CINTA SEJATI.

CINTA SEJATI.
KEKOMPAKAN KAKAK ADIK


__ADS_3

Bimo begitu bahagia, dengan apa yang dia lihat, kekasih pujaannya, ternyata tak jauh dari rumahnya, senyuman merekah sepanjang jalan dia pamerkan.


Bimo begitu patuh pada kakaknya, sejak mereka sudah punya perjanjian, Riska pun memanfaatkan situasi, untuk mendidik Bimo, seperti yang di katakan ayahnya.


"Kakak, aku bahagia sekali hari ini, sungguh, kapan aku jadi besar kak, biar bisa menikah seperti ayah?" ujarnya, Riska mendelik, mendengar ucapan adiknya.


"Iss ni bocah, kamu baru lima tahun sudah memikirkan menikah? lagi dua puluh tahun, baru kamu bisa menikah, mungkin juga lebih, atau, siapa tau kamu nanti dapat jodoh lain dan tidak bisa menikahi Ruhi atau Ana" ucap Riska, pura-pura berpikir.


"Kakak! tega banget pada adik sendiri! do'akan aku gitu!"


amuknya pada kakaknya.


"Hahaha! bercanda dek" ujarnya.


"Tidak kok, tapi tentang saja, kalo kamu tidak bisa menikahi Ruhi, kakak akan jodoh kan dengan temanmu ilham dan Ana dengan Niko" Riska makin menjahili adiknya, membuat Bimo makin murka.


"Kakak jahat! tidak sayang sama Bimo" huhu, hiks, membuat Bimo langsung menangis.


"Sudah diam nanti Ruhi keluar ledekin kamu kalo menangis, cengeng, gitu aja nangis, di ajak becanda malah nangis, ayo pulang" ajak Riska.


Mereka sama-sama, menaiki sepedanya, bercanda sepanjang jalan, Bimo begitu ceria, apalagi saat di janjikan di ajak main ke rumah Ruhi, kakaknya teman sekelas kakaknya Ruhi juga.


"Kak ingat ya, jagan kasih tau ayah bunda, tentang Bimo, tadi pagi ayah sudah bilang, sebelum adek lulus sekolah nggak boleh pacaran, kalo kedapatan pacaran aku di kirim ke pesantren" ceritanya.


"Itu kamu tau, terus kenapa kamu bandel, kakak saja tidak berani pacaran sebelum lulus cibirnya pada Bimo.


"Tapi kakak suka kan sama kak Reno" tegasnya.


"Nggak kok, nanti kalo udah lulus baru boleh" kilahnya.


"Berarti kalo lulus nanti, kakak mau pacaran sama kak Reno?"


"Ya, tapi kalo kakak ketemu sama yang lebih ganteng, kakak sama yg lain lah" hehe.


Jalan-jalan mereka begitu riang sepanjang jalan, sungguh lucu, ada aja kekonyolan Bimo, masih kecil sudah tau cinta-cintaan.


Sedangkan kehidupan jessica sangat memprihatinkan, dia tidak bisa tidur sampai malam, kamar itu begitu panas dan pengap.Tapi harus bagaimana lagi, dia tidak punya pilihan lain.


"Papa, mama, maafkan jessica, aku tidak tahan" ucapnya sambil menangis, hiks hiks.


Mungkin karena ikatan batin, antara ibu dan anak, buk Tari sepanjang malam selalu gelisah tak bisa tidur, karena memikirkan anaknya.

__ADS_1


"Kemana kamu nak? apakah kamu baik-baik saja? maafkan mama yang tak bisa membantu mu, mama tak berdaya nak" hiks hiks.


Sambil tidur buk Tari menangis diam, sampai bantalnya basah.


Buk Tari tidak berani, bersuara, takut suaminya marah, suaminya terlalu serakah, sahabat dan anaknya saja sampai tega di manfaatkan.


Reno dapat informasi, dari orang suruhannya, kalo jessica sebenarnya di manfaatkan oleh pacarnya dan sahabatnya sendiri, kasihan memang, tapi itu sudah kebodohan yang sangat patal, udah jatuh ke timpa tangga pula.


Setiap keluarga Reno sarapan bersama, ayahnya akan selalu bertanya-tanya.


"Reno, kapan kamu masuk sekolah?" tanya pak josep.


"Masih dua mingguan pa, ada apa?" ujarnya.


"Kamu sekarang sudah kelas tiga, sebentar lagi lulus, main-mainlah, kekantor papa sebagai perkenalan"


"Betul itu nak" sela mamanya.


