CINTA SEJATI.

CINTA SEJATI.
KEGELISAHAN RENO.


__ADS_3

Reno segera mandi dan ber siap-siap menuju rumah Riska, karena chat nya tidak kunjung di balas.


Tok tok tok..


"Assalamu'alaikum, kemana ini orang!" beberapa kali ucap salam belum juga ada jawaban, apa tidak ada orang? terus Riska dan Bimo kemana?" batinnya.


Tak berhenti mengucap salam, akhirnya, dari arah samping rumah muncullah Riska, menjawab salam Reno.


"Huh, aku kira kamu kemana tadi" Reno menghempaskan diri duduk di kursi teras itu, Riska yang heran, langsung bertanya.


"Kamu kenapa? aku lagi sibuk mengurus bunga di kebun belakang" ucap Riska.


"Aku kira, kamu di culik sama si Tara, Riska semakin heran dengan jawaban Reno.


"Maksudnya apa sih, aku nggak ngerti deh" ucap Riska, mengerutkan ke dua alisnya.


"Aku takut kamu, suka sama Tara, aku sampai rumah dengan perasaan was-was"


"Hahaha! kamu lucu Reno, jangan ngaco deh, buat aku tambah bingung aja"


"Pulang sana! nanti ayah lihat kamu di sini"


"lihat, ini bisa jadi alasan kan?" ujarnya.

__ADS_1


"Wah, cantik banget sih, ini bunga mawar merah dan pink, bagus banget, warnanya cantik, kamu beli di kebun mana?" tanya Riska antusias.


Reno hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal, lalu Riska menatapnya curiga, sambil memicing kan matanya.


"Hehehe, Itu aku ambil di kebun bunga milik mama ku" ujarnya cengengesan.


"Apa! berarti kamu nyuri ini!" teriak Riska kaget.


"Tidak, kan itu milik mamaku" kilah Reno.


"Aku tidak terima kalo dari curian!" ucap Riska tajam.


"Sebentar, sabar cantik! aku telpon mamaku dulu untuk minta bunga ini"


"Ada apa nak, tumben telpon mama" ujarnya di sebrang sana.


"Ada yang mau aku minta ma, ini penting" ucap Reno.


"Apa itu? kamu mau ganti motor baru kah? untuk hadiah kenaikan kelas mu? oh ya, mama lupa terus bertanya, kemaren pemilik toko emas teman mama bilang kamu membeli cincin berlian, dengan harga ratusan juta, apa itu untuk Riska? calon mantu mama?"


Riska yang mendengarnya begitu kaget, mendengar mama Reno tahu tentang dirinya, dan harga cincin hadiah dari Reno begitu mahal, sedangkan Reno hanya nyengir.


"Tentu dong ma, lalu untuk siapa lagi? ma, aku tidak minta barang mahal atau ganti motor, Reno hanya mau minta bunga mawar kesukaan mama, buat calon mantu mama, sepertinya, mama punya hobi yang sama deh, bayangkan jika Reno berjodoh nanti, di rumah akan menjadi kebun bunga paling besar, haha!"

__ADS_1


"Benarkah? dia pencinta bunga, baiklah ambil saja, kalo memang untuk calon mantu, nggak apa, mama tutup ya, mama lagi arisan ini" ujarnya.


Riska merona dan malu, "begitu baik kah mamanya Reno? belum apa-apa beliau sudah menerima ku" batinnya.


Reno tau apa yang di pikiran Riska lalu menenangkannya.


"Mamaku orangnya baik, jika kita berjodoh nanti, kamu akan jadi anak kesayangannya, karena mama sudah lama mendambakan anak perempuan, tapi Tuhan hanya kasih aku seorang" ucapnya bergurau, Riska tersenyum malu.


"Aku harap hatimu benar-benar untuk ku Ris, mama sudah memiliki poto mu, dan memamerkannya ke teman-teman arisannya, aku yang berikan, aku harap kita berjodoh, aku akan menjaga dan menantimu hingga waktunya tiba"


"Apa! kenapa kamu berikan" teriak Riska kaget.


"Kalo kita lulus nanti, jika kau menerima ku sebagai kekasih mu, teman hidupmu sampai kita menua bersama, pakailah cincin itu, tapi jika kamu tidak menerimaku, jual lah sumbang kan pada siapa pun yang membutuhkan, karena aku membelinya dari uang tabungan ku, hehehe"


Riska yang mendengar ucapan Reno jadi terharu.


Di belakang mereka, tanpa mereka sadari, ayah dan bundanya mendengar semua percakapan mereka, dari awal sampai akhir.


"Anak ini sungguh berani, ternyata diam-diam dia sudah memberikan cincin mahal pada anak kita bun, apa aku benar-benar mengekang putri ku?" ucapnya sedih, istrinya hanya mengusap punggungnya.


"Biarkan hubungan mereka berjalan yah, bunda lihat Reno anak yang baik, kau dengar? belum apa-apa, mamanya juga menerima anak kita, yang tak sebanding dengan mereka yang orang berada, biarlah takdir dan waktu yang menentukan, mereka berjodoh atau tidak nantinya" pak arif, hanya mengangguk sedih, melihat anaknya begitu bahagia berbincang dengan pemuda yang dia sukai.


BERSAMBUNG..

__ADS_1


__ADS_2