CINTA SEJATI.

CINTA SEJATI.
KESEDIHAN JESSICA.


__ADS_3

Jessica yang ter usir tidak tau harus kemana, pacar dan sahabatnya dia hubungi satu pun tak ada yang menjawab, setelah tau dia di usir orang tuanya. Mirisnya lagi, johan langsung memutuskan dirinya, padahal beberapa jam lalu dia habis bercinta dengan panasnya, dan begitu mudah juga dia memutuskan jessica, tanpa jessica sadari hanya di porot uangnya saja, dan jessica pun tidak tau kalo johan pacaran dengan Sherly, dan parahnya mereka kerja sama.


"Ya Tuhan, kemana aku kan pergi, semua kartu ku sudah di sita sama papa, uang di dompet ku tidak cukup untuk hidup di luar, papa, mama, maafkan aku" ucapnya sedih, sambil menangis.


Berjalan menggeret kopernya entah mau ke mana.


"Sebentar lagi mau gelap dimana aku akan tidur, aku pun belum makan, perutku lapar sekali" batinnya, dia melewati halte bus di sanalah dia duduk, masih dengan air mata berurai.


"Ternyata kebaikan mereka hanya palsu, mereka mau berteman dengan ku hanya saat aku banyak uang, saat aku kesusahan mereka semua menghilang, apa aku cari kosan saja ya, biar aku dapat tempat tinggal dengan waktu lama" batinnya.


Jessica sudah berjalan begitu jauh dari rumahnya, dia sudah sangat lelah, dia masuk ke komplek warga, untuk mencari kontrakan yang murah, setelah berkeliling cukup lama, dia mendapatkan kontrakan sederhana, tapi baginya sudah lumayan dari pada tidur di pinggir jalan, akan lebih menyedihkan lagi, dia langsung membayarnya, dan langsung di tempati setelah di bersih kan pemilik kontrakan.


Jessica merenung, sambil merebahkan diri di kamar kecil dan panas itu, begitu pengap tanpa kipas angin atau AC, "Lengkap sudah derita ku" batinnya.


Sedangkan Bimo dan Riska masih ribut.


"Bunda, kakak nakal, tolongin Bimo" sambil berlari meniggalkan kakaknya yang lagi kesal.


"Bimo! awas saja! akan aku bongkar rahasia mu!" ancam Riska tentu saja Bimo takut.


"Kakak ku yang paling cantik sedunia, apa mau aku belikan lolipop?" rayunya, dengan suara manis.


"Huh, aku bukan anak kecil seperti mu! bisa di sogok pakai permen" kesalnya.


"Lalu pake apa kakak ku tersayang? katakan biar aku mengabulkannya" dengan bangga menepuk dadanya.


"Hem..kesempatan emas" batin Riska, dengan senyum misteriusnya.


"Ok, perjanjian ini akan kita buat, tapi, tidak punya batas waktu, jadi kau harus mengerjakannya, kalo tidak, rahasia besar mu, detik itu juga akan sampai ke telinga ayah dan bunda, maka bila waktu itu tiba, bersiap-siap lah kamu akan di asingkan ke suatu tempat yang tidak biasa kamu hidup bebas" bisiknya sambil, bicara pelan dan terdengar menakutkan di telinga Bimo.


"Tapi kak" sela Bimo.


"Sst..,tidak ada penolakan ok?" cuman anggukkan yang Bimo berikan.


Bimo makin takut, mendengar bisikan kakaknya "sangat menyeramkan" batinnya.

__ADS_1


"Pertama, kau harus membersihkan kamarmu dan kamarku, dan kedua habis bermain taruh kembali mainan mu di tempatnya, dan ketiga kau menyapu dan menyiram halaman dan semua bunga kesayangan ku, bagaimana? putuskan sekarang, kau setuju atau tidak?"


"see tuju kak" gagapnya.


"Hem, anak baik" ujarnya sambil mengelus kepala Bimo.


"Aapa boleh, minta bantuan bunda?" tanya Bimo.


"Tidak boleh, ini kerja sama kita berdua, tidak ada yang boleh membantu" bisiknya.


lalu Riska masuk kamar meninggalkan Bimo dengan ketakutannya.


"Kakak sangat menyeramkan, seperti hantu serigala, jika aku tidak setuju, ayah akan mengasingkan aku ke pesantren, aku tidak akan bisa bertemu Ruhi lagi, maaf Ana, kamu punya saingan, Ruhi sangat cantik sama seperti mu, tapi lebih cantik Ruhi" gumamnya sambil bicara sendiri.


