CINTA SEJATI.

CINTA SEJATI.
KEGALAUAN TARA


__ADS_3

Aku tak menyangka cewek yang ku suka diam-diam, ternyata udah ada yang punya, aku benar-benar telat, tapi setahuku Riska nggak di bolehin pacaran, bisa jadi mereka belum resmi, tapi tadi kenapa Reno panggil cantik gitu sih? ah, kamu bikin aku galau saja, batinnya.


Tara terus memandangi kepergian mereka, masih ingin lama bicara dengan Riska, Reno kampret itu malah ajak mereka pulang, "sepertinya Reno sadar aku memperhatikan Riska, baiklah sebelum janur kuning melengkung, aku akan terus berjuang dapetin kamu Riska, aku akan bersaing dengan mu Reno"tekadnya penuh semangat.


"Kak Tara ayo kita pulang, Bimo sudah pulang, kakak suka sama, kakaknya Bimo?" tanya Ruhi.


Hehehe! Tara garuk-garuk kepalanya yang tidak gatal, salah tingkah sama pertanyaan adiknya.


"Anak kecil, belum paham urusan dewasa, ayo kita pulang lain kali kakak ajak main ke rumah Bimo" ujarnya.


"Beneran kak? hore, aku senang banget kalo main sama Bimo, aku suka dia, Bimo janji saat besar nanti dia akan menikah denganku" Tara mendelik menatap Ruhi.


"Dasar bocah sudah main janji saja, aku saja sudah lama naksir kakakmu, bahkan dari sekolah SMP, tetap saja aku belum bisa mendekatinya, pas ada peluang malah keduluan orang lagi" ujarnya bicara sendiri.


"Kakak jangan sedih gitu dong, kalau kak tara suka sama kak Riska, cepat tembak dia, kayak Bimo, yang sudah berani nembak aku, hihi! kakak payah" cibir Ruhi, membuat Tara sebal pada adiknya.


"Ayo pulang!" ajaknya ketus, sedangkan Ruhi langsung menurut saja.


Rombongan Reno pun berpisah di simpang jalan, menuju rumah masing-masing.

__ADS_1


"Reno, kamu merasa nggak? kalo si Tara itu suka sama Riska? kelihatan banget dari tatapannya" tanya Riko.


"Bener bro, haha! kamu akan ada saingan sekarang" sahut Beni.


"Aku tau, makanya aku buru-buru ajak kalian balik, terutama Riska" Hahaha! kedua sahabatnya langsung tertawa mendengar ucapan Reno.


"Sialan tuh anak, ternyata dia masih saja suka sama Riska! huh" umpat Reno sebal.


"Maksud lo?" kedua sahabatnya kaget.


"Kalian tau kenapa? dia selalu nolak cewek-cewek di sekolah? padahal mereka cantik-cantik, sejak kelas satu SMP dia selalu perhatikan Riska dari jauh, dia suka sudah sejak lama!" ucap Reno. membuat kedua sahabatnya melongo.


"Terus kenapa dia nggak pernah maju?" timpal Beni.


"karena sudah tau, aturan ayah Riska dari awal tidak boleh pacaran sebelum lulus sekolah, huh, aku sudah kasi tau mamaku tentang perasaan ku ke Riska, tinggal mama yang bicara pada papaku agar merestui ku" lirihnya resah.


"Hah, aku kira kamu hanya sekedar bercanda, ternyata kamu sampai kasih tau mamamu?" ucap Beni.


"kalian tau hadiah apa yang aku berikan saat acara kelulusan kemaren?"

__ADS_1


"Apa! cepat katakan!" sahut Riko.


"Cincin berlian berwarna putih, aku membelinya dari uang tabungan ku, aku menyuruhnya memakainya saat waktunya tiba, bila dia benar-benar sudah menerima ku" kedua sahabatnya makin di buat melongo.


"Gila kamu bro, aku tidak menyangka kamu begitu serius, kita padahal masih sekolah, waktu kita masih panjang, belum waktunya memikirkan hal sejauh itu" ucap Beni, dan di benarkan oleh Riko.


"kalo aku ingin mengencani banyak cewek dulu, baru berkomitmen" ucap Riko.


"Terserah kalian lah, sahut Reno, ayo pulang"


Mereka pun pulang bersama, sedangkan Riska dan teman-temannya juga Bimo, sudah jauh, mungkin segera sampai rumah mereka. Reno pulang dengan perasaan resah, sedangkan Tara dengan perasaan Galau dan kecewa, merasa benar-benar kecolongan.


Sampai rumah Reno langsung menuju kamarnya, dan coba menghubungi Riska.


Reno ( Cantik sudah sampai rumah apa belum?).


Lama menunggu tak ada juga jawaban, entah Riska lagi apa, tapi itu semakin buat Reno frustasi, dan memutuskan untuk mandi, inisiatif mengunjungi Riska ke rumahnya.


BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2