
Reno merasa seperti di tunggu seseorang, hatinya terus membisikkan agar cepat pulang, tampa dia sadari ada tamu spesial yang tak sengaja menunggunya.
setelah buk Rima tahu keberhasilan putranya, yang dia yakini perubahan Reno adalah berkat Riska, buk Rima pun langsung mencari dan bertanya pada kedua sahabat Reno, dimana dia bisa bertemu Riska dan bagaimana caranya agar bisa mengundangnya ke rumahnya.
Saat Riska mau belanja ke supermarket untuk membeli bahan-bahan kue, buk Rima mengikutinya, dan sengaja mendekatinya, bertanya bahan apa untuk membuat kue yang enak, dan cara membuatnya, Riska yang baik hati dengan senang hati menjelaskan dan memilih bahan yang pas.
"Maaf nak, boleh kah tante minta tolong? kebetulan hari ini ulang tahun anakku, mau kah kamu ikut ke rumah tante, dan mengajarkan tante membuat kue, biasanya tante beli, di toko langganan tante, tapi entah kenapa, tante ingin membuatnya sendiri sekarang, tapi tante tidak bisa" kilahnya, pura-pura sedih.
Riska terlihat berpikir dan menelpon bundanya meminta izin membantu tante Rima, dan di izin kan tapi tidak boleh pulang terlalu sore.
"Baik lah tante, aku sudah minta izin pada bundaku, dan di bolehkan, tapi tidak boleh pulang terlalu sore"
Buk Rima yang mendengarnya langsung bahagia, dan minta Riska menelpon bundanya lagi, buk Rima sendiri yang minta izin untuk membawa dan mengantar Riska pulang, tak lupa mereka bertukar nomer telpon agar bisa sering-sering bertanya resep kue.
"Ayo sayang, kita berangkat" ajaknya, banyak bahan masakan dan buah-buahan yang di beli buk Rima, sampai rumah buk Rima, Riska begitu terkejut, rumahnya begitu megah bak istana, tidak seperti rumahnya yang kecil dan sederhana.
__ADS_1
Buk Rima yang melihat Riska bengong, langsung menyadarkannya
dari lamunannya.
"Ayo nak, jangan sungkan" sambil di gandeng masuk oleh buk Rima menuju dapurnya, dan di bantu oleh beberapa pembantunya.
Riska langsung membuat kue membantu buk Rima, beberapa jam berkutat di dapur akhirnya semuanya selesai.
Riska pun langsung minta izin pulang tapi di tahan oleh buk Rima.
Eh, Riska begitu kaget karena di suruh membersihkan diri serta di kasih baju ganti, Riska pun langsung menolak dengan halus.
"Terima kasih tante, tidak usah, nanti merepotkan, biar saya membersihkan diri sendiri di rumah saja nanti" ucapnya sopan, tapi buk Rima terus memaksa, akhirnya Riska pun pasrah.
"Ada apa dengan tante ini?" batin Riska.
__ADS_1
Tak selang beberapa menit Reno dan papanya pulang, dan mereka di suruh mandi dengan cepat karena ada kejutan.
Baju ganti yang dikasih begitu pas di tubuh Riska dan begitu bagus.
"Sepertinya aku tak pantas memakai baju ini, terlalu bagus buatku, mungkin ini milik anak gadisnya tante Rima" gumam Riska bicara sendiri.
Reno dan papanya sudah menunggu di meja makan, sambil menikmati kue yang begitu lezat menurut mereka, Reno dan papanya begitu lahap, sedangkan Reno kue itu terasa tak asing di lidahnya.
pak Joseph yang melihat anaknya makan sambil melamun, jadi bertanya, "kamu kenapa Reno?"
"Ah, ini, kue ini terasa tak asing di lidahku" ujarnya sambil tersenyum.
"Lihat siapa tamu spesial kita!" teriak buk Rima sambil menggandeng Riska keluar dari kamar tamu.
Reno begitu kaget dan kue yang di tangannya terlepas begitu saja, begitu pun dengan Riska tak kalah kagetnya karena melihat Reno di rumah itu.
__ADS_1
BERSAMBUNG..