CINTA SEJATI.

CINTA SEJATI.
NASEHAT SAHABAT.


__ADS_3

Paginya Reno bertemu dan teman-temannya di sekolah, dan di cerca dengan berbagai pertanyaan.


Terlihat Riko dan Beny sudah menunggu di parkiran sekolah mereka sambil bercanda bersama dengan wanita pujaan mereka.


Beny yang melihat Reno datang dengan wajah fresh dengan senyum mengembang membuat mereka penasaran.


Sampainya Reno langsung menyapa para sahabatnya, "Selamat pagi cantik! selamat pagi semuanya, maaf bro.. semalam aku tidur cepat karena merasa capek banget"


Riko pun hanya mendelik ke arah Reno. "Bukan kah kalian semalam habis kencan?" cibirnya, membuat Riska mengernyit. "Maksud mu apa Riko?" tanya Riska dengan heran.


"Hehe! bukan kah semalam kalian kencan?"


"Tidak! Reno hanya mengantarkan aku dan Bimo pulang saja kok, mana ada kencan-kencan segala" dengus Riska.


"Benar itu cantik, mereka saja yang tak tahu waktu, selalu kencan diam-diam" sindir Reno.


"We.. siapa bilang kami kencan, kami juga di larang kok, apa lagi saat akhir sekolah ini" sahut Mia.

__ADS_1


"Benar kami juga tak boleh" teriak Rani, dan di anggukan oleh Riko dan Beny.


"Ya, dan apa lagi kami!" timpal Riska, di anggukan juga oleh Reno.


"Ayo, kita sama-sama masuk kelas, bentar lagi bel bunyi" ajak Riska.


"Guys gimana hari minggunya kita ngumpul sepedaan, sudah lama kita tak ngumpul bersama-sama ke taman kota" ajak Reno, di iyakan oleh semua sahabatnya.


Mereka pun masuk kelas bersama-sama, mengikuti pelajaran dengan khusuk.


***


Anton yang melihat Bimo dengan wajah lesunya langsung bertanya.


"Kamu kenapa Bimo! wajahmu di tekuk terus sejak tadi" tanya Anton, saat Bimo mau duduk di bangkunya bersama Anton.


Dengan keras menghempaskan tasnya di atas meja dan duduk dengan menghela nafasnya dengan kasar, lalu bersandar.

__ADS_1


"Aku membuat kak Riska dan kak Reno marah" gumamnya dengan sedih.


"Apa kamu buat ulah lagi?" tanya Anton, Bimo pun terdiam tak berani menjawab.


"katakan! kamu salah apa?" tanya Anton sekali lagi.


"Aku berkenalan dengan anak gadis cantik, namanya Maura dan kami langsung jadian saat kami bertemu di supermarket semalam, kakak menemukan aku lagi duduk bersama di cafe kecil itu, lalu kakak marah padaku, karena Maura panggil kak Riska dengan sebutan kakak ipar, dan cerita langsung kita sudah jadian" ujarnya sambil terus menatap ke depan.


Anton hanya mendelik, dan langsung mencibirnya. "Aku do'ain kamu di masukin ke pesantren sama om Arif, aku malas dengan mu lagi, masih kecil sudah genit" cibirnya.


Bimo langsung melihat Anton dengan wajah memelas. "Aku minta maaf, tolong jangan berkata begitu Anton! aku akan berusaha berubah" sesalnya sambil memohon.


"Tau ah.. terserah kamu saja Bimo, ingusmu saja masih belepotan, walau pun ada tisu kamu masih malas membersihkannya, sudah berani pacaran dan lirik cewek, seharusnya kamu belajar saja yang giat, ingat kita ini masih kecil" nasehat Anton.


Dengan lesu Bimo memegang tangan Anton "Maafin aku Anton, aku janji tidak akan begitu lagi, tolong aku, bagaimana caranya aku minta maaf pada kak Reno dan kak Riska, kamu adalah sahabat ku, aku butuh nasehat sahabat seperti mu" mohonnya.


Dengan kesal Anton menarik tangannya, "Kamu bohong! palingan kamu janji di bibir saja" semprot Anton.

__ADS_1


"Aku janji Anton! tolong bantu aku!" mohonnya dengan menyatukan kedua tangannya.


BERSAMBUNG..


__ADS_2