CINTA SEJATI.

CINTA SEJATI.
MUKA KECUT.


__ADS_3

Sampainya Reno di depan rumah Riska langsung turun membuka kan pintu mobil untuk Riska dan Bimo.


"Ayo cantik" ujarnya sambil menuntun tangan Riska.


Sementara Bimo keluar dengan wajah sendu.


Riska tetap acuh, sementara Reno langsung mendelik ke arah Bimo.


"Dek! jangan pasang wajah kecut mu saat do depan ayah bunda, benar-benar jelek" sindir Reno.


Bimo mendongak melihat wajah Reno, dengan mata berkaca-kaca,


"Kakak tega banget sama aku!" ujarnya dengan sendu.


"Kakak malas sama kamu lagi dek, aku tidak mau menasehati mu lagi, terserah kamu dah, yang untung siapa, yang rugi juga siapa, ya nggak cantik" cibir Reno.


"Benar Ren, nggak usah perduli kan lagi, biar kan saja dia mau bagaimana, terserah!" cibir Riska tak kalah pedas. "Ayo masuk" ajaknya.


Reno pun mengikuti Riska masuk, Bimo pun ikut dengan wajah sedih, tapi saat sampai pintu dia langsung berusaha ceria, agar ayah dan bundanya tak curiga doa lagi bersedih.


Reno pun menjelaskan pada kedua orang tua Riska kenapa dia mengantar Riska dan Bimo malam-malam padahal Riska ke rumah Reno pakai motor.

__ADS_1


"Baiklah, saya permisi dulu om, tante!" ijin Reno lalu pergi setelah berpamitan.


Pak Arif yang melihat wajah Bimo sedikit murung langsung bertanya.


"Bimo! wajah kamu kenapa?"


Bimo pun kaget karena di tanya begitu, " Memang wajah Bimo kenapa ayah?" tanya istrinya.


"Bukan apa-apa sih, terlihat banget wajah kecutnya" jelas pak Arif.


"Dek! apa benar kamu tidak apa-apa? apa kamu sudah makan?" tanya sang bunda, Bimo langsung mengangguk.


"Sudah bunda, tadi di rumah kak Reno" terangnya.


Bimo pun berlari langsung masuk ke kamarnya, agar tidak di tanya lagi, sambil bersandar di pintu kamarnya mengelus dadanya dengan sedikit gugup, "Hampir saja aku ketahuan, semoga saja kakak tidak mengadu pada ayah dan bunda" Gumamnya,


lalu masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Sementara Reno pun langsung pulang tampa mampir kemana pun, karena mau beristirahat, setelah membersihkan diri dan solat dia pun merebahkan diri sambil membuka ponselnya, tak lupa mengirim pesan pada Riska.


Reno (Cantik, apa sudah tidur?).

__ADS_1


Lama menunggu balasan tapi tak kunjung di balas, Reno pun mengirim pesan lagi.


Reno (Selamat malam cantik, aku duluan tidur ya, aku capek banget, i love you).


Reno pun lalu membenarkan selimutnya untuk tidur, tapi dia di kejutkan dengan dering ponselnya, terlihat nama Riko. "Mau apa ini orang malam-malam" gumamnya sedikit kesal.


Walupun malas tapi Reno tetap menjawabnya, "Hem.. ada apa bro!" jawabnya dengan suara sedikit serak karena ngantuk nya.


"Reno! kamu di mana? ayo kesini, kami di tempat biasa!" teriaknya.


"Maaf aku tak bisa, aku sudah tidur ini, capek banget aku sehabis kerja, terus tadi mengantarkan yayang ku pulang" ujarnya dengan mata terpejam.


"Kamu beneran sudah tidur? ini baru jam delapan lewat Reno, halo! Reno! Reno!" teriak Riko tapi tak ada jawaban, terdengar hanya dengkuran halus dari ponsel Reno.


"Payah, ternyata benar sudah tidur, kayaknya dia benar-benar capek" sahut Beny. "Ya, sebenernya aku juga, tapi mau langsung pulang, mau ngapain? di rumah pada sepi, mama papa lagi tidak ada di rumah" keluh Riko.


Mereka pun menghabiskan waktu bersama sambil memesan makanan ringan, setelah jam sepuluh malam barulah mereka pulang.


Sementara Riska jam sembilan lewat baru selesai belajar, saat mengecek ponselnya dia kaget melihat ada pesan dari Reno, Riska langsung membacanya, dan langsung membalasnya.


Riska ( Maaf baru balas, aku baru selesai belajar, selamat malam moga mimpi indah, i love you to), balas Riska sambil tersenyum dan langsung tidur.

__ADS_1


BERSAMBUNG..


__ADS_2