CINTA SEJATI.

CINTA SEJATI.
ADIK TENGIL.


__ADS_3

Pulangnya Reno dan paman serta ponakannya ke rumahnya, membuatnya sangat bahagia, dengan ceria mereka mengayuh sepeda bersama-sama, sambil bercanda sepanjang jalan, sedangkan pak Budi langsung pulang ke rumah utama keluarga kusuma.


Hingga tibanya di rumahnya, mereka masuk dengan perlahan, terlihat papanya mondar mandir sambil mengomel tak jelas, di kira Reno beneran ke luar negeri, dan takut akan betah di sana seperti adiknya.


Reno dan pamannya terkikik geli, melihat tingkah papanya, sedangkan mamanya terus menangis, ikut percaya Reno ke luar negeri.


Sambil terus terisak buk Rima menyuruh suaminya memesan tiket pesawat untuk menjemput anaknya.


"Hiks hiks! Pa, papa! kenapa diam terus sih? ayo cepat suruh pak Burhan pesankan kita tiket, kalau papa tidak mau, biar mama saja yang pergi! mama tidak mau dia betah di luar negeri seperti adik tengil itu!" omelnya tampa jeda, tapi pak josep terus mondar mandir.


"Huu.. kakak ipar begitu terus, maunya aku diam di sini, makanya pas aku nikah, aku tak mau kasih tahu mereka, kakak kalah sama mami" gumamnya, Reno dan Anton lalu menoleh dengan kesal. "Apa? jagan pandang aku seperti itu dong!" lirihnya sambil salah tingkah.


Reno mendengus mendengar gerutuan pamannya. "Pantas saja kami tak tahu paman menikah, ternyata paman sengaja!" cibirnya.


"Bu-bukan Ren.. maaf, pasti aku akan di paksa pulang kalau mereka tahu paman menikah" keluhnya.


"Terserah paman, tanggung sendiri dah" dengusnya. sementara Anton terus menatap Reno dan papanya yang berdebat.


Pak josep yang merasa pusing lalu duduk, merebahkan diri di sopa panjang itu, sambil menghembuskan nafas panjangnya dengan begitu kesal, "Mama telpon Riska, cari tahu kapan dia akan kembali!"


"Hah! ya benar pa, Riska pasti tahu!" jawabnya, dengan rasa panik langsung mencari nomor Riska,


"Stop mama, aku di sini, jangan ganggu calon mantu mama" ujarnya,


Reno keluar cengengesan sambil menggandeng paman dan ponakannya.


Pak josep dan buk Rima sangat terkejut dengan kehadiran mereka bertiga.


"Kam-kamu!" tunjuk buk Rima dan pak josep.


Bara langsung berlari kecil, lalu memeluk kakaknya dengan sayang, sementara pak josep yang masih linglung dari terkejutnya terus diam.


"Aku pulang kak" bisiknya, barulah dia sadar, langsung memeluk kencang adiknya dengan perasaan terharu, "kenapa harus bohong sih, tak tahu kah aku panik, andai ponakan mu betah seperti kamu dan mami? aku sudah tua, aku tidak bisa mengurus semuanya" lirihnya.


"Maaf kak, maaf! dan juga kakak ipar, maafkan aku"


sambil memeluk kakaknya dengan tangan kiri dan tangan kanannya terulur memegang tangan kakak iparnya yang ikut bersedih.


Tatapan buk Rima tertuju pada Anton, sedikit mirip dengan Reno saat masih kecil, "Bara! siapa dia?" tunjuk buk Rima pada Anton, Bara langsung melepaskan pelukannya dan sedikit menjauh dari kakaknya.


Bara memandang Rano untuk meminta bantuan, tapi Reno terus acuh, sengaja sambil merapikan rambut Anton.


"Hehe! di dia anak anakku kak" gagapnya sambil menggaruk-garuk kepalanya.

__ADS_1


"Apa! kamu merusak anak orang hah!" teriak kakaknya murka.


"Tik tidak kak, aku menikah baik-baik kok" geleng nya, langsung berlari, mengitari meja besar di ruangan itu, sementara Reno asyik duduk bersama Anton sambil diam-diam mem vidio kan kakak dan adik yang lagi kejar-kejaran.


"Dasar adik tengil, ini kah sebabnya kamu betah di sana? biar kamu bisa hidup bebas? mami pun mana bisa menjagamu, sini kau!" teriak pak Josep sambil mengejar adiknya.


"Ampun kak, ampun! tanya saja sama mami, aku menikah baik-baik kok, aku sengaja tak kasih tahu kakak, dan aku ancam mami agar tak cerita, agar kakak tidak suruh aku cepat pulang" akuinya terpaksa, sambil terus berputar.


"Dasar kamu yah, sini kau! mami kau ancam apa? hah"


"Memaksanya pulang dan menghapus ijin tinggalnya di sana" jawabnya.


"Apa! benar-benar licik kamu ya? awas kamu!" teriak pak josep membahana di ruangan itu, buk Rima yang terus diam sambil memijat keningnya karena pusing dengan adik ipar dan suaminya, akhirnya marah juga.


