
Hari ini adalah acara kenaikan kelas Riska, ayah dan bundanya selalu buat acara syukuran, yang di undang hanya keluarga dekat dan teman dekat saja, tapi sekarang bertambah dengan kehadiran Reno dan ke dua sahabatnya.
Riska pergi ke kamarnya menyimpan kado pemberian Reno tidak dia campurkan dengan kado lainnya.
setelah Riska pergi, Reno bergabung bersama teman-temannya.
"Bro, apa isi kado mu, kenapa Riska masuk kedalam membawanya?" tanya Beni, setelah Reno di dekatnya.
"Kepo banget kamu ya, sekarang kalian makan saja sepuasnya apa yang ada" sahut Reno. Beni hanya mendengus sebal.
"Teruslah menyimpan rahasia pada kami!" cibir Riko.
"Rahasia apa sih? tidak ada rahasia kok, seperti yang kalian lihat, pacaran saja tidak, setelah lulus baru aku minta jadi pacarku" ujarnya.
"Terserah kamu saja lah, capek ngomong sama kamu" sahut Beni.
Riska berbaur bersama teman-temannya, penuh canda dan tawa. Malam ini adalah kebahagiaan Riska, di kelilingi keluarga besarnya dan teman-temannya.
"Kak Reno minggu besok kita sepedaan ya, aku akan mengenalkan mu pada pacarku" bisik Bimo.
Riska yang melihat adiknya bisik-bisik hanya mengerutkan keningnya heran.
"Sungguh, kamu punya pacar Bimo? kakak kalah berarti sama kamu" hahaha ucap Reno tertawa.
"kan kak Reno pacar kak Riska"
Sst..sela Reno.
"Nanti ayah dengar, kakak belum jadian, nanti kalo sudah lulus sekolah baru boleh sama ayah" ucap Reno berbisik.
"Oh ya aku lupa, nanti bisa-bisa aku di masukkan ke pesantren sama ayah, di sana tidak boleh kemana-mana dan aku tidak bisa bertemu Ana" ucapnya pelan juga.
Beni dan Riko kaget dengan percakapan Reno dan Bimo, "parah ni bocah, dia sudah kalahin kita semua" ujarnya.
"kakak saja yang tidak berani tembak cewek" cibir Bimo.
"Hey kalian kenapa bisik-bisik terus hah" Riska berkacak pinggang pada mereka, tentu saja Bimo dan Reno kaget.
"Tidak ada kak, aku hanya kasih tau kak Reno, tentang pacarku"
" Aku adukan kamu pada ayah" sela Riska.
"jangan kak, nanti aku di masukkan ke pesantren, aku tidak akan bisa bertemu Ana" ucapnya memohon.
__ADS_1
"Kamu masih pipis di kasur dan di celana sudah main cinta-cintaan" cibir Riska, sambil mendelik kerah Reno.
"Jangan ajarkan bocah ini jadi lelaki playboy seperti mu" Riska langsung meniggalkan mereka.
"Hah bu-bukan aku" gagap Reno, kenapa aku yang dii salahkan.
"Gawat, Bimo! bisa-bisa aku ngk bisa tidur nyenyak Kalo sampai kakak mu marah padaku, ingat mulai sekarang, jagan bahas cewek deket kakak mu ok! kakak mau samperin Riska dulu ya?" ucapnya, lalu pergi.
"Hay Mia, hay Rani" sapa Reno. Riska yang masih kesal pada Reno hanya cuek.
Reno mendekati Riska, "Maaf sudah membuat mu marah di hari bahagia mu, sungguh aku tidak mengajarkan hal buruk pada Bimo, apalagi soal cewek, aku tidak punya pacar, selain wanita yang akan aku tunggu sampai dia lulus sekolah" ucapnya pelan. Riska yang mendengar penjelasan Reno tersenyum simpul.
Sudah menunjukkan pukul sepuluh lewat, teman-temanya dan Reno berpamitan pada semua keluarga Riska.
pertama kali berjabatan tangan dengan Reno, membuat jantung Riska berdetak cepat dan gugup, Reno pun begitu, tangan mereka seakan tak mau lepas.
"Hem sudah malam cepat kalian pulang, hati-hati di jalan" ucap ayah Riska.Reno dan Riska ter lonjak kaget, sambil melepaskan tangan mereka.
