
Selesainya Reno meeting, saat jam istirahat dia langsung ke luar menu sahabatnya, ingin menanyakan tentang mereka yang makan malam bersama tampa dia ketahui.
"katakan, siapa yang akan menjelaskannya lebih dulu?" dengan santai memandang sahabatnya.
"Hehe, ini ide ku bro, habisnya aku bosan di rumah, nunggu kamu, malah sibuk terus, jadi kami keluar berdua dan mengajak ke dua sahabatnya Riska juga, kami tidak memberi tahumu karena kamu repot, mau ajak Riska juga pasti tidak di izinkan. yah jadi kita ber empat yang keluar" cerita Beny.
Reno hanya manggut-manggut sambil mendengar kan cerita Beny.
"Baiklah, sepertinya aku dan Riska sudah tidak di butuhkan" gurau Reno, membuat kedua sahabatnya ketar ketir.
"Bukan begitu bro, maaf kan kami, kami hanya tidak mau membuatmu repot" sela, Riko.
"Tidak apa-apa, aku memang sangat sibuk, karena besok pagi kita sudah mulai sekolah, jadi pak Burhan lagi mempersiapkan jadwal kerjaku, dari pulang sekolah sampai sore, jadi sudah wajar kalian melupakan aku" sesalnya.
"Kau mau sibuk atau tidak, kau tetap sahabat kami, malah aku salut padamu, di saat kami lagi senang-senangnya main, kamu malah berkutat di depan komputer untuk bekerja, kau begitu tanggung jawab, dan kebanggaan keluarga" lirihnya Beny.
"Benar bro, tolong jangan berkata seperti itu, kapan pun kamu ad waktu, kabarkan kami untuk berkumpul, kami semua akan datang, sekarang fokus lah untuk bekerja" sela Riko menenangkan.
"Hem, baiklah, maaf aku sudah membuat kalian risau, tidak apa juga kalau kalian benar ingin buat acara tampa akau" sela Reno memenangkan. kedua sahabatnya hanya menghela nafas panjang.
Habis makan siang bersama, Reno pun kembali ke kantornya, meniggalkan kedua sahabatnya yang masih betah di sana.
Riko dan Beny memandang sahabatnya pergi dengan kecewa, Reno terlihat tersenyum, tapi mereka yakin dia sedih.
"Aku sangat merasa bersalah padanya, sebenarnya mau atau tidaknya dia ikut, kita harus kasih tahu dia, pantas saja dia merasa terabaikan" sesalnya Beny, begitu pun dengan Riko, benar-benar merasa bersalah.
Sampainya di kantor, Reno merasa bersalah pada kedua sahabatnya.
"Sebenarnya, tak harusnya aku begitu, sehingga membuat mereka sedih, aku yang salah, dan mereka berhak bahagia, walau pun tampa kehadiran ku, karena tanggung jawab ku begitu besar pada keluarga ku" gumamnya, menyesal.
Reno langsung mengirim pesan permintaan maafnya pada kedua sahabatnya, lalu langsung melanjutkan pekerjaannya.
Beny dan Riko yang melihat pesan Reno, akhirnya merasa lega, mereka pun pulang dengan bahagia.
Bimo begitu senang memper siapkan hari pertama masuk sekolah, begitu pun Riska, besok adalah hari bahagianya.
Siangnya Riska mengirim pesan pada Reno, karena dia merasa hati Reno sedih , tapi Reno langsung meneng kan Riska agar tak khawatir.
Reno pun bekerja dengan hati yang senang, sehingga dia bisa menyelesaikan pekerjaan dengan cepat.
Berhubung besok adalah pertamanya masuk sekolah setelah liburan, Reno mempersiapkan semua jadwalnya untuk masuk kantor, setelah selesai dia langsung pulang dengan hati yang bahagia.
__ADS_1
***
Keesokan paginya, mulailah aktivitas masuk sekolah, dan belajar, dan setiap hari bisa bertemu dengan sahabatnya.
Sekolah Bimo masih satu arah dengan sekolahnya Riska, membuat Bimo bahagia. karena ingin memakai sepeda sendiri seperti kakaknya.
"Ayo cepat nanti telat ke sekolah sayang" panggil sang bunda dari arah dapur.
Bimo dan Riska keluar barengan dan terlihat ayahnya sudah berada di meja makan sambil minum kopinya.