"Diam! diam kalian! duduk! duduk!" teriaknya sambil menunjuk ke arah mereka, sedangkan Reno dan Anton menyembunyikan tawanya sambil menutup mulut mereka.


Tampa bicara, dengan langkah pelan dan takut Bara duduk, sedangkan pak josep, masih dengan tatapan garangnya tak lepas dari Bara.


"Duduk pa! duduk! kalian kayak anak kecil saja, dari dulu tak pernah berubah! bicara baik-baik kan bisa? huh!" dengan kesal menarik tangan suaminya untuk duduk di dekatnya.


"Hey.. kamu adik tengil, jelaskan semuanya" tunjuk buk Rima sambil mengangkat dagunya, ke arah Bara.


"kak, kak!'


Dengan gugup, dan pasrah, mau tak mau Bara pun menceritakan semuanya pada kakak dan kakak iparnya, sambil mengenal kan Anton, dan memperlihatkan foto istrinya.


agar lebih percaya, Bara langsung menelpon istrinya dan mengajak video call langsung.


Selena yang masih di luar negeri begitu heran dengan suaminya yang tiba-tiba menelpon, dia kira terjadi hal yang buruk pada suami dan anaknya, deringan pertama langsung dia angkat kebetulan baru saja selesai meeting. "Ya sayang, apa terjadi sesuatu di sana?" langsung bertanya dengan paniknya, sementara Bara dengan wajah lesunya.


"Hem.. lebih buruk sweety" lirihnya, selena di sebrang sana makin heran melihat suaminya seperti itu.


"Apa yang terjadi, Anton mana? apa dia baik-baik saja?" paniknya, tapi Bara langsung mengarahkan kamera depannya, memperlihatkan semua orang di sana, dan terlihat Anton melambaikan tangan ke kamera menyapa mamanya.


"Mam.. cepat pulang, aku kangen!" teriaknya manja, membuat selena sedih.


"Hem.. lusa mama sudah pulang sayang" sahutnya.


"Sweety, kakak sudah tahu tentang pernikahan kita!" sela nya.


"Kakak? kapan kamu punya kakak? bukan kah kau bilang, kau hanya anak tunggal?"


Dengan kepala terus menunduk tak berani menatap kakaknya.

__ADS_1


"Apa! dasar adik tengil, kau menganggap ku sudah mati hah!" teriak pak josep, sampai-sampai selena di sebrang sana menutup sebelah telinganya.


"Ma maaf kak!"


"Ingat! jagat panggil aku kakak jika aku tak bisa menahan mu selamanya di sini, mulai sekarang kau tidak akan bisa meninggalkan negara ini!" teriaknya penuh kemarahan, buk Rima terus mengelus dada suaminya untuk menenangkannya.


"Halo kakak dan kakak ipar, salam kenal, namaku Selena Anderson" sapanya dengan sopan.


"Hem! aku Josep dan ini istriku Rima, itu keponakan mu Reno" balasnya ikut memperkenalkan keluarganya.


"Halo kak Rima, halo Reno" sambil melambaikan tangan di sebrang sana.


"Ya, halo juga" sapa buk Rima dan Reno.


"Sungguh, aku sangat senang tahu suamiku punya kakak, dan keluarga di sana, ternyata dia membohongi ku" sendunya.


"Bagas Barata kusuma! tunggu hukuman mu! besok, aku pastikan sudah mendarat di sana!" geramnya karena di bohongi.


"Hahaha! dengan senang hati aku akan melihat hukuman apa yang akan kamu berikan adik ipar, adik tengil ini memang harus, di kasih pelajaran" ejek buk Rima.


"Sweety.. maafin aku! Anton!"


"Maaf papa, aku masih kecil, tidak tahu apa-apa, sebenernya Anton juga marah, andai Anton tidak berteman dengan Bimo mungkin tidak akan ketemu dengan keluarga papa di sini' dengusnya sambil memeluk Reno.


"Haha! paman tenang saja, aunty selena akan memberikan paman coklat kok" guraunya.


Bara sangat sedih sama sekali tak ada dukungan.


"Benar Reno, aunty akan kasih hadiah yang sangat spesial, tunggu saja besok" geramnya tersenyum sinis.


"Sweety.. please" rengeknya memohon, tapi di balas gelengan oleh istrinya.


"Selena, sekalian kau tekan mami, dan ajak pulang bersama"


"Baik kak!' ujarnya sumringah, lalu setelah mengucapkan salam percakapan mereka terputus.


Di sebrang sana Riska tertawa Terpingkal-pingkal, melihat video kiriman Reno, yang lagi rebahan di ruang keluarga, sambil menonton tv, pak Arif dan istrinya lagi membicarakan bisnis mereka menjadi terhenti dari percakapan mereka karena heran, dan Bimo pun ikut heran.


"Kak, apa sih itu? segitunya kamu tertawa" tegur ayahnya.


Riska bangkit dari rebahannya langsung memperlihatkan ayah dan bundanya, pak Bara yang lagi kejar-kejaran dengan papanya Reno, mereka pun ikut tertawa melihatnya.


BERSAMBUNG..

__ADS_1


__ADS_2