CINTA SEJATI.

CINTA SEJATI.
MAKAN BERSAMA.


__ADS_3

Reno gemas melihat papa dan pamannya tak sabar mencicip lauk yang membuatnya lapar.


"Hati-hati Ren.. ayo cepat" sahut papanya.


Dengan pelan Reno melepas mangkuk yang berisi lauk.


"Papa bilang pelan-pelan tapi suruh Reno juga cepat-cepat, gimana sih?" sindir Reno pada papanya, sehingga membuat pamannya tersenyum geli.


"Haha, maklum kami lapar Ren, ayo cepat tuangkan, paman duluan Ren" pinta Bagas.


"Tidak! aku duluan yang lebih tua, enak saja mau mendahului aku" bentak pak Joseph.


Maminya yang melihat perdebatan kedua anaknya menjadi pusing.


"Sudah-sudah! kenapa pada ribut sih? tinggal ambil saja, kenapa harus ribut!" teriak maminya, membuat ke dua anaknya diam.


Pak Joseph dan Bara saling lirik, tak berani bersuara lagi, dan bergiliran menyendok nasi dan lauk yang di masak Riska.


Para wanita membawa semua masakan, yang sudah matang dan makan bersama.

__ADS_1


"Ini enak sekali, minta nambah ma" pinta Anton, dan di ikuti Bimo, "Tante saya juga minta nambah" pinta Bimo, dan di tuang kan pada piringnya.


"Hehe, terima kasih banyak tante" ucap Bimo, dengan tulus sambil tersenyum, Selena juga balas tersenyum hangat.


Makan bersama keluarga Reno membuat Riska merasa hangat, dan terharu karena di terima dengan tangan terbuka oleh keluarga berada tapi begitu baik hati.


"Masakan mu sangat enak sayang! kamu memang jago masak, besok tolong tuliskan resep ini ya!" pinta buk Rima.


Dengan senyum Riska menjawab,


"Ya tante, nanti saya tuliskan" sahut Riska.


"Cantik, beli gaun juga dong, biar aku yang bayar" ucap Reno, tapi di tolak oleh Riska.


"Terima kasih, aku tidak membutuhkan gaun, lagi pula itu baju mahal" jawab Riska dengan senyum.


"Hem.. kan sesekali keluar aja di butuhkan juga cantik, lihat gaun itu sangat indah, pasti kamu pakai akan semak indah karena yang memakainya adalah wanita cantik" goda Reno. "Bimo, ayo kamu beli apa? biar kakak yang traktir" tawar Reno.


Bimo yang mendengar di traktir langsung sumringah, "Benarkah kak?" tanya Bimo memastikan, sehingga membuat kakaknya mendelik ke arah Bimo.

__ADS_1


"Bimo! jangan memanfaatkan keadaan ya!" tegur Riska.


"Hehe, maaf kak, mumpung di tawarin" jawab Bimo


"Tak apa cantik, jangan begitu, biarkan saja aku yang bayar" rayunya, Riska yang mendengarnya langsung mendengus.


Riska langsung berjalan menuju rak pembalut dan memilih seusai yang dia pakai, Reno yang melihatnya langsung tersenyum dan pura-pura tak tahu itu barang berharga bagi perempuan.


"Cantik, ini apa? apa ini roti? kenapa malah gini" ujarnya, Riska yang melihat Reno memegang pembalutnya langsung di rebut dari tangan Reno, "Apaan sih? kenapa pegang beginian sih,.malu di lihat orang" bisiknya pada Reno.


"Sayang, aku penasaran, itu apa?" bisik Reno, membuat Riska malu dan terus mencubit lengan Reno.


"Diam lah! jangan buat aku malu" bisik Riska sambil melotot, sedangkan Bimo asyik mencari makanan, dan mainan yang dia suka.


"Sayang, jangan marah! aku kan tak tahu" kilat Reno.


Setelah selesai memilih dan hendak menuju kasir untuk membayar, Reno langsung mencegahnya. "Biar aku yang bayar cantik" bisiknya.


"Aku membawa uang Reno!" bisik Riska. "Tapi aku saja yang bayar, sayang" bisik Reno balik. sehingga membuat pasrah.

__ADS_1


BERSAMBUNG..


__ADS_2