CINTA SEJATI.

CINTA SEJATI.
KERINDUAN.


__ADS_3

Anton anak seorang pengusaha, kedua orang tuanya selalu sibuk dengan bisnis masing-masing mereka, sehingga anak pun tak pernah terurus, selain bersama pengasuh yang mereka bayar dan supir kepercayaan mereka, yang bertugas anatar jemput dan menjaga keselamatan putra mereka.


"Anton! bagaimana sekolah baru mu?" pak Bagas dengan sura beratnya, bertanya, setelah Anton tiba di rumahnya.


Anton pun menghampiri papanya, dan mencium tangannya, kalau duduk di hadapan papanya dengan sopan.


"Baik pah!" jawabnya tegas.


"Bagus, jangan bergaul dengan anak sembarangan, dan fokus lah belajar, sekarang kau masuk lah, membersihkan diri, lalu makan, guru mu sebentar lagi datang!" perintahnya tampa melihat kearah anaknya.


Anton memandang ayahnya dengan seksama, apakah benar yang di maksud bundanya Bimo, tentang kerja keras mereka untuknya agar bisa belajar dengan baik.


"Pah, apa Anton boleh bertanya?"


pak Bagas, menghentikan pekerjaannya lalu melihat lurus, ke arah anaknya, "Kata kan, apa yang ingin kamu tanya kan?"


"Benarkah, papa dan mama bekerja keras untuk aku? agar aku bisa bersekolah sampai sukses? dan saat kalian tua nanti kalian tidak akan bisa bekerja lagi, maka giliran aku yang akan bekerja menggantikan kalian mencari uang, dan kalian bisa istirahat di rumah!"


Pak Bagas tercengang mendengar ucapan anaknya yang begitu dewasa, "Siapa yang mengajarinya pemikiran itu?" batinnya sambil memandang lurus anaknya.


"Tentu saja, sekarang lihat lah, papa sudah tua, papa ingin sekali punya banyak anak, tapi mama mu terlalu sibuk, dan tak bersedia hamil lagi, dan kaulah harapan papa satu-satunya.


"Baiklah, aku akan belajar dengan giat, agar aku jadi pintar, bila saatnya tiba nanti, aku akan mencari uang buat papa dan mama, dan kalian bisa duduk minum teh, menikmati indahnya pagi dan sore hari" ujarnya dengan tegas.


Pak Bagas benar-benar terharu dengan ucapan anaknya yang begitu berpikir dewasa, sebelum waktunya, dia sadar bahwa dia begitu keras dalam mendidik anaknya, tapi itu demi kebaikannya. sekeras apa pun hati tuan Bagas, mendengar kata bijak anaknya, membuat dia tersentuh dan tersenyum.


Anton begitu terkejut melihat papanya tersenyum, biasanya selalu memasang wajah datar, tanpa senyum sedikit pun.


"Terima kasih, siapa yang mengajarkan kamu tentang itu?" ujarnya dengan senyum masih terlukis di wajah tuan Bagas.


"Bundanya teman baru ku, sekali gus teman sebangku ku, bernama Bimo,


namanya tante Salmah.


Pak Bagas pun tersenyum mendengar nama itu, nama yang tak asing di ingatannya, tapi dia tak yakin orang yang sama, wanita berparas cantik, yang pernah menyentuh hatinya, kala melihatnya di sekolah menengah yang sama tempat dia sekolah, sebelum di pindahkan ke luar negeri, sampai dia kuliah, dan kembali ke indonesia setelah menikah.

__ADS_1


"Papa titip terima kasih buat bundanya temanmu" ujarnya dengan senyuman yang masih terukir, Anton begitu bahagia membuat papanya tersenyum.


"Tentu pah, akan Anton sampaikan, Anton masuk dulu pah" pamitnya, dan di anggukkan saja oleh papanya.


"Pak Budi!" panggilnya pada supirnya.


Pak budi yang di panggil langsung sigap, menemui majikannya.


"Ya pak, apa anda memanggil saya" ujarnya dengan sopan.


"Hem, besok foto kan aku Anton beserta teman dan bundanya itu" perintahnya.


Pak Budi yang merasa aneh merasa teman dan bundanya, melakukan kesalahan, dan dia merasa was was akan hal itu.


"Baik Pak, besok sepulang sekolah akan saya kirimkan, biasanya ibu itu datang menjemput anaknya" tutur pak Budi. Sedangkan pak Bagas tak tahan menunggu besok, dia hanya menghembus kan nafas kasarnya, frustasi akan perasaannya.


