
Setelah selesai urusannya dari kantor Reno, Tasya langsung menemui papanya di sebuah vila mewahnya, terlihat sang papa dan mamanya duduk santai sambil minum teh.
Tampa bicara apa pun, atau pun mengucapkan salam, Tasya langsung menghempaskan bokongnya duduk menyender di bahu sang papa sambil menarik nafas panjangnya.
Tuan Smith yang menyadari anak gadisnya lagi galau langsung bertanya, tampa mengalihkan pandangannya dari koran yang dia baca, sedangkan sang mama membaca majalah mode.
"Ada apa? bagaimana pekerjaanmu dengan tuan muda Reno? dia pria yang cerdas masih remaja tapi otaknya begitu matang, bahkan dia masih sekolah menengah atas, sedangkan kalian hanya ber poya-poya menghabiskan uang papa, kamu akan bantu papa kalau ada maunya saja, apa lagi kakakmu jordan, sungguh tak bisa di andalkan" keluh Tuan Smith.
"Iss, papa! bukannya kasih solusi malah ceramah ujungnya marah" celetuk Tasya sambil mencebikkan bibirnya.
"Betul yang di ucap kan papamu, kalian kira hidup kita akan selalu enak, tampa harus berjuang?" sela Riana Smith, sang mama.
"Aku menyukai Reno pah, bagaimana pun caranya tolong jodohkan aku dengannya, apalagi kita kerja sama dengan perusahaan papanya, bukankah perjodohan dalam bisnis itu sudah biasa?" rayu Tasya.
"Kau kira semua di ukur dari uang? apalagi Reno masih sekolah, dan kau lebih tua tiga tahun darinya"
Ayolah papa, jaman sekarang beda usia tidak lah masalah, bahkan usia remajanya tak terlihat dari penampilannya, dia benar-benar gagah dan berwibawa pah, aku tertarik padanya" kenangnya wajah tampan Reno.
"Lalu Alex mau kau apakan? jangan buat keluarga malu" sang mama menasehati.
"Mam..aku sudah tak ada hati lagi dengan Alex, mengertilah" keluh nya.
"Dulu kau pun begini saat kenal Alex, sekarang begitu juga, jadi perempuan harus punya harga diri dan rasa malu, kau seakan perempuan jalanan yang tak pernah di didik, apa gunanya kau berpendidikan tinggi tapi tidak di gunakan! ingat, jangan lakukan!" ancamnya.
"Benar yang di katakan mama mu, tolong jangan permalukan kami" mohon papanya.
Tasya mendengus lalu berdiri. melihat mama dan papanya bergantian.
"Tak apa kalian tak mau bantu, aku sendiri yang akan melakukannya!" kesalnya langsung pergi, tapi dia terhenti karena teriakan papanya.
"Kau jangan seenaknya mempermalukan kami, terutama pada keluarga Alex, jika kau lakukan maka bersiaplah hidup jadi gelanggang, kalau tak percaya, silahkan kamu coba" teriak sang papa.
Membuat Tasya semakin murka, langsung meninggalkan kedua orang tuanya, menaiki tangga menuju kamarnya.
Membanting pintu dengan begitu kerasnya, saking kesalnya.
Sedangkan Reno yang sudah begitu capek bekerja sampai sore, langsung pulang setelah semua pekerjaannya selesai, sambil merindukan wanita pujaannya, sepanjang jalan hanya mengiat senyuman Riska.
__ADS_1
"Sabar cantik, nanti sampai rumah aku akan menelpon mu, aku sungguh rindu" gumamnya bicara sendiri, karena saking sibuknya tidak bisa menelpon wanitanya.
Baru saja masuk gerbang terlihat mobil mewah warna merah yang membuat Reno heran.
"Pas turun dari mobilnya dia langsung bertanya pada security-nya tapi di jawab gelengan.
Pas Reno masuk rumahnya, terlihat wanita seksi yang dia temui di kantor tadi pagi, Reno heran sambil mengerutkan kedua alisnya.
"Eh, ada tamu, ada keperluan apa nona Tasya?" sapa Reno.
"Ah, itu, saya mau ajak anda jalan-jalan, atau makan malam" selanya balak blakan.
