CINTA SEJATI.

CINTA SEJATI.
OLEH-OLEH KUE.


__ADS_3

     Pulangnya Reno dari rumah Riska membuat Reno merasa bahagia, serta perut kenyang, dan apa lagi pulang sambil membawa buah tangan yang sangat lezat.


Tibanya Reno di rumahnya membuat mamanya dan semua anggota keluarganya menjadi heran karena pulang telat.


"Ren! habis dari mana? tadi papa telpon pak Burhan katanya kamu sudah pulang" tanya papanya.


"Hehe! maaf pa, tadi Reno habis dari rumah Riska sebentar" ujarnya sambil memberikan kantong kue yang dia bawa.


"Hem.. ini harum sekali, ini apa Ren?" tanya mamanya dengan antusias.


"Ini oleh-oleh kue, titipan calon besan mama untuk semuanya, kata Riska itu resep baru" terangnya sambil mencium tangan mamanya dan semua anggota keluarganya.


"Aku ke kamar dulu ma, pa.. semuanya" pamitnya karena benar-benar terasa lelah.


"Sayang! kamu tak makan? biar mama siapin" cegah mamanya.


"Reno sudah makan di rumah Riska, masakan tante salmah menggugah selera ku, jadi.. aku cepat mau saat di ajak makan, hehe!" ujarnya malu.

__ADS_1


"Dasar kamu ini" tegur mamanya.


"Sana istirahat lah" suruhnya pada putranya.


         Sedangkan buk Rima langsung menuju ke dapur untuk menata kue yang di bawa Reno di atas piring, sambil menyodorkan ke hadapan adik iparnya dan mertuanya.


"Dek, ini kue enak, makan lah selagi hangat" ajak Rima pada Selena.


Selena yang tadinya fokus dengan menonton tv langsung menoleh dan membuat matanya berbinar, tampa mencuci tangan dia langsung mengambil kue itu dan langsung melahapnya.


Buk Rima sambil menyodorkan secangkir teh hangat pada adik iparnya. " Pelan-pelan makannya, nanti kamu tersedak!" tegur buk Rima dengan perhatian.


"Hehe! terima kasih kak" ujarnya sambil menerima cangkir teh itu dan langsung meminumnya, sedangkan Anton dan papanya masih di ruang belajar.


Buk Laras mertuanya hanya geleng-geleng kepala melihat menantu keduanya selalu antusias kalau memakan kue apa pun yang di buat dari tangan bundanya Riska.


"Benar kata kakak mu, kalau makan apa pun pelan-pelan saja, takutnya kamu tersedak dan batuk-batuk" nasehat mertuanya dengan sopan.

__ADS_1


"Terima kasih mami, kakak, akan selalu Selena ingat" balasnya tampa berhenti memasukkan kue ke dalam mulutnya.


"Tau ah dek! kalau di ingatkan bilangnya iya, tapi di ikuti tidak, ingat ya, itu semua bagian mu satu kotak, dan bagian kakak ada di sana belum aku makan, dan jangan coba-coba minta sedikit pun!" pesan buk Rima dengan wajah datarnya, selalu kesal bila melihat adik iparnya makan kue tak bisa berhenti sampai yang ada di dalam mulutnya habis.


"Hem! tak masalah kak, aku bisa suruh suami ku belikan banyak-banyak" balasnya.


"Ok, cari aja keliling kota bila dapat" ujarnya buk Rima sambil melipat kedua tangannya di dada.


"Dia kira aku beli kue itu, lihat saja besok, suaminya akan mengelilingi kota mencari kue itu, tapi bagaimana bisa dapat, karena yang produksi punya toko khusus" batinnya jahil sambil melirik Selena yang kuenya hampir habis.


Selena dengan gemas terus membolak balikan kotak itu mencari nama tokonya tapi tak juga dia temukan.


Buk Rima yang sadar Selena mencari nama toko kue itu hanya menahan senyumnya, sambil sesekali dia lirik.


Selena terlihat bingung sambil memakan potongan kue terakhirnya, karena tak tahu akan pergi membelinya kemana.


BERSAMBUNG..

__ADS_1


__ADS_2