CINTA SEJATI.

CINTA SEJATI.
SEPENTING APA.


__ADS_3

     Riska pun mengajari Bimo sampai dia mengerti, dan dia pun merasa senang karena selalu di ajari kakaknya, kalau dengan ayahnya dia tak berani, karena kalau salah dikit Bimo bisa di hukum biar lebih giat belajar.


"Ah, terima kasih kakak ku yang paling cantik sedunia, tugas sekolah ku sudah selesai, boleh kan aku pergi main dulu! pinginnya adek ke rumah Anton, adek udah janji bawain kue"


"Alasan saja kamu, nanti mainnya sampai lupa waktu deh, males kakak ajak kamu" sela Riska.


"Hehe! habisnya kakak kalau sampai sana juga sibuk di dapur buat kue, lupa sama aku juga, gimana nggak asyik main, apalagi kalau sudah ketemu sama abang Reno, huh aku tak di ingat" balas Bimo.


Riska hanya mendelik ke arah adiknya yang begitu cerewet, dan terus menyindirnya."Baiklah! awas kamu minta di ajak lagi kesana, kakak tak mau menemani mu" kesalnya membuang muka.


Bimo terus tersenyum mengejek,


"kakak seperti tahan saja tak bertemu abang tampan" sindirnya.


"Apaan sih dek, kayak orang dewasa saja kamu yah, awas kamu ulangi kesalahan mu yang kemarin, kakak rak kasih ampun!" ancam Riska sambil merapikan semua bukunya.

__ADS_1


sedang kan Bimo begitu panik dengan ancaman kakaknya. "Maaf kakak ku sayang! aku tidak akan buat kakak marah lagi, ayo lah jangan begitu kak, akun ini laki-laki, kemana pun aku pergi, pasti ada cewek yang melirik ku" puji Bimo pada diri sendiri.


"Kamu ini makin kayak orang tua deh, cepat keluar dari kamar kakak! sebelum kesabaran ku habis!" ancamnya.


Bimo pun dengan cepat keluar dari kamar kakaknya, sebelum dia murka. "Huh! kakak kalau marahnya udah nggak bisa di nego lagi, tapi tetap yang paling baik" pujinya sambil melihat pintu kakaknya yang sudah Bimo tutup.


Bimo pun kembali ke kamarnya, menaruh bukunya dan hendak ke rumah temannya.


Bundanya yang melihat Bimo buru-buru langsung di tanya.


Bimo begitu kaget karena bundanya tiba-tiba bertanya dari belakangnya.


"Bunda bikin adek kaget" balasnya sambil mengelus dadanya.


"Hehe! maaf sayang! katakan kamu mau kemana? ini sudah sore, sebentar lagi magrib, jangan keluar" titahnya buk Salmah.

__ADS_1


"Sebentar bunda, Bimo ke rumah Ilham sebentar saja, ada perlu penting!" balas Bimo.


Buk Salmah mendengus mendengar ucapan putranya yang masih kecil tapi kelakuan dan ucapannya seperti orang dewasa. "Sepenting apa sih? apa tidak bisa di tunda besok saja!"


"Maaf bunda ku sayang, ini tak bisa di tunda, tolong izinkan Bimo pergi, adek janji akan cepat kembali" mohon Bimo sambil menyatukan ke dua tangannya.


"Tidak! masuk sana! jangan aneh-aneh deh, adek nanti kalau sudah main, bisa lupa waktu" sela buk Salmah sambil masuk kembali ke dapurnya.


Dengan sedikit kesal Bimo kembali masuk rumah, dan bermain sendiri di halaman belakang bermain sepeda sendiri.


Riska pun keluar kamar dan melihat bundanya masih berkutat di dapur sedang memanggang kue, dengan cepat Riska membantu bundanya, mengemas sebagian kue yang belum di kemas, agar siap di pasar kan.


Buk Salmah begitu senang melihat putrinya begitu peka membantu pekerjaannya, tampa di suruh sekali pun. 'Terima kasih sudah membantu bunda sayang!" ucap buk Salmah dengan senyum yanag bahagia.


Riska pun tersenyum lebar mendengar bundanya .

__ADS_1


BERSAMBUNG..


__ADS_2