CINTA SEJATI.

CINTA SEJATI.
SOLUSI TERBAIK.


__ADS_3

         Reno yang berkunjung malam-malam ke rumah Riska, yang tadinya akan sebentar, malah semakin lama mengobrol, malah membuat mereka keasyikan.


"Nah, jadi begitu saja solusi terbaiknya nak Reno, kalau menurut kamu tak baik, coba utara kan pendapat mu, tapi jangan sampai melakukan ke kerasan!" ucap pak Arif sambil menyeruput teh yang sudah di suguhkan anaknya.


"Menurut om, apa aku harus bicara langsung sama Tara?" usul Reno.


"Terdengar cukup baik, apa kamu bisa memberinya pengertian?" tanya pak Arif.


Reno terus berpikir sambil meminum tehnya juga, dan memang merasa tak yakin juga akan hal itu.


"Aku sih tak dekat dengannya om, tapi saya akan coba, agar hubungan kami baik-baik saja"


"Nah, bagus itu nak, ayo, silahkan di makan kuenya, ini buatan tante dan juga Riska, katanya ini resep baru" ucap pak Arif.


Reno pun langsung menyicipi kue yang di tawar kan, dan menikmati dengan perlahan-lahan.


"Benar om, kuenya sangat lembut dan enak" puji Reno.


Saat buk Salmah keluar dengan dia langsung menghampiri mereka, Reno yang melihatnya langsung berdiri menyambut tangan buk Salmah.


"Selamat malam tante" ujarnya.


"Malam juga nak Reno" Sapanya balik, mereka pun duduk bersama menikmati kue itu.


"Nak Reno apa kau suka kuenya?" tanya buk Salmah.


Dengan mengangguk kan kepala saja Reno menjawab, karena mulutnya penuh dengan kue, setelah habis dia telan baru lah dia menjawab. "Sangat lezat tante, aku suka" jawabnya.

__ADS_1


"Syukurlah kalau kau suka, nanti bawa kan juga buat keluarga mu ya, tante sudah bungkus kan"


"Tidak usah repot-repot tante" tolaknya dengan halus.


"Tak apa kok, dan mumpung kamu ada di sini, ayo makan malam bersama, pasti kamu belum makan! ayo mas, ajak Reno" ujarnya langsung bangun duluan menuju meja makan.


Pak Arif pun mengajak Reno tapi tetap menolak karena malu, tapi karena Reno yang terus di desak oleh calon mertuanya jadinya dia mau di ajak makan bersama, dalam hati sebenarnya dia sangat bahagia, apalagi makan bersama orang tercinta.


Tibanya Reno di meja makan, membuatnya tercengang akan hidangan yang lezat di depannya, dan semuanya menggugah seleranya.


Pak Arif yang melihat Reno begitu berbinar, membuatnya tersenyum.


"Ayo duduk, kita libas habis semuanya" gurau pak Arif.


"Hehe! om bisa aja" ujarnya lalu duduk di dekat Bimo dan Riska.


"Reno terus melirik Bimo, dan menyenggol kakinya dari bawah, Bimo pun langsung menoleh tapi tak bicara apa pun.


Mereka pun makan dengan lahap tanpa banyak bicara apa pun, setelah selesai makan dan mengobrol beberapa saat Reno pun pamit pulang, tapi tak lupa meminta izin pada pak Arif dan buk Salmah kalau dia ingin mengajak Bimo bersepeda di hari libur.


Bimo menatap Reno dengan mata berkaca-kaca, bahwa dia tahu hanya Reno yang selalu mengertinya.


"Ya, ajak saja dia bersepeda nak Reno"


"Apa kau mau Bimo?" tanya ayahnya.


"Ya ayah, tentu saja Bimo mau!" balasnya dengan sedikit senang.

__ADS_1


"Nak Reno, ini kuenya jangan lupa di bawa untuk semuanya" ucap buk Salmah sambil menyodorkan paper bag kue.


Reno menerimanya dengan senang hati, dan penuh senyum, karena mama dan aunty Selena akan senang di bawa kan oleh-oleh kue.


"Terima kasih tante! mama sama aunty ku pasti senang banget nih di bawa kan oleh-oleh kue, apa lagi buatan tante dan Riska!" ujarnya sumringah.


"Hehe! bisa aja kamu Ren! kami titip salam saja sama mereka" sahutnya buk Salmah.


Reno pun pamit dan di antar Riska sampai teras rumah, "Cantik aku pulang ya, apa besok kamu mau ikut bersepeda sama kami?" tawar Reno.


"Tentu saja aku ikut, tega sekali kalian meninggalkan aku!" rajuk Riska.


"Kakak hanya akan buat kami ribet saja, mending bantuin bunda saja di rumah" celetuk Bimo tapi dengan wajah datar saja.


"Apa! tak mau kah kamu mengajak kakak?" tanya Riska tak percaya.


"Tidak! kak Reno, pulang lah, kakak pasti capek seharian sekolah dan bekerja, sampai ketemu besok!" ucap Bimo lalu berbalik masuk rumah.


Riska dan Reno hanya saling pandang melihat perubahan Bimo yang menurutnya begitu aneh.


"Cantik! ada apa dengan anak itu? sepertinya besok seperti keinginannya kau tak usah ikut ya, biar aku bisa bicara dengannya" ucap Reno sambil melihat kepergian Bimo.


"Baiklah, cepat lah pulang, ini sudah malam, dan jangan mampir ke mana-mana ok, biar langsung istirahat sampai rumah" ucap Riska sedikit sedih karena tak di boleh kan ikut.


"Baik cantik!" ujarnya dan langsung tancap gas pergi dari rumah Riska.


BERSAMBUNG..

__ADS_1


__ADS_2