CINTA SEJATI.

CINTA SEJATI.
PERJODOHAN RIKO DAN MIA.


__ADS_3

Selesainya Reno meeting dan membereskan semua pekerjaannya, Reno yang sudah janjian bersama teman-temannya, langsung tancap gas menuju tempat tongkrongannya.


Sampainya Reno di cafe langsung menuju teman-temannya dengan wajah kesalnya, "Jelasin apa maksud kalian ajak Riska?" tanya Reno setelah duduk di hadapan sahabatnya.


"Hehehe! maafkan kami Ren.. cuma ajak mereka makan saja" canda Riko.


Dengan kesal Reno membuka sosial medianya dan melihat berbagai komentar untuk Riska. "Lihat ini, aku tidak suka orang memuji milikku atau pun berkhayal ingin memilikinya" dengus Reno.


Riko dan Beny diam dan merasa bersalah, bahwa tahu Reno orang yang pencemburu, "ok maaf bro.. akan aku hapus postingan itu" ujarnya pasrah.


Riko pun menghapus foto kebersamaan yang Riko unggah.


lalu di tunjukkan ponselnya pada Reno. "Lihatlah semua sudah aku hapus" tunjuknya dengan lesu.


Reno tersenyum penuh kemenangan, "Bagus! lain kali akan aku kasih foto Mia dan Rani, tentunya teman yang lain atau para kerabat ku yang lain pasti mau kenalan dengan mereka" canda Reno.


"Tidak!" teriak Reno dan Beny, "Tolong maafkan aku, jangan kau kasih foto Rani" mohon Beny.


"Aku juga minta maaf, tolong jangan lakukan" mohon Riko dengan menyesal.


Reno terus manggut-manggut sengaja berpikir begitu serius, "Hem kita lihat saja nanti" kilahnya.


"Ayolah Reno, jangan mempersulit ku" keluhnya, Reno menaikkan sebelah alisnya untuk meminta penjelasan, tapi Riko malah menunduk sedih.


"Bukankah, kalian sudah di restui? bahkan orang tua Mia mendukung mu!" ujarnya heran.


"Haha! aku kira aku lah yang paling apes bro, ternyata Riko hanya membohongi kita, dia tidak pernah berhadapan dengan orang tua Mia" sela Beny.


"Apa? keterlaluan kamu Riko!" dengus Reno "Ternyata tantangan Riko baru di mulai, rasakan saja betapa sulitnya, selama ini aku yakin kau pasti hanya bawa anak orang secara diam-diam" cibir Reno, membuat Riko tertunduk lesu.


Dengan pasrah Reno meminta bantuan, "Aku mohon bantu aku, jangan sudutkan aku!"


"Kau pantas mendapatkannya, kau membodohi kami selama ini" dengus Beny, sambil berdiri.


"Baiklah, kalian lanjut saja mengobrol aku ada latihan dengan calon kakak iparku, gadis ku bilang, kalau aku bisa meluluhkan papa dan kakaknya Rani akan menerima ku" ujarnya tersenyum malu.


"Aku turut bangga dengan keberanian mu Ben.. berusaha lah, jangan kecewakan Rani" nasehat Reno.


Sementara Riko tertunduk lesu, "Mulailah hubungan itu dengan baik, maka akan berjalan baik pula" nasehatnya pada Riko sambil menepuk bahunya.

__ADS_1


"Terima kasih nasehat mu, tapi aku sekarang benar-benar sudah membuat Mia kecewa, memang benar, kami sudah sering jalan bareng tapi tidak pernah berani aku minta ijin pada orang tuanya" akuinya terang-terangan.


"Benar-benar parah kamu bro.. mau enaknya saja" cibir Beny.


"Udah lah, kau atasi saja orang itu" tunjuk Beny.


"Aku tidak mau telat sampai ke tempat latihan" selesai ber tos Beny langsung pergi.


Reno menepuk pundak Riko untuk menenangkan. "Beranikan dirimu bertemu orang tuanya, bila kamu benar-benar serius pada Mia, jika tidak serius maka jangan berikan harapan palsu untuknya, tentunya Mia akan sedih, dan dia berani jalan tanpa sepengetahuan orang tuanya, berarti dia mencintaimu" nasehat Reno.


"Aku tahu dia mencintai ku, aku pun sama" lirihnya.


"Lalu kenapa kamu tidak perjuangan kan? apa selamanya kamu akan membohongi keluarganya?"


Riko menggeleng pelan, "Tidak! aku hanya belum berani!"


"Huh.. kau kalah dengan Bimo, anak kecil saja tahu cara memperlakukan perempuan" cibirnya tersenyum mengejek.


"Ayo pulang" ajaknya.


Riko pun pulang bersama Reno mengendarai motor masing-masing


Sampainya Riko di rumahnya langsung di sambut oleh mamanya, terlihat papanya duduk bersama tamu lainnya.


