CINTA SEJATI.

CINTA SEJATI.
TERUS MENGEJAR.


__ADS_3

Sepulang sekolah Riska seperti biasa bersama kedua sahabatnya pulang beriringan, sampai di simpang jalan mereka lalu berpisah menuju rumah masing-masing.


Riska dengan pelan mengayuh sepedanya dengan pelan sambil ber nyanyi-nyanyi kecil, tapi betapa kagetnya dia di kejutkan dengan Tara menunggu di pinggir jalan, di bawah pohon rindang sambil tetap menunggangi motornya.


"Mau apa tuh orang di sana" gumam Riska.


Dari jauh Tara tetap tersenyum manis menghadap Riska, "Selamat siang Ris! boleh aku bicara sebentar" ujarnya kala Riska sudah mendekat.


Dengan kesal Riska terus menatap Tara, merasa risih dengan tatapan Tara padanya.


"katakan! aku tak banyak waktu"


"Hem.. Ris! mau kah kamu memberikan aku kesempatan? aku sangat menyukai mu sejak lama"


"Tidak bisa! maaf! hati ku cuma buat Reno, apa lagi semua keluarga kami sudah setuju, aku tak mungkin mengecewakan semuanya, maafin aku, cari lah wanita yang lebih baik dari ku" sela Riska dengan cepat.


Tara terdiam terus menunduk merasa kecewa atas penolakan Riska.


Lalu mengangkat kepalanya dengan pelan menatap wajah Riska yang menunduk. "Baiklah! pulang lah, ingat, jika suatu saat nanti Reno menyakiti mu, datang lah pada ku, dengan tangan terbuka aku akan menerima mu" pesannya membuat hati Riska tersentuh, tapi tak bisa berbuat apa-apa.

__ADS_1


"Sekali lagi, maaf kan aku Tara, kita bersahabat saja, aku pulang duluan" ujarnya, lalu mengayuh sepedanya dengan kencang.


"Aku tak akan menyerah Riska! aku akan terus mengejar mu! ingat itu!" teriak Tara.


Tara terus melihat punggung Riska sampai tak terlihat, barulah dia menghembuskan nafas kasarnya.


"Kamu benar-benar sulit untuk aku gapai Riska! kamu bahkan cinta pertama ku, tapi belum di mulai saja, kamu sudah menolak ku" gumamnya dengan sedih.


Tara lalu melajukan motornya untuk pulang dengan rasa frustasi.


Sampai rumah pun Tara langsung berbaring lemah.


"Kamu sangat cantik, suatu saat aku pasti bisa mendapatkan mu, selagi kamu belum menjadi milik Reno sepenuhnya" ujarnya terus meraba wajah Riska yang ada di layar ponselnya.


Sementara Riska begitu kesal dengan Tara, dia merasa makin benci dengan Tara karena tetap kekeh pada pendiriannya.


Sampai rumahnya dia langsung mengucap salam pada bundanya yang lagi sibuk di dapur sedang membuat kue.


Bundanya yang melihat wajah anaknya pulang dengan cemberut merasa heran. "kamu kenapa nak? wajah mu kok kusut begitu?"

__ADS_1


Riska pun kaget mendengar ucapan bundanya yang begitu peka. "Tidak apa-apa bunda, karena panas saja" kilahnya sambil menuangkan minuman dingin ke dalam gelas, untuk dia minum.


"Jangan bohong deh, coba cerita saja pada bunda, siapa tahu bunda bisa bantu kamu" desak bundanya.


Riska yang tak mau bundanya kepikiran tak mau cerita, takut bundanya kepikiran akan masalahnya.


"Benar bunda kakak tak ada masalah, tadi hanya gerah saja bun"


"Ok kalau begitu, kamu pergi bersihin diri solat lalu makan, ayah mu juga sebentar lagi pulang" ujarnya sambil terus mengadon olahan kue.


Dengan senyum Riska merasa senang karena bundanya percaya padanya, bahwa dia baik-baik saja tampa masalah apa pun.


Riska pun berlalu masuk ke kamarnya untuk membersihkan dirinya.


Sedangkan Reno terus mengepalkan tangannya merasa kesal dengan Tara, tampa mereka sadari Reno mengantar Riska pulang dan memperhatikannya dari jauh.


"Dasar! benar-benar tak tahu malu, sudah di tolak tetap saja memaksa" geramnya penuh emosi.


Setelah Riska benar-benar pulang, dan mengikutinya sampai ke depan rumahnya, Reno pun langsung berbalik menuju kantornya dengan perasaan kesal.

__ADS_1


BERSAMBUNG..


__ADS_2