"Maaf saya tidak bisa jalan sama perempuan lain, saya sudah punya pacar, saya tidak mau membuatnya sedih, dan aku akan merasa selingkuh di belakangnya jika aku jalan denganmu" tolak nya halus, lalu permisi langsung masuk menuju kamarnya, cepat-cepat menaiki tangga.
Tasya mengepal kan kedua tangannya karena malu dan marah dengan penolakan Reno.
Akhirnya Tasya pamit pada mamanya Reno, dengan sopan, langsung meninggalkan rumah Reno, menuju ke club.
Sedangkan Riska di rumahnya begitu gelisah karena belum mendapatkan kabar dari Reno.
Terlihat Bimo datang, baru pulang dari mainnya, wajahnya begitu sumringah sambil bersenandung ria.
"kamu kenapa dek?" tanya Riska penasaran.
"Hehe, aku habis main dari rumahnya Ruhi kak" sambil cengengesan menjelaskan.
"kau tak takut dengan ancaman ayah" dengus Riska.
"Kakak jangan begitu menakutkan aku saja" kesalnya.
"Terserah, aku tidak akan perduli lagi kau mau pacaran datang siapa pun"
Bimo mendelik, kearah kakaknya, merasa makin kesal.
"Kakak!" teriaknya.
tapi Riska tak perduli, dia terus berjalan ke arah taman belakang.
__ADS_1
Di sebuah club berkelas, Tasya menjadi pusat perhatian, dengan dandan seksi Tasya ikut menari, tapi dalam keadaan sudah mabuk berat.
Ada empat pria terus memperhatikannya, cukup saling lirik, mereka pun paham satu sama lain, menghampiri Tasya yang lagi menari, sambil membawakannya minuman, sehingga dia lelah menari dan tak sadarkan diri.
Lalu mereka membawanya pergi dari club itu menuju hotel mewah yang sudah mereka pesan.
"Reno sayang ayo menari, Alex ayo cepat, Alex kamu hanya pemuas ku ,ayo cepat lakukan Alex" gumamnya.
Sahabat Alex di antara salah satu mereka tersenyum puas, sambil dia menyalakan Vidio nya.
karena sudah serius dia peringatkan, sahabatnya tapi tak di hiraukan kan.
Sambil menjentikkan jari menyuruh mereka mulai, sambil memegang kamera.
Tiga lelaki kekar itu meraba setiap inci tubuh mulus Tasya, sambil membuka kan pakaiannya tampa sehelai benang pun, mereka melakukannya dengan liar, Tasya yang masih dalam mabuk parah, hanya bisa bicara tak jelas, menikmati setiap sentuhan lelaki.
"Reno kenapa kamu menolak ku, aku cantik dan seksi, lihatlah tubuhku yang indah ini, lakukan sepuas mu" rancaunya.
Permainan panas itu berlangsung cukup lama, mereka benar-benar puas oleh tubuh Tasya yang molek itu.
Setelah Tasya tak sadarkan diri barulah dia di lepaskan, dengan tubuh semua terlihat membiru karena gigitan dan hisapan mereka semua.
Dia di tinggalkan sendiri di kamar hotel itu.
sedangkan Reno yang sudah jarang berkumpul bersama sahabatnya, memutuskan bertemu di kafe langganan mereka, sehabis menelpon Riska dan meminta izin padanya, dia pun langsung pergi.
Sampai di sana terlihat Beni dan Riko sudah menunggu, senyum merekah mereka tak luntur saat menunggu sang sahabat.
"Hay bro, kau benar-benar sibuk sampai melupakan kami?" tanya Riko.
Reno hanya tersenyum, mendengar pertanyaan sahabatnya.
"Mana mungkin aku lupa dengan kalian, aku ingin kita habiskan waktu bersama seperti dulu lagi, tapi aku tak bisa, ada tanggung jawab yang sudah menungguku" jelasnya.
"Baiklah, tapi janji pada kami, saat ada kesempatan, luangkan waktumu, untuk kita kumpul bersama" pinta Riko dan di anggukkan oleh Reno.
"Bagaimana hubungan mu dengan Riska? maaf waktu tante minta informasi tentang Riska, kami yang memberitahunya" sesal Riko dan Beni.
__ADS_1
"Terima kasih" jawab Reno tersenyum bahagia, sampai kedua sahabatnya melongo.
BERSAMBUNG..