"Nak kenapa kamu berdiri di depan kamar kakak mu? sana buruan mandi, ini sudah mau magrib, nanti adek ketinggalan lagi, tidak bisa ikut solat berjemaah" titah ayahnya.


"Ya ayah" ujarnya sambil berlari.


Selesai solat maghrib, Bimo meminjam, ponsel bundanya, lalu menghubungi Reno. Sekali panggilan Reno langsung menjawabnya.


"Halo kak Reno, gawat kak, aku benar-benar sial nih" Reno yang mendengar Bimo panik jadi penasaran.


"Huh, kak Riska membuat perjanjian tanpa batas dengan ku" ucapnya terdengar lesu.


"Jika aku tidak menjalankan perjanjian itu, kak Riska akan kasih tahu ayah bunda, dan aku akan di kirim ke pesantren" keluhnya.


"Apa isi perjanjiannya?"


"Ada tiga, tapi itu sangat berat" selanya.


"Yang pertama aku harus membersihkan kamarku dan kamar kakak, kedua habis bermain aku harus membereskannya ketempat semula, dan ketiga nyapu dan siram halaman, dan bunga kesayangan kakak, kak Riska sangat menyeramkan, kakak bicara sambil berbisik seperti hantu" ucapnya,ngeri.


Reno di sebrang sana hanya mampu menyembunyikan suara tawanya.


"Bagaimana cara aku membantu adik ku yang paling tampan ini ya? kalo kaka kesana, ayah pasti akan marah, kak Reno jadi serba salah nih" ujarnya menenangkan Bimo.

__ADS_1


"Hum, tentu ayah akan marah" sahutnya.


"Baiklah, aku tidur dulu kak, udah di panggil bunda, mat malam kak Reno"


"Malam juga adik ku Bimo" jawabnya.


Reno yang duduk di ruang keluarga senyum sendiri, setelah selesai telponan dengan Bimo.Dan mamanya yang mendengar perbincangan Reno jadi heran, "Siapa yang di panggil adek itu?" batinnya.


"Siapa yang kamu sebut adek itu Ren?" tanya buk Rima.


"Adiknya temanku ma" jawabnya,


dia sangat pintar, dan menggemaskan, tingkahnya kalah orang dewasa. Reno tersenyum sambil geleng kepada, membayangkan keberanian Bimo mendekati pujaan hatinya.


"Aku ke kamar dulu ma" beranjak dari duduknya, sambil mengecup pipi mamanya.


Buk Rima, memandangi anaknya yang menaiki tangga, dia tau kalo Reno kesepian, mendambakan seorang adik, sehingga mencari kesibukan bersama teman-temannya, maunya buk Rima banyak anak, tapi tidak bisa, mendapat kan Reno seorang saja butuh perjuangan belasan tahun.


Sedangkan Johan dan sherly lagi tertawa lepas di kamar kos mewah nya, masih sama-sama dalam keadaan polos, membayangkan jessica yang terusir sungguh menarik, hidup mewah johan dan sherly berasal dari uang jessica, mereka berdua bukan dari keluarga berada, sehingga dengan liciknya mereka mendekati jessica dengan iming-iming cinta, dengan begitu mudahnya jessica di porot.


Sebenarnya luna pun tau, sherly dan johan sekongkol, tapi sengaja diam karena takut di buat celaka oleh mereka berdua.


Kehidupan jessica benar-benar berubah, tadinya tidur, di kamar ber AC, kasur empuk, makan enak, tapi sekarang, dia tidur di kamar yang tidak layak menurutnya, makanan pun dia hanya mampu beli nasi campur, untuk berhemat.


"Hiks hiks Maafkan aku papa, mama" isaknya dalam kamar yang sempit itu.


Sedangkan di rumah Riska masih dengan keseruan Bimo.


"Bimo sayang, ayo cerita kan sama bunda, tadi apa aja yang kamu lakukan di taman, bersama semua teman kakakmu?" tanya bundanya.


"Dek cepat ceritakan" sahut Riska santai.


"Hanya main sepedaan saja bunda" kilahnya berbohong, sambil melirik kakaknya.


"Apa bunda percaya?" cibir Riska sambil masuk ke kamarnya.

__ADS_1


Sedangkan buk Salmah heran dengan perdebatan kedua anaknya.


BERSAMBUNG..


__ADS_2