
"Wah seneng banget kita bisa ngumpul bareng kayak gini ya? bisa-bisa kita lupa waktu" ucap Riko.
" Hum, bener banget" sahut Beni.
"Iya nggak bro" teriak Beni pada Reno, tetapi Reno tidak menjawab apa pun.
"Ada apa dengan kalian? muka kok kusut,kayak orang habis ketemu hantu" goda Beni.
"Kak Beni! jangan gitu dong, kakak gak tau apa, kalo kita lagi ketakutan gini, kak Reno masih mending, pulang ke rumahnya, nah aku sekarang, pulang sama macan galak, pasti dia langsung ngadu pada ayah bundaku" keluh Bimo.
"Bimo, kakak juga sama takutnya, takut kakak mu tidak mau ketemu kak Reno lagi" ucapnya lesu.
"Huh aku benar-benar takut cantik marah terus" resah nya.
Bimo juga makin pusing dengar Reno bicara begitu.
"Hey cepat! kalian berdua jalan kayak siput! mau ku tinggal hah!" Riska menghadap mereka sambil berkacak pinggang,
Teman-temannya yang lain hanya menyembunyikan tawa mereka, melihat dua orang itu ketakutan menghadapi seorang Riska.
"Iya kak" ucap Bimo. saat semuanya sudah mau menaiki sepedanya, Reno masih terpaku di tempat, melihat Riska, yang acuh padanya, membuat hatinya tak enak.
Saat semuanya sudah jalan mengayuh sepedanya, Riska yang paling belakang di cegat oleh Reno.
"Maafin aku, sudah buat kamu marah hari ini, sungguh aku tidak pernah mengajari Bimo hal yang buruk" ucapnya memohon,
"Terserah, cepat lepas sepedaku!" teriaknya.
"Aku mohon jangan kayak gini, aku nggak tentang pisah dengan mu, kalo kamu marah kayak gini"
"ya ya aku maafin cepat lepas! kita sudah ketinggalan jauh nih" sela Riska, sambil manyun.
"Ya terima kasih sayang ku" ucapnya tulus. Akhirnya Riska luluh juga, dengan panggilan mesra itu.
"Ayo cantik cepetan, kita kejar mereka" ajak Reno, membuat pipi Riska merona.
Di persimpangan jalan, taman mereka, berpisah, Mia dan Rani tetap searah dengan, Riska dan Bimo.
Sedangkan Riko, Beni, dan Reno, mereka tetap jalan searah juga.
"Kamu sepertinya tipe takut sama istri nanti bro" ledek Beni, pada Reno.
"Tidak juga, tepatnya aku tidak mau buat orang yang aku cinta kecewa ma aku"
"Mantap" sahut Riko.
__ADS_1
"Ya udah, kita pisah di sini, atau kalian mau mampir dulu ayo ke rumah" tawar Reno pada sahabatnya.
"Tidak bro, kami langsung pulang saja, kabarin kalo kita ngumpul lagi ok!" jawab Beni.
Mereka pun berpisah, pulang ke rumah masing-masing.
sampainya Reno di rumah, malah sudah di tungguin papanya dan mamanya, tapi anehnya ada keluarga jessica di sana, beserta jessica.
"Reno sini, duduk lah" ucap papanya.
Reno pun duduk tanpa membantahnya, dan Reno tetap diam tanpa bertanya apa pun.
"Reno, papa dan om Bayu sudah sepakat akan mengadakan pesta pertunangan mu,minggu depan ini" ucap papanya, dan di anggukkan oleh papanya jessica.
Tapi Reno tetap diam tanpa berontak, tapi matanya menatap tajam ke arah jessica meminta penjelasan.
"Baiklah biar aku yang jelaskan" ucap Reno.
"Lalu kenapa harus ada pertunangan? dan aku tidak setuju, apa kamu ingat, tadi saat kamu di kafe sampe kamu selesai menuntaskan gairah mu bersama kekasihmu di kosnya, tanpa kamu sadari, ada yang merekam semuanya. kau kira, aku manusia bodoh, harus menyia-nyiakan hidupku bersama wanita seperti mu?" cibir nya, tersenyum miring.
"Reno! apa maksudmu? lancang sekali kamu mempermalukan putriku!" hardik nya, kasar.