"Nak kamu dari mana sih? kan mama sudah bilang kita akan ada tamu, sahabat lama papa mu" tegur buk Hilda. "Ayo buruan, kita makan malam bersama, sekalian papa mu mau mengenalkan kamu dengan anaknya, cantik banget loh"


"Ma.. Riko tidak tertarik, kalian lanjutkan saja" ketusnya dengan kesal, papanya yang melihat reaksi Riko langsung mendelik.


Jika papanya sudah begitu Riko pasrah tidak berani berkutik, dengan langkah gontai menuju ruang tamu, tanpa melihat kearah tamu papa dan mamanya.


Riko terus menunduk begitu pun si gadis.


"Jeng.. ini pasti Riko ya? sudah besar kamu nak, dulu masih bayi kalian sering main bersama Mia anak tante, bahkan tidur bersama, tak salah memang kami menjodohkan kalian" puji buk ayu.


Riko yang kaget mendengar nama Mia langsung penasaran dengan perlahan-lahan mengangkat wajahnya, melihat wajah anak sahabat papanya, begitu kagetnya bahwa pacarnya Mia ada di depannya.


Begitu pun dengan Mia yang penasaran pelan-pelan mengangkat wajahnya, pandangan mereka bertemu dan senyum merekah sambil memanggil nama masing-masing.


"Mia!" teriaknya

__ADS_1


"Riko!" teriaknya pula, dengan senyuman, tadinya mereka cemberut dan seketika juga mereka bahagia.


"Kalian sudah saling kenal?" tanya orang tuanya masing-masing.


Mia menunduk malu tidak berani bicara, Riko pun hanya cengengesan mendengar pertanyaan itu.


Sambil menggaruk kepala Riko menjawab, "Kami pacaran" akuinya.


"Wah.. tanpa harus ada drama nangis-nangis dan menolak satu sama lain, ternyata kalian sudah pacaran?" goda buk Ayu. "Mia bukannya dari rumah kamu sudah menolaknya?" godanya makin jadi membuat Mia malu.


"Benar jeng, tadi Riko juga menolaknya, perjodohan Riko dan Mia ini kita batalkan saja, aku tidak mau memaksa" gurau buk Hilda membuat Riko cemberut, langsung merangkul mamanya.


"Kalau gadis lain aku menolaknya, tapi tidak dengan Mia, maafin aku tante, om, setiap kami jalan selalu diam-diam" akui Riko dengan rasa bersalah.


Kalian sudah diam-diam jalan di belakang kami, kami akan kasih hukuman" sahut pak Firman ayahnya Mia, "Tentu kita harus kasih mereka hukuman" gurau pak Santoso ayahnya Riko.


Riko makin mencebikkan bibirnya mendengar papanya mendukung, papanya Mia, "Tega sekali kalian, kayak tak pernah muda saja" sindir Riko pada papanya.


"Jelas kami mendukungnya juga, kalian bohongi kami mentah-mentah, setiap Mia mau keluar pasti alasannya ke rumah Riska atau Rani, jelas tante selalu percaya, sebab tante tahu mereka anak-anak baik, tapi nyatanya sekarang ketahuan kan? mulai sekarang tidak ada acara bertemu lagi, sampai kalian lulus sekolah" ujarnya dengan jelas.


"Mia langsung memegang tangan mamanya, " Ma.. kenapa harus seperti om Arif dan tante Salmah sih?" protesnya.


"Biarin! itu didikan mereka sudah benar, tidak boleh pacaran sebelum lulus sekolah, dan benar kan Riska anak pintar selalu juara kelas" puji buk Ayu, Mia makin mendengus kesal dengan mamanya.


"Siapa mereka jeng?" tanya buk Hilda.


"Riko juga pasti tahu, setiap mereka pergi sepedaan pasti Mbak Salmah yang pada siapin bekal, dia mamanya Riska, teman Mia dan Riko juga, dia pintar membuat kue, enak-enak loh" pujinya.


"Mama tidak tahu saja, om josep dan tante Rima akan menikahi Reno dan Riska setelah lulusan sekolah, aku pun ingin menikah muda pa, ma" pinta Riko membuat Mia menunduk malu.


"Dasar! memang kamu nggak sadar diri! papa tahu Reno sudah bekerja, dan tentunya punya penghasilan sendiri buat nafkahi anak orang? kamu kasih Mia makan apa? makan cinta?" cibirnya.


"Oke! mulai minggu depan aku akan kerja pa" ujarnya pasrah.


"Beb..! mulai minggu depan kita nggak akan sering bertemu, tapi aku janji, setiap minggu kita jalan bareng" ujarnya sambil mengerlingkan matanya pada Mia, sehingga Mia tersipu malu.


Semua orang tuanya pada senyum-senyum sambil saling lirik, teringat masa muda mereka.


"Hem.. kalian lupa kami masih di sini? kalian kira dunia ini milik kalian berdua?" ledek buk Hilda pada anaknya.

__ADS_1


BERSAMBUNG..


__ADS_2