Akhirnya Reno dan teman-temanya langsung pulang. setelah itu Riska dan bundanya membereskan bekas makanan di bantu keluarganya, barulah mereka istirahat.
Riska masuk kamarnya dengan bahagia, dia mengambil kado dari Reno membukanya perlahan, dia kaget setelah melihat isinya adalah cincin permata berwarna putih, dengan lambang cinta di tengahnya.
lalu Riska mencobanya di jari manisnya dengan perasaan berdebar, sungguh cantik, ya aku akan memakainya setelah lulus nanti" batinnya.
Riska mengambil telpon genggamnya, mencari kontak Reno. Riska (Terima kasih kadonya, sungguh indah).
Reno yang baru merebahkan diri, mendengar notifikasi chat masuk langsung meraih telpon genggamnya, dia kaget melihat Riska menghubunginya. Dia begitu senang setelah melihat isi chat Riska, dengan cepat Reno membalasnya.
Reno (Aku senang kamu menyukainya, aku harap kamu menyimpannya sampai tiba kelulusan nanti, sebagai tanda jadi kita).
Riska yang belum tidur langsung membuka pesan Reno dengan hati berdebar.
Riska (Ya, aku akan menyimpannya, terima kasih, semoga tidur nyenyak, selamat malam).
Reno (Selamat malam juga, moga mimpi indah cantik i love you).
Riska yang membaca balasan terakhir Reno seakan jantungnya mau copot, "Apakah ini rasnya jatuh cinta? ah kenapa jantung ku berdetak begitu cepat" batinnya.
Liburan sekolah kali ini terasa begitu panjang, yang awalnya liburan akan terasa menyenangkan bisa jalan kapan pun dengan keluarganya, sekarang terasa ada yang kurang, dia selalu merindukan seseorang yang sudah mengisi hatinya.
Untuk mengobati kerinduannya dia merawat bunga-bunga kesayangannya, sesekali sahabatnya datang mengunjunginya.
Terdengar suara panggilan masuk di hpnya Riska langsung menjawabnya.
__ADS_1
"Ris, ayo kita ke taman makan bakso" ajak Mia.
"Apakah Rani ikut juga?" ujarnya.
"Tentu saja dia ikut, kamu tunggu kami di depan ya, kita sepedaan bareng-bareng" ucap Mia di sebrang sana.
Tak lupa Riska meminta izin dulu pada ayah dan bundanya.
"Ayah, bunda, Mia dan Rani mengajak ku makan bakso, apa aku boleh pergi? mereka sebentar lagi kesini" tuturnya.
Beberapa menit mereka pun sampai.
"Selamat sore om, tante" sapa Rani dan Mia barengan.
"Kalian mau kemana? ingat jangan sampai menjelang magrib" pesan ayahnya.
"Ya ayah, kami di taman aja kok" mereka pamit bareng, sambil mencium tangan ke dua orang tuanya, begitu juga Mia dan Rani.
"Aku kangen suasana sekolah, libur kita masih panjang"
"kangen sekolah atau kangen seseorang" sela Mia nyengir.
"Ya tentu sekolah dong" ucap Riska.
"Tapi ada rona kebohongan di wajahmu" ledek Rani
"Hus sok tau, kayak peramal saja kamu" dengus Riska.
Sambil mengayuh sepeda mereka bicara banyak hal, sampainya di taman terlihat begitu ramai, karena suasana libur, banyak yang menghabiskan waktu pagi dan sore di taman yang asri itu. Memarkirkan sepeda, mereka berjalan santai sambil menikmati sore, sambil makan aneka jajan dan bakso, setelah puas mereka semua pulang ke rumah masing-masing.
Sampainya di rumah Riska di tanya oleh Bimo.
"Kak dari mana saja? aku mencari mu" Bimo meyambut kakaknya yang baru pulang dari taman.
"Untuk apa kamu mencari ku? kakak habis dari taman sama Mia dan Rani" jawabnya.
Aaa, hua..Bimo langsung menangis, mendengar jawaban kakaknya. Riska kaget melihat adiknya menangis.
"Adikmu kenapa nak" tanya bundanya sambil menenangkan Bimo.
"Tidak tau bunda, dia tiba-tiba menangis" ucapnya
"Cup cup, udah dong dek, jangan nangis terus" Riska menenangkan.
__ADS_1
"kakak jahat tidak ajak aku ke taman, malah pergi sama temen-temanya" ucapnya sambil menangis.
BERSAMBUNG...