahir?' tanya Bimo berharap.


Dengan senyum Anton pun menjawab, " Tentu saja boleh, kita menjaga mereka sama-sama ya? semoga saja mereka perempuan dan laki-laki" harapan Anton.


Hingga menjelang sore Riska dan Bimo pamit pulang, Anton sangat sedih Bimo pulang cepat.


"Jangan sedih, besok juga ketemu du sekolah" hibur Bimo, membuat Anton tersenyum.


Riska pun pamitan pada semuanya, dan neneknya Reno memeluknya dengan sayang, "Nenek berharap kalian berjodoh, Reno cucu kesayangan ku yang tertua, apa pun yang membuatnya bahagia selama itu baik, nenek selalu mendukungnya, nenek merestui kalian" bisiknya, sambil mengelus punggung Riska.

__ADS_1


"Terima kasih nenek, terima kasih" bisik Riska pula.


Pelukan mereka pun terlepas, Riska langsung masuk ke dalam mobil Reno.


Dengan sayangnya Reno mencium pipi neneknya, "Terima kasih nenek ku sayang" bisiknya.


Neneknya tersenyum bahagia, "Riska sayang! hari minggu lusa, datang lah, kita masak bareng" pinta buk Laras dan di iyakan oleh Riska.


"Cepat anatar mereka jangan sampai ayahnya marah, terlalu lama kamu bawa keluar" tegur neneknya.


Reno pun langsung mengantar Riska pulang bersama Bimo.


Sepanjang jalan mereka berbicara banyak hal apalagi Bimo, begitu ceria habis bermain bersama Anton.


Di rumahnya pak Arip terus duduk di teras rumahnya, menunggu kedua anaknya pulang, yang paling di khawatir kan adalah Riska, takut di rumah Reno dia di hina sampai menangis.


Terus mondar-mandir harap cemas, sampai-sampai istrinya keluar mengomel, karena melihat suaminya mengantuk tapi tetap di paksaan menunggu.


"Ayah masuk istirahat sana! matamu sudah sangat layu dan memerah, biar bunda yang menunggu mereka!" omelnya dengan kesal.


"Baiklah, jika mereka sudah pulang, tolong bangunkan ayah" pesannya, dengan gontai masuk rumah menuju kamar tidur karena telat tidur siang.


Pulangnya Riska dan Bimo begitu antusias, buk Salmah pun merasa lega, dia kira dugaan suaminya akan nyata, putrinya akan pulang dengan murung dan habis menangis.


Dengan sopan Reno mengucap salam dan langsung mencium tangan buk Salmah. "Om mana tante?" tanya Reno sopan.


"Dia baru saja tidur, kelelahan menunggu kalian pulang, dia takut Riska pulang dengan bersedih" ceritanya tentang kekhawatiran suaminya.


"Alhamdulillah.. nenek tidak begitu, nenek orangnya penyayang" pujinya.


Lama berbincang Reno pun pamit pulang tak lupa menitip salam pada pak Arip, dan pamitan juga pada Riska dan Bimo.


Sekalian minta izin untuk acara nenek dan Riska di hari minggunya.


BERSAMBUNG..

__ADS_1


__ADS_2