
Besoknya seperti janjinya di hari minggu Reno pun pagi-pagi pergi bersepeda dengan Bimo hanya berdua saja, Riska yang melihat Reno dan adiknya pergi hanya cemberut sambil menyiram bunga bunganya.
"Huh! kesal sekali aku ini, aku ditinggal begitu saja, malah mereka pergi bersenang-senang berdua" gerutu Riska sambil terus menyiram.
Bundanya yang melihatnya hanya menyembunyikan tawanya saat melihat wajah kesal putrinya.
"Aku kesal sama kalian! aku tak mau bicara lagi dengan kalian berdua!" gerutunya dengan penuh kekesalan, sampai-sampai menghentakkan kakinya.
Buk Salmah yang memperhatikannya hanya gemas sendiri tapi tak menegur anaknya, di biar kan saja menumpahkan kekesalannya lewat tanaman.
Riska pun menyiram bunganya sampai begitu basah dan terus menggerutu.
Setelah selesai dia pun langsung cuci kaki dan tangan, dan masuk ke dalam rumah.
Saat hendak melewati bundanya di teras terlihat bundanya sedang berusaha menahan tawanya.
"Bunda kenapa? apa ada yang lucu bunda!" tanya Riska dengan heran.
Buk Salmah yang ketahuan tertawa, langsung merubah ekspresi wajahnya agar tak ketahuan mentertawakan anaknya.
__ADS_1
"Tidak ada apa-apa nak, memangnya bunda kenapa?" kilah buk Salmah dengan cepat.
"Oh.. aku kira bunda tertawakan kakak!" celetuk Riska.
"Lah, memangnya kakak kenapa? untuk apa juga bunda tertawa" kilahnya lagi.
"Nggak ada apa-apa bunda, kakak masuk dulu ya!" pamitnya dengan sopan.
Buk Salmah pun jadi kasihan pada putrinya sehingga dia langsung memanggilnya. "Kak, ayo kita pergi ke pasar, sepertinya kita sudah kekurangan stok sayur dan lauk pauk di dapur" teriaknya, sehingga membuat Riska senang.
"Ayo bunda, kakak juga mau lihat-lihat, kakak ganti baju dulu, ini baju ku sudah basah" balasnya.
"Ok, cepetan ya, bunda tunggu!"
Riska begitu senang karena di ajak ke pasar, karena dia bisa berkeliling dan bisa membeli makanan dan buah yang dia mau di pasar.
"kak! ingat ya, nanti jangan beli yang aneh-aneh, nanti kita ribet membawanya, soalnya bunda mau beli banyak keperluan dapur" pesannya dengan teriak dari belakang.
Riska dengan sedikit kecewa karena belum sampai pasar pun sudah di ingatkan oleh bundanya. "Ih bunda ini, belum juga sampai sudah mengingatkan saja!" jawab Riska.
__ADS_1
"Ya, untuk mewanti-wanti saja kak, nanti beli seperlunya saja, biasanya belanjaan kakak hampir sama banyaknya dengan belanjaan bunda" sindirnya.
"Hehe! namanya juga pingin coba satu-satu bunda!" teriak Riska cengengesan.
Sementara Bimo dan Reno, asik bersepeda keliling kota, sambil bercanda balapan berdua, Reno yang melihat Bimo ceria pun ikut senang.
Sampainya di taman Reno mengajak Bimo terus berputar-putar.
"Kak! ayo istirahat, aku capek dan lapar, nanti kita lanjutkan keliling taman!" teriaknya.
"Baiklah, ayo kita cari tempat yang sejuk, kakak juga sudah lapar, tak sabar ingin menyantap bekal dari bunda" jawabnya.
Mereka pun langsung mencari tempat duduk agar bisa sambil sarapan, suasana pagi begitu cerah dan sangat ramai seperti hari minggu biasanya.
Reno pun lalu mengajak Bimo sarapan, dan tak lupa meminum susu hangat yang di buatkan bundanya.
"Masakan bunda memang selalu lezat ya? kakak selalu lahap makan kalau bunda yang masak" celetuk Reno memuji masakan buk Salmah.
"Tentu saja, masakan bunda yang terbaik, tapi.. saat aku sudah tak tinggal di rumah lagi, aku tak akan bisa memakan masakan bunda lagi" keluhnya dengan sedih.
__ADS_1
Reno pun menjadi paham akan perubahan sikap Bimo, yang takut di kirim ke pondok pesantren.
BERSAMBUNG..