"Ya aku pikir-pikir dulu pa, ma, aku inginnya belajar merintis sendiri, seperti papa dan mama setelah kuliah, aku tidak ingin mengharapkan harta papa dan mama" ujarnya.


"Baiklah, kamu pikir lah dulu, setelah siap, kasi tau papa" sambil menepuk pundak anaknya,


"Ok pa" sahutnya.


"Ya ma ada, tapi belum boleh, sebelum dia lulus sekolah.


Dia dari keluarga bahagia yang sangat sederhana, ayahnya seorang guru dan bundanya, ibu rumah tangga dan jualan online.


"Tapi aku tidak tau, papa dan mama akan setuju atau tidak, sebenarnya, cinta tampa harta bisa saja, asalkan saling cinta dan merintis bersama"


"Benar' sahut mamanya.


"Apa mama marah?" tanya Reno.


"Tidak, bagi mama, kebahagiaan mu adalah yang utama, entah miskin atau kaya, asalkan keluarganya jelas, dan akhlaknya baik, serta cinta dan sayang padamu dan keluarga.


tentang papa mu, mama akan kasih tau pelan-pelan, ok?" ujar mamanya.


"Terima kasih ma, sudah mengerti Reno, aku yakin asal usul keluarganya baik kok, kemaren pas acara syukuran kenaikan kelas, Reno di undang adiknya, dan tau keluarga besarnya, semua keluarganya baik pula" jelas Reno sambil tersenyum.


"Wah wah, ternyata sudah sejauh itu? pantas saja jessica juga kamu tolak" ledek mamanya.

__ADS_1


"Bukan karena itu ma, karena Reno tau niat mereka dari awal itu harta, dan aku tau juga jessica, punya pacar, yang sudah sering berhubungan gitu, mana aku mau bekas orang mah" ujarnya.


***


Sedangkan kedua sahabat jessica, akhirnya pecah juga, Luna menjauhi sherly karena Luna mewanti-wanti, takut jadi korban, seperti jessica.


"Hay Luna, kenapa akhir-akhir ini kamu susah di hubungi? kamu seakan menjauh gitu sih, kita nongkrong yuk, aku nggak ada teman nih?" rajuknya manja seperti biasa.


"Maaf aku mau temani mamaku belanja, lain kali saja" ucapnya lalu pergi meninggalkan sherly sendiri.


"Tunggu Luna! kenapa kamu berubah?" desak sherly.


"Tidak ada yang berubah, aku hanya bosan, malas, dengan hal apa pun selain sekolah, oh ya, tidak usah hubungi atau cari aku lagi, pertemanan kita sampai di sini saja! aku takut berteman dengan mu, kamu mengerikan, aku tidak mau menjadi jessica ke dua.


Deg.


"Darimana kamu tau?" ujarnya, resah.


"Aku tidak bodoh seperti jessica, kalian manfaatkan jessica, kalian bahkan hidup dari uang jessica, sampai di sini saja" cibirnya, langsung pergi.


Sherly terpaku di tempat, mendengar ucapan Luna, dia kira takkan ada yang tau hubungannya dengan johan, ternyata Luna pun tau hal itu? dia memanfaatkan jessica yang anak orang kaya dan gampang di bodohi karena cinta.


"Luna memang jarang bicara tapi otaknya merekam dengan cepat, dia sekarang memutuskan persahabatan begitu saja" batin sherly.


Sedangkan Riska dan Bimo saat pulang di sambung oleh bundanya.


"wah ceria sekali anak bunda, bunda senang melihat kekompakan kakak adik, pulang dari jalan-jalan pun begitu bahagia, apa ada yang di dapat kan di jalan tadi?" tanya bundanya.


"Ada bun, sangat istimewa, iya kan kak" ucapnya mengerlingkan mata.


"Ya dia cari Ana, tapi aku larang, terus matanya, melihat sesuatu selain Ana, iya kan dek?"


"Bunda kakak bohong! jangan percaya! huh, awas kau kak, jagan lari!" teriaknya,


"Etis.., kau lupa perjanjian kita?" Bimo begitu geram pada kakaknya.


"Silahkan kalau ingin aku bocorkan, gampang kok!"


"Tidak kak" ujarnya lesu.


"Baiklah jadilah anak yang patuh, maka kamu juga akan aman, kalo tidak, ya maaf, aku tidak bisa membantu" ancamnya, ya ya kak, ujarnya.

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2