"Selamat pagi ayah, bunda" ucapnya mereka berbarengan.
dengan wajah bahagia Bimo menyantap semua sarapannya tampa banyak drama seperti sebelumnya, dia pun memberanikan diri untuk bertanya.
"Ayah, apa boleh adek membawa sepeda sendiri ke sekolah?" bertanya dengan penuh harap.
"Tidak boleh, adik belum bisa bawa sepeda kesana, jalanya sangat ramai, tetap jalanya di antar ayah, nanti pulangnya di jemput bunda" ujarnya tampa melihat kearah Bimo.
Sedangkan Bimo begitu terlihat sedih, dan Riska mengedipkan matanya, memberi kode agar Bimo tidak bertanya lagi, dan Bimo pun mengerti.
Bimo hanya bisa pasrah dengan perintah ayahnya, mau bertanya lagi takut nanti ayahnya marah.
Selesai sarapan mereka semua berangkat, Bimo di antar sang ayah, dan Riska memakai sepeda sendiri.
"Hay guys, apa kabar? wajahmu benar-benar terlihat berseri-seri, apalagi, mau bertemu dengan ayang beb, benar tidak?" goda Mia.
"Kau pun sama dengannya tunjuk Rani" pada Riska.
"Aku? aku belum pacar kok, tidak berani seperti Mia" selanya, Riska membela diri sendiri.
"Ya belum jadian tapi sudah panggil sayang dan sudah ketemu calon mertuanya" ledek Rani, membuat Riska tersipu malu.
"Sudah lah ayo cepat kita berangkat, nanti telat" kilahnya dengan perasaan bahagia.
Mia dan Rani makin terkekeh melihat kelakuan Riska yang salah tingkah.
Mereka pun jalan beriringan dengan perasaan bahagia, terlihat dari arah jauh, bahwa ketiga pemuda lagi menunggu mereka.
"Aduh, hatiku deg deg gan' goda Rani sambil memegang dadanya pakai tangan kirinya. membuat Riska dan Mia makin salah tingkah
Semakin mendekat Riska makin salah tingkah, seakan dia tidak pernah sekalipun bertemu dengan Reno.
__ADS_1
"Selamat pagi cantik apa kabar" sapa Reno membuat Riska makin merona.
"Baik, dan kau sendiri?" tanya Riska balik.
"Sangat baik, apalagi setelah melihat senyum manismu, hidup ku terasa indah.
"Yah, yang punya dunia mah bebas, kita hanya ngontrak" ledeknya Rani.
membuat mereka tertawa.
"Bagaimana kalau kita juga pacaran diam-diam" celetuk Beny.
Rani langsung mendelik kesal, ke arah Beny.
"Boleh, kalau kau mau mati sia-sia di tangan papaku, bukankah papaku akan memberi kamu tantangan?" skak, Rani.
Membuat Beny menunduk malu, dan semua sahabatnya melihatnya meminta penjelasan.
"Aku tak tahu tantangannya apa, kalian mah beruntung bisa dapat pacaran tampa dengan tantangan" ujarnya jujur.
"Sungguh!" serunya serempak.
"Sungguh aku tak bohong, tanya saja pada Rani" tunjuk Beny, membuat Rani mencebik kan bibirnya.
"Ayo kita masuk, kita lihat keseruan teman-teman kita yang lain" ajak Reno.
Dan di ikuti oleh semua sahabatnya. dengan perasaan bahagia masuk gerbang sekolah, langsung menuju tempat parkir
Mereka lalu berbaur bersama teman-teman mereka, dan bersalaman satu sama lainnya. hari pertama masuk sekolah membuat mereka senang.
"Halo, apa kabar" ucap Tara pada Riska, membuat Reno tercengang.
"Ya baik' jawabnya sambil melirik Reno.
" Lama kita tidak berjumpa, sejak pertemuan kita di taman itu" kenangnya.
"Cantik masuk kelas sana" Sela Dimas, sehingga membuat tara mengepalkan tangannya dengan penuh kekesalannya.
Reno pun menghampiri Tara.
"Jagan coba-coba untuk mendekati Riska, karena dia adalah milikku" bisik Reno pada Tara, membuat Tara makin geram.
__ADS_1
BERSAMBUNG..