"Huh.. suruh siapkan mobil aku ke kantor, sekarang!" perintahnya lagi, membuat pak Budi makin heran dengan rekasi majikannya, yang begitu penasaran dengan ibu dan teman baru anaknya.


***


Mana yang dia tak paham langsung dia bertanya pada kakaknya.


"Kak!"


Riska yang begitu fokus dengan bukunya, tapi sempat menoleh, karena panggilan adiknya.


"Ada apa? apa ada yang tidak kamu mengerti?" Bimo menggeleng pelan.


"Aku kangen kak Reno, kapan kita bisa bermain bareng lagi?" keluhnya sedih, karena Bimo membahas Reno, akhirnya ada rasa kangen juga di harinya, dia menatap Bimo dengan sendu.


"Kak Reno sekarang sibuk bekerja, dia berusaha menjadi laki-laki yang keren" puji Riska, membuat Bimo berbinar.


"Benarkah? kak Reno sekarang makin keren?"


"Hem, kak Reno keren dia laki-laki hebat, habis sekolah dia langsung pergi ke kantor" ceritanya, sambil tersenyum.

__ADS_1


"Wah, hebat sekali kak Reno, apa boleh aku menelponnya kak?" tanya Bimo antusias.


"Jangan! kak Reno lagi bekerja, kita ajak dia sepedaan kalau dia sudah libur ya?" hiburnya.


"Sungguh!" tegasnya memastikan. "Ya, lihat saja nanti kalau dia libur" sela Riska.


Mereka pun larut dalam obrolan mereka, di taman belakang, yang begitu rindang, terdapat gazebo dan ayunan, di kelilingi bunga-bunga cantik dan harum kesayangan Riska, yang selalu dia rawat tiap sore dan pagi kalau lagi libur.


Habis mengerjakan tugas mereka, Riska iseng membuka sosial medianya, langsung selfie bersama Bimo, menampakkan kebahagiaan, di keliling bunga-bunga cantik, Bimo langsung merapat memeluk kakaknya saat melihat kamera, menampilkan senyum terbaiknya.


Setelah melihat hasil fotonya bagus, Riska langsung mengunggahnya, dan menaruh hestek, "kerinduan" beberapa menit dia unggah, dengan pose, dan suasana tempat yang begitu mendukung, terlihat mereka seperti model sepasang kakak adik yang begitu sempurna.


Setelah di unggah, puluhan like dan komentar dari teman-temanya yang memujinya, karena ini pertama kali Riska menggugah foto dirinya dan adiknya, karena selama ini yang dia posting hanya tentang pelajaran saja.


Reno yang diam-diam mengikuti sosial media Riska, begitu penasaran dengan bunyi notifikasi yang masuk ke ponselnya, karena dia lagi melepaskan penat karena pusing dengan pekerjaannya.


Setelah dia buka, betapa terkejutnya Reno melihat wajah cantik dan ceria menuai ribuan komentar dan like dalam beberapa menit, dengan menyematkan kata kerinduan, semua yang komentar bertanya tentang arti kata itu, ada juga yang menyebutkan cocok jadi seorang model, karena kecantikan alami tampa polesan, begitu terlihat sempurna.


Reno begitu gusar, melihat reaksi orang, dan melihat pertama kali Riska posting foto dirinya.


"Ya ampun cantik, kenapa kamu posting fotomu sih, aku sungguh tak rela, mereka semua termasuk cowok lain memandang dan berkhayal bersama mu" pesan yang Reno kirim dengan begitu kilat.


Dan terkejutnya lagi, mamanya menandai Reno.


"Hah! dari mana mama tahu sosial media Riska?" gumamnya frustasi.


Reno lihat, mamanya mengirim juga foto Riska ke sosial medianya, dengan hestek "Calon mantuku yang paling cantik" sehingga begitu banjir komentar dan like di sosial media mamanya, dari teman-temanya.


"Ya ampun mah.. kalian buat aku jantungan saja!" teriak Reno, membuat pak Burhan yang duduk di pojok ruangan Reno menjadi terkejut.


Dengan cepat Reno mengirim pesan juga pada mamanya.


"Mama tolong hapus foto Riska di sosial media mama! kalau tidak, akan aku bajak milik mama!" ancam Reno, begitu frustasi, sambil mengacak rambutnya, dan membuat asistennya makin heran.


BERSAMBUNG..

__ADS_1


__ADS_2