CINTA SEJATI.

CINTA SEJATI.
RENCANA INDAH.


__ADS_3

Setelah Reno mengantar Riska, kedua orang tuanya begitu terkejut, terlebih lagi datangnya bersama Reno dan penampilan Riska yang berbeda, dan beberapa oleh-oleh titipan dari mamanya Reno.


"Sebelumnya, saya minta maaf om tante, keberadaan Riska tidak saya duga, mama saya yang membawanya ke rumah dan mereka memasak bersama, pertemuan mereka pun saya tidak tahu, silahkan tanya langsung ke Riska" tunjuknya.


Riska yang di tunjuk menjelaskan, malah menjadi gugup, tapi mau, tak mau aku harus menjelaskan batinnya.


Riska menceritakan mulai dari pertemuan sampai undangan ke rumah Reno, sampai acara masak dan makan, semuanya dia cerita kan.


sambil menghela nafas panjang pak


Arif berkata, "Ternyata orang tuamu sudah membuat rencana indah buat kalian, aku bisa apa, selain mengikhlaskan dan berdoa niat baik kalian, dan ayah merestui kalian, tapi ingat, jangan pacaran dulu sebelum lulus, anggap lah kalian seperti saudara yang saling menjaga satu sma lain, dan kamu Reno ayah titip Riska selagi dia tidak di samping ayah" pesannya panjang lebar, membuat Riska dan Reno bahagia dan terharu.


"Tentu om, saya akan menjaga Riska dengan segenap hati saya, dan terima kasih atas restu om dan tante, dan saya juga sangat bersyukur papa dan mama saya juga merestui kami, dan begitu menerima dan sayang pada Riska" ujarnya dengan tegas sambil memandang Riska.


Bimo yang melihat Reno datang ke rumahnya begitu bahagia, lalu menggandengnya ke taman belakang, sedangkan Riska di suruh bundanya membawakan minuman dan camilan untuk Reno dan Bimo bersantai.


"Kak Reno, ayo kapan kita main sepedaan lagi, aku ingin sekali bertemu Ruhi, kemarin kak Tara bilang akan kasih aku main sama Ruhi kalau aku bisa ajak kak Riska juga, ujarnya antusias.


Riska yang mendengar ucapan Bimo jadi salah tingkah, sedangkan Reno, terus memicingkan matanya ke arah Riska.


"A aku tidak ikutan aku tidak tahu tentang itu" gagapnya, takut Reno marah.


"Dek, sini dengarin kakak, kamu masih kecil tidak boleh mikirin cewek dulu, apa kamu tidak takut kalau ayah sampai tahu? kamu tidak mau mendengarkan ayah dan bunda? lihat kakak dan kak Riska saja belum pacaran, karena kami lagi fokus belajar, agar pintar, dan cita-cita kita bisa tercapai" nasehatnya panjang lebar.


"Aku sangat menyukainya" keluhnya sedih.


"Kakak tahu itu, kamu selalu suka melihat gadis cantik, begitu pun kakak, tapi kakak selalu tahan, tapi hanya ada gadis yang paling tercantik di mata ku, aku melihatnya pertama kali pas dia widuda di salah satu sekolah taman kanak-kanak, aku langsung jatuh hati, aku mengikutinya dimana pun dia masuk sekolah tampa berani menganggunya, dan di mana pun dia sekolah,di situlah aku minta papa dan mamaku memasukkan aku sekolah" sambil tersenyum kearah Riska menjelaskan ceritanya pada Bimo.


Riska begu terkejut, dengan pengakuan Reno, terus melihat kearah Reno meminta penjelasan, dan di anggukkan kepala saja oleh Reno, membuat Riska merona sambil melihat ke arah lain.


Karena tak menyangka Reno mengikutinya sejak dia masih terlalu kecil.

__ADS_1


"Hem, apakah kaka sekarang sudah bertemu dengannya?"


Reno terus melirik Riska yang merona, membuat dia gemas.


"Tentu saja, kakak sudah menemukannya, kan kakak satu sekolah terus, dan selalu mengawasinya, dia tumbuh menjadi gadis cantik yang membuat kakak makin jatuh cinta"


"Stop kalian membicarakan Cinta-cinta terus, kita masih sekolah, dan kau juga Bimo, masih kecil, sudah lirik cewek sana sini" sembur Riska.


Bimo mencebikkan bibirnya, sedangkan Reno hanya mengulum senyumnya.


