CINTA SEJATI.

CINTA SEJATI.
TAK SAYANG LAGI.


__ADS_3

Riska dan Rani pun mengakhiri percakapan mereka karena, sementara Reno belum juga membaca pesan Riska, karena dia begitu sibuk dengan kerjaannya.


"Huh! Reno sibuk kayaknya sehingga belum membaca pesan ku, ayah pasti mengira aku tak memberi tahu Reno, tapi semoga saja dia baca nanti" gumamnya.


karena sudah sangat sore dan sebentar lagi magrib, Riska pun mandi terlebih dahulu agar lebih segar, belum lagi karena pikirannya yang semakin kalut.


selesai mandi dia pun membaca Alquran sebentar untuk menghilangkan kegelisahannya, tapi bacaannya terhenti kala ada bunyi panggilan di ponselnya ternyata itu adalah Reno.


"Halo Ris! maaf baru membaca pesan mu, aku sangat sibuk tadi" ujarnya di sebrang sana.


"Hem! justru aku yang minta maaf, aku menganggu mu yang lagi sibuk!"


"Ok, apa kamu tahu ayah mau bicara soal apa?" tanya Reno.


"Eh, itu.. kata ayah mau bicara sesama lelaki, nggak tahu aku detailnya" kilah Riska.


"Oh ya! aku tak yakin kamu tak tahu, baiklah mumpung belum magrib aku telpon ayah mertua dulu deh, aku juga lagi istirahat nih, tapi bentar lagi pulang, dan sebaiknya aku mampir saja nanti" ujarnya.

__ADS_1


Riska yang merasakan tak enak hati karena Reno yang sibuk malah akan mampir menyempatkan diri ke rumahnya.


"Baiklah! terserah kamu deh" balas Riska dengan pasrah.


"Ok, bilang sama ayah, nanti aku akan datang sepulang kerja, aku tutup ya!" pesan Reno.


Riska pun keluar mencari keberadaan ayahnya dan ternyata masih berada di ruang keluarga bersama bundanya.


pak Arif yang melihat anak perempuannya datang langsung menyapa.


"katanya mau mampir nanti sepulang kerja ayah!" ujarnya sambil melirik bundanya yang masih terlihat kesal, namun tak berani bertanya, Riska melihat ayahnya dengan tatapan bertanya, tapi di jawab gelengan saja oleh ayahnya sehingga Riska langsung pergi.


Saat melewati kamar Bimo, terdengar isak tangis yang membuat Riska penasaran, Riska pun masuk tampa meminta izin dari adiknya.


perlahan duduk di pinggir kasurnya sambil melihat Bimo yang menangis. "kamu kenapa dek? apa bunda marah padamu?" tanya Riska penasaran.


Bimo pun bangun dari tidur tengkurapnya, lalu duduk tegak menghadap kakaknya.

__ADS_1


"Bunda marah pada ku, dan ini pertama kalinya bunda begitu kesal padaku, dan sepertinya bunda sudah tak sayang lagi pada ku, hiks hiks" ujarnya sesenggukan.


"Siapa bilang! justru karena bunda sayang, makanya marah begitu, sudah lah, nanti kalau kamu di pesantren kan kamu juga dapat banyak teman, dan pulangnya jadi anak soleh dan jadi ustadz juga, keren kan!" hibur Riska.


Dengan sedih Bimo terus memandang kakaknya. "Apa kakak juga tak sayang pada ku lagi?" tanya Bimo dengan masih sesenggukan.


"Tentu saja kakak sayang, bagaimana tidak! kamu adalah adikku yang paling ganteng sedunia! jika benar ayah dan bunda memasukkan mu ke pondok, udah terima saja dah!" usul Riska sehingga membuat Bimo makin sedih.


"Hiks hiks! ternyata benar, tak ada lagi yang menyayangi ku di sini" ujarnya lalu kembali tidur tengkurep seperti semula.


Riska mau bicara tapi tak enak hati karena Bimo pun tak akan mau mendengarnya karena lagi benar-benar sedih.


Dengan pelan Riska pun keluar dari kamar adiknya dan membiarkannya menenangkan hatinya.


"Apa yang harus aku katakan pada Bimo ya, anak itu benar-benar tak mau bicara lagi, sekarang giliran bunda marah, ayah pun tak bisa membujuknya, apa lagi aku" gumamnya.


BERSAMBUNG..

__ADS_1


__ADS_2