Reno mengeluarkan ponselnya, dan memperlihatkan video jessica, dari awal sampe akhir, dan semua percakapannya tentang perjodohan demi menguras harta.
"Bayu! sungguh tega sekali kamu, aku anggap kamu sahabat terbaik ku, tapi di belakang ku kamu punya rencana busuk, dan ingin menyodorkan putrimu yang bagai barang bekas pakai itu pada anakku hah! mulai sekarang aku putuskan persahabatan kita, jangan pernah kau injakkan kaki di rumahku lagi!" hardiknya, murka.
Kedua orang tua jessica pun sok, melihat video anaknya tanpa busana bermain sesuka hati dengan kekasih nya.
"Dasar anak kurang ajar! aku tidak pernah mendidik mu menjadi seperti itu!" amuk papanya.sedangkan mamanya hanya bisa menangis malu.
Jessica hanya menangis dan memohon pada papanya, tapi tidak di hiraukan.
"Kamu anak tidak berguna! kamu sudah menggagalkan semua rencana ku! jangan pernah masuk rumah ku lagi! ujarnya, lalu pergi, dengan semua anggota keluarganya.
"Papa!" jerit istrinya. jessica hanya menunduk malu menangis sesenggukan.
"Aku kan sudah bilang Jagan mengusikku dan keluarga ku dengan rencana licik kalian, tapi kamu mengabaikan nya" sindir Reno.
"Terima kasih nak, papa benar tidak menyangka dia seperti itu"
"Benar pa, mama juga tidak menyangka mereka sejahat itu" sahut mamanya.
Sampai di rumah jessica di seret seperti anjing oleh papanya, mamanya hanya menjerit kasihan.
"Ini akibatnya kamu terlalu memanjakan anakmu!" hardiknya, menyerang istrinya.
__ADS_1
"Pergilah kamu secepatnya dari rumahku! jangan pernah bawa barang berharga apa pun selain pakaian mu!"
"Papa! aku mohon, jangan usir anak kita!" jerit istrinya.
Jessica sedih, meratapi nasibnya, di usir orang tuanya sendiri.
dia bingung mau pergi kemana, dia menghubungi Johan tapi tidak di jawab-jawab, dia tidak menyerah, terus mencoba menelponnya, akhirnya johan menjawab.
"Ada pa sih ganggu saja!" jawabnya ketus.
"Maaf sayang, tolong jemput aku, di rumah" pinta jessica.
"Kenapa? baru saja kamu pulang, sekarang kamu minta di jemput"
"Aku di usir papa ku" sela Jessica sedih.
"Apa! terus kamu mau menumpang di kos ku? maaf mulai sekarang kita putus, aku sudah dapat pacar baru" ujarnya, laku mematikan panggilan sepihak, Jessica melongo, dengan penjelasan johan.
Lalu jessica menelpon ke dua sahabatnya, untuk meminta tumpangan, tapi kedua sahabatnya menolak.
Papanya yang melihat jesica kebingungan, lalu mencibirnya.
"Bagaimana rasanya di abaikan orang-orang kamu percaya? kamu bergaya dengan semua uang ku, mengikuti semua perintah ku dan kamu bisa hidup enak, malah tidak mau, pantas kamu di buang, sungguh tidak berguna! satpam! seret dia keluar, jangan sampai dia masuk ke rumah ku!" dor.., pintu di tutup begitu kencang, membuat jessica ter lonjak kaget.
Sementara Bimo takut masuk ke dalam rumahnya, wajah kakaknya terlihat belum bersahabat, dia takut kakaknya akan melapor pada ayahnya.
"Sayang kenapa masih di luar? cepat mandi sana" perintah bundanya.
"Iya bunda" sahut Bimo.
"Kenapa? kamu takut? makanya jagan macam-macam sama aku" bisik Riska.
"Kak, kenapa sih? lihat adikmu takut tuh"
"Biarin saja bunda" sela Riska
"Kakak nakal sama Bimo bunda, yang baik cuman teman-temannya saja" adu Bimo.
Riska hanya mendelik, kearah Bimo.
"bunda! kakak nakal" Bimo berlari menuju bundanya.
"Sudah, sudah, kalian mandi sana, lihat di meja makan ada kue, kalian makanlah sana habis mandi"
"Ya bunda" teriak Bimo.
__ADS_1
BERSAMBUNG...