"Huh, kakak tak asyik, kak Reno saja menyukai gadis dari masih dia kecil" sela Bimo.


wajah Riska pun makin merah bak kepiting rebus.


"kenapa wajah kakak merah? padahal ini kan sudah sore, tidak panas lagi" ujarnya polos.


"Huh, diam lah, cerewet sekali kamu ini" geramnya.


"Reno!" teriaknya marah.


"Ok, ok, aku diam cantik, jangan marah lagi" rayunya, sambil mengerlingkan sebelah matanya.


Membuat Riska makin panas dingin, jatungnya makin terasa tak karuan.


"Kamu kenapa" bisiknya.


"Jantung ku terasa tak sehat, tolong jangan menggodaku lagi" ujarnya bersemu merah, sambil menunduk.


Reno semakin gemas melihatnya, "andai aku sudah halal, ingin sekali aku rengkuh tubuh indahnya, memeluknya begitu erat, dan menghirup aroma tubuhnya" batin Reno makin bergejolak, jiwa mudanya meronta, tapi dia selalu bisa mengontrol diri sendiri.


Reno lalu menyodorkan ponselnya, untuk memperlihatkan poto-poto lama sampai terbaru Riska yang dia ambil diam-diam.

__ADS_1


"Cantik, lihatlah, agar kamu percaya, buka semuanya dari awal galeri ku" ujarnya sambil menyodorkan ponselnya.


Riska pun mengambilnya, dia scroll semua gambar itu sampai habis, sambil menutup mulutnya, merasa terkejut.


poto dari dia taman kanak-kanak, dan waktu sekolah dasar, sampai sekolah menengah pertama, dan sekolah menengah atas.


Riska begitu tercengang, sambil memandang Reno dengan mata yang berkaca-kaca, dan sangat terharu, "Begitu besar perasaannya padaku samapai dia mengikuti ku dari kecil" batinnya sambil memandang Reno sekilas.


Reno yang melihatnya sedih juga merasa sedih, dengan wajah sendu dia berkata pelan, "Jangan patahkan hatiku, terlalu lama aku menantimu, tapi jika kau tak membalas perasaanku,


kau cukup diam, aku akan menghindar dengan sendirinya" lirihnya.


Riska meremat jemarinya mendengar ucapan Reno, membuat hatinya sedikit perih.


"Jangan katakan seperti itu, tampa kau tahu, aku sudah tahu gerak gerik mu selama ini, bahwa begitu besar cintamu untuk ku, aku tidak berani berjanji, tapi aku akan berusaha menjaga hati ini, hanya untuk orang yang benar-benar tulus padaku, karena aku merasakan hal yang sama padamu" jawabnya malu, sambil melihat ke arah lain menyembunyikan wajahnya yang bersemu merah, dengan hati berdebar, membalas ucapan Reno.


Untung saja Bimo tidak mendengar pembicaraan romantis mereka, dia asyik berlarian dan main sepeda di halaman yang cukup luas itu.


"Benarkah kau sudah tahu sejak lama? ya Tuhan, kau membuat ku makin gila" girangnya Reno sambil menyugar rambutnya ke belakang.


Dengan senyum mengembang tak lepas dari bibir tipisnya, membuat Riska yang sekilas meliriknya menjadi gemas.


"Hanya orang bodoh yang tak bisa merasakan bahwa dia di ikuti terus, pulanglah ini sudah mau magrib, hati-hati menyetirnya, salam buat tante dan om" cibirnya tersenyum.


"Hem, kau mengusir ku, sayang?" godanya.


Riska yang mendengar kata sayang makin salah tingkah, makin menunduk menyembunyikan wajahnya, tampa menjawab.


"Baiklah, sayang, aku akan pulang, aku juga tidak mau calon mertuaku marah, nanti lama-lama restunya dia cabut, sayang, lusa kita sudah masuk sekolah, sekarang aku tidak bisa ber leha lagi, aku sudah aktif di kantor, sepulang sekolah aku langsung bekerja, untuk mempersiapkan masa depan kita, nanti kalau aku jarang kelihatan atau tak mengunjungi mu, kamu jagan risau ya, tapi kita bisa selalu bertukar pesan, ok?" pesannya, membuat Riska tercengang, dan hanya mengangguk.


Reno pun langsung pamit pada kedua orang tua Riska, bundanya juga menitipkan kue kering buatannya untuk orang tua Reno, sebagai tanda terima kasih.

__ADS_1


BERSAMBUNG..


__ADS_2