CINTA SEJATI.

CINTA SEJATI.
RESTU AYAH TERCINTA.


__ADS_3

Aku tak menyangka waktu begitu cepat berlalu, putri yang dulu aku gendong dan bermanja padaku kini sudah remaja, menjadi gadis yang ceria dan cantik, seperti bundanya, kini pemuda yang begitu baik menanti cinta dan mengisi hati putri ku.


Aku melihat putri ku begitu ceria dan manis kala bersama pemuda itu, kisah mereka membawa ku pada kisah ku muda dulu bersama bundanya.


"Nak tadi ayah lihat ad nak Reno, apa dia sudah pulang?" ucap pak Arif


"Ya, ayah, Reno sudah pulang" jawabnya resah.


"Apa ayah melihatnya, aku bakal di marahi dah sekarang" batinnya.


"Sini nak, ayah mau bicara, sebentar saja" Riska hanya mematung, gugup.


Deg..


"Apa ayah marah? lagian aku sudah cepat-cepat menyuruhnya pulang, dia nggak mau, jadinya kan ayah marah" batinnya pasrah.


"Sini nak, duduk lah" ucap pak Arif sambil menepuk, tempat duduk di sebelahnya.


Riska pun duduk di dekat ayahnya.


"Ayah mau tanya, boleh?" Riska pun menganggukkan kepala, dengan takut.


"Apa kamu mencintai nak Reno?jawab ayah dengan jujur dari lubuk hatimu, ayah tidak akan marah" ucap pak Arif sambil tersenyum.


"Ayah, maaf, perasaan itu datangnya tiba-tiba, tanpa aku minta, di tambah lagi, Reno selalu bersikap baik padaku, maafkan aku, ayah" ucapnya menunduk.


"Itu wajar, itu tandanya anak ayah dan bunda sudah besar, sudah mulai mengenal cinta, tapi mencintai harus ada batasnya, dan selagi masih wajar, tidak apa-apa, sela bundanya, yang datang sambil membawa kopi untuk suaminya,lalu duduk di sebelah Riska.


"Buda sama ayah, sudah mendengar semua percakapan kalian tadi, dari awal sampai akhir" ucap bundanya tersenyum.


Riska begitu kaget, dan semakin merasa bersalah.


"Simpan kepercayaan Reno, ayah perhatikan, dia laki-laki yang baik, dan bertanggung jawab, dia sampai bilang, tentang kamu ke mamanya.


Ayah dan bunda merestui mu dengan Reno, tapi kita tidak kan tau, seperti apa ke depannya, kalian berjodoh atau tidak kita serahkan pada waktu dan keputusan Tuhan" ucap pak Arif bijak.


"Kamu pun diam-diam, ternyata sudah menerima cincin yang begitu mahal dari Reno!" ucap pak Arif.


"Ayah, bunda maafkan aku yang tak bisa memegang amanah mu untuk tidak menyukai lawan jenis sebelum lulus" hiks hiks.


Riska langsung memeluk bundanya, sambil menangis.

__ADS_1


"Ingat tetap jaga jarak, jangan lakukan hal yang di larang Alloh, ayah dan bunda percaya padamu, sekarang biarkan saja berjalan semestinya, dan kamu fokus belajar" Riska yang mendengar, ucapan ayahnya semakin terharu.


Riska pun langsung memeluk ayahnya.


Sedangkan Bimo pergi main tidak pulang sampai lupa waktu.


"Kemana ini anak, sudah sore gini belum pulang, mandi dan solat juga belum" dengus buk salmah, mondar mandir di teras rumahnya, menunggu Bimo pulang.


Pak Arif yang melihatnya langsung bertanya.


"Bunda kenapa sih mondar mandir gitu?" buk salmah memicingkan matanya.


"Anak laki-laki mu itu yah, sejak pulang sepedaan tadi pagi, pergi entah kemana, sudah mau sore gini, belum juga pulang" omel buk salmah, pak Arif hanya nyengir.


"Jangan marah sayangku, biar abang yang cari anak satu itu, abang yakin ni anak lagi lihat yang bening-bening, kita harus extra dengannya, abang takut dia akan kebawa sampai dewasa nanti" ujarnya, sambil jalan mencari putranya.


Pak Arif berjalan keliling komplek, mencari keberadaan Bimo tapi belum juga ketemu, mencarinya ke rumah ilham dan Niko juga tidak ada.


"Huh capeknya, tadi kenapa aku tidak bawa motor ya, kemana ini anak, aku telpon bundanya dulu dah, apa dia pulang atau belum" ucapnya sambil bicara sendiri.


"Dek, Bimo dah pulang apa belum? abang udah keliling komplek nih, abang sampai rumah pak kades ini, mana nggak bawa motor lagi" ujarnya di sebrang sana.


"Udah pulang tadi bang" ucap buk salmah.


"Bunda kenapa?"


Bimo keluar dengan wajah yang begitu segar habis mandi dan begitu wangi.


Bundanya menatapnya dengan sinis sambil mengusap telinganya.


"Semua ini gara-gara adek, ayahmu pergi mencari mu sampai ke rumah pak kades paling ujung sana, jauh dek, jalan kaki lagi, adek lain kali mainnya jagan sampai lupa waktu, ayah sama bunda kan panik, terserah ayahmu nanti hukum adek seperti apa, bunda nggak perduli!" ucap buk salmah.


Bimo menunduk, menahan air matanya.


Pak Arif pulang dengan ngos-ngosan, "Bentar lagi magrib, aku mandi dulu padahal aku sudah mandi, bajuku basah keringat" batinnya.


masuknya ke dalam rumah, pak Arif langsung cari Bimo, dan memarahinya.


"Bimo! kamu ayah hukum tidak boleh keluar main selama satu minggu, jika kamu langgar, ayah tambah jadi dua minggu, tidak bisa di tawar lagi!" pak Arif langsung masuk kamar mandi, meniggalkan Bimo yang sedih.


Bundanya hanya diam melihat Bimo di marahin, biar tidak terulang lagi, batinnya.

__ADS_1


***


Kehidupan sherly begitu buruk, dia terlunta-lunta di jalan, dia berharap Jessica menolongnya tapi sepertinya tidak mungkin, sherly sudah membuat hidup Jessica hancur, tidak ada pilihan lagi selain kembali ke rumahnya, minta tolong ke luna pun tidak mungkin, luna memutuskan pertemanan mereka.


sherly pun kembali ke rumahnya, kehidupan yang buruk, tinggal dengan ibu tiri dan dua saudara tiri, sedangkan ibu kandung sherly sudah meninggal dunia.Sekarang sherly menyesal telah menyakiti sahabat yang begitu baik padanya selama ini.


Jessica pun mencari kerja sampingan sebelum masuk sekolah, dia bekerja sebagai SPG di sebuah supermarket terbesar di kota itu, dan mendapatkan teman-teman baru lagi.


Jessica sungguh rindu orang tuanya, tapi takut untuk pulang.


"Bagaimana kabarmu papa, mama, Jessica kangen kalian, maafkan kesalahan jessica" lirihnya pelan bicara sendiri.


Dari arah jauh Reno dan sahabatnya melihat Jessica, kebetulan ada yang akan mereka beli dengan ke dua sahabatnya di supermarket itu.


"Kita samperin atau tidak" kata, beni.


"Jangan! jawab Reno, nanti dia malu kita lihat, biarkan saja anggap saja sebagai pelatihan buatnya"


Mereka pun langsung menuju ke tempat tujuan, tampa menyapa Jessica, sedangkan Jessica lihat punggung renon dan kedua sahabatnya, Jessica pun langsung lari bersembunyi.


Reno melihat boneka hello kitty yang begitu lucu menurutnya, sangat besar menjadi teman tidur Riska.


Reno pun membelinya dan di antarkan langsung dari toko itu menuju alamat rumah Riska.


Sampainya sang kurir ke rumah Riska, membuat Riska kaget.


Paket..


Riska yang lagi menyiram bunga kaget dengan adanya paket, dan dia tidak merasa pernah memesan barang apa pun.


"Mbak atas nama Riska?" ujar pak kurir.


"Ya" jawab Riska singkat.


"Tolong tanda tangan mbak"


" Tapi saya tidak memesan barang apa pun" ucap Riska.


"Sepertinya ada kartu ucapan untuk mbak di dalamnya, mbak tolong di terima saja.


Riska mengambil kartu ucapan dan betapa kagetnya, yang mengirim adalah Reno.

__ADS_1


"Maaf aku membelinya karena terlihat lucu, cocok untuk menemani mu tidur, aku tidak tahu boneka kesukaan mu cantik " Riska membacanya, merona malu.


BERSAMBUNG